Bulan Di Belah Dua

Bulan Di Belah Dua
BT2 79


__ADS_3

"Berjanji lah 2 hal pada ku, Alana".


"Apa itu?!"


"Kamu akan selalu ada untuk ku walau hanya sebagai teman dan yang kedua setelah ini kamu harus mencari pengganti ku, bahagia lah bersama nya. Bila belum mendapatkan pengganti ku maka jangan salah kan aku datang kembali di kehidupan dan hati mu!" setelah mengucapkan kalimat itu Alka berlalu pergi dari unit ku.


"Alka..!!" langkah nya terhenti mendengar panggilan ku.


"Berjanji lah kau akan mencintai Jessica seperti kau mencintai ku..!!"


Alka tak menghiraukan ucapan ku malah ia kembali melangkah menjauh dari ku.


*


*


*


Reiner semakin gencar PDKT dengan ku, ada saja alasan nya supaya bisa dekat dengan ku.


"Alana besok kita ke Bali yuk?!"


"Mau ngapain?!"


"Mama pengen ketemu sama kamu", kening ku mengkerut mendengar penuturan nya.


"Kita cuma berteman, Rein. Ngapain pake kenalan segala!"

__ADS_1


"Ga tau, mama ngebet banget pengen ketemu sama kamu sampai ke bawa mimpi kata nya!" kali ini Reiner harus berbohong agar Alana may mendengar omongan nya.


"Kamu kali yang pengen kenalin aku sama mama mu?!" tembak ku langsung Reiner gelagapan.


"Ga kok, emang mama yang pengen ketemu sama kamu!" Reiner membela diri.


"Ngaku ajja deh kalau kamu yang pengen kenalin!" aku makin gencar menggoda nya.


"Mama!"


"Ngaku ajja deh".


"Kalau iya kenapa!" wajah nya tepat tinggal 2cm dari wajah ku.


"Sial, kenapa jadi aku berdebar gini!!!" umpat ku dalam hati.


CUPP!!!!


Reiner mengecup bibir ranum ku sekilas namun membuat nafas ku berhenti beberapa detik.


Aku memalingkan wajah ke samping mencoba menetralkan detak jantung ku yangbberpacu bagai kuda di medan perang. Ku lihat seringai di wajah nya.


"Kenapa kamu memalingkan wajah, hm..!" goda nya dengan seringai maut.


"Kau begitu menakutkan!" jawab ku seada nya lalu beranjak dari duduk ku.


Reiner menarik lengan ku dan aku terduduk kembali tepat di pangkuan nya mata ku spontan menutup Alka kembali mengecup bibir ku namun ini cukup lama hingga ia menggigit lembut bibir ku agar terbuka dan membalas ******n lembut dari bibir nya. Lembut bahkan sangat lembut bibir nya bermain di dalam rongga ku dan mengajak lidah ku untuk bermain sejenak.

__ADS_1


Reiner melepaskan ******n nya mata ku terbuka.


"Apa kamu menyukai nya?!" ucap nya dengan seringaian.


Diam aku hanya sanggup diam merutuki kebodohan ku yang membalas permainan bibir nya.


"Itu lah alasan nya kenapa aku ingin memperkenalkan kamu pada keluarga ku karena aku ingin kita menikah!" Reiner membelai lembut pipi ku.


Setitik bulir menetes di pipi ku buru-buru ia menghapus nya.


"Hei, kenapa menangis?!"


"Aku hanya terharu!"


"Menikah lah dengan ku, jadi lah ibu dari anak-anak kita kelak?!" Reiner mengecup punggung tangan ku.


Aku menghambur ke dalam pelukan nya dan menumpah kan air mata di dada bidang nya.


"Aku tidak suka ada air mata di pipi mu, sayang?!" Reiner menghapus air mata di kedua pipi ku.


"Besok aku akan melamar mu tepat di hadapan keluarga ku!!" aku terkejut.


"Kau ingin mempermalukan ku di hadapan mereka yang bahkan belum aku kenal?!" bibir ku cemberut.


"Kok mempermalukan sih, aku pengen membuktikan pada mu bahwa aku bersungguh-sungguh ingin menikah dengan mu mereka kan sebentar lagi akan jadi keluarga mu juga, sayang!"


Jam sudah menunjukkan pukul 22.15 ia ingin mengantar ku ke apartemen karena kami masing-masing ingin beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2