Bulan Di Belah Dua

Bulan Di Belah Dua
BT2 84


__ADS_3

Ke esokan hari saat pulang kerja aku meminta Alka bertemu di sebuah cafe yang tak jauh dari kantor nya.


Ternyata Alka tidak mengajak istri nya padahal aku menyuruh nya datang bersama istri nya.


"Makasih ya, kamu udah mau datang!" ucap ku saat kami selesai memesan minuman.


"Tumben kamu ngajak ketemuan, kangen aku ya?!" seloroh nya.


"Ada yang ingin aku berikan sama kamu!" aku mengambil undangan pernikahan ku di dalam tas lalu kemudia menyerah kan pada nya.


"Siapa yang nikah?!" Alka hanya memandang ke arah benda itu.


"Kamu buka ajja!"


Alka membukan ikatan berwarna merah di undangan ku, sekilas ia membaca lalu melirik ke arah ku.


"Reiner Count Howard apa orang ini yang memukul ku malam itu!" Alka berkata sinis.


"Iya!"


"Reiner Count Howard adalah pengusaha muda bergerak di bidang tekstil yang sedang naik daun itu!"


"Rupa nya kamu banyak mengetahui tentang Reiner!" balas ku.


"Aku selalu mencari tau segala tentang mu, Alana!"

__ADS_1


Pelayan datang mengantar minuman pesanan kami.


"Aku tidak bisa memastikan apakah akan hadir atau tidak!" tegas nya.


"Terserah tapi aku berharap kamu bisa datang bersama Jessica!"


"Apa kamu ingin memperlihatkan pada ku betapa bahagia nya kamu menjadi istri nya?!"


"Sebenar nya aku malas mengantarkan undangan ini pada mu langsung tapi Reiner lah yang meminta ku mengantarkan nya langsung pada mu!" ucap ku ketus.


"Kalau begitu aku bisa memastikan bahwa aku akan datang ke pernikahan mu tapi aku akan datang sendiri!" Alka berucap penuh percaya diri.


"Terserah, itu urusan mu bukan urusan ku yang terpenting bagi ku undangan ini sudah sampai ke tangan mu karena aku tidak ingin mengkhianati kepercayaan orang yang sudah mempercayai ku!" tegas ku.


"Kamu menyindir ku, Alana?!"


"Tau kah kau Alana, aku masih mencintai mu dan rasa ini akan tetap aku pelihara dengan baik!!"


"Sudah lah Alka, kita hanya masa lalu jangan mengingat nya lagi. Kita sekarang sama-sama sudah punya pendamping hidup, mari kita belajar menata masa depan!"


Setelah berpamitan pada Alka, Alana pergi meninggalkan nya disana sendirian tanpa berpaling pada Alka yang selalu menatap punggung nya sampai ia menghilang dari pandangan.


Tiba di apartemen ia di sambut oleh kedatangan calon suami nya yaitu Reiner.


"Kok kamu ga bilang aku sih, aku kan bisa jemput", Alana pura-pura merajuk.

__ADS_1


"Aku tadi di jemput Dimas di bandara lagi pula udah kesorean aku nyampai. Kangen..!" Reiner merebahkan kepala nya di pangkuan Alana.


"Oh ya, kamu dari mana sih sayang, kok baru sampai jam segini!" Reiner mengecu punggung tangan Alana berkali-kali.


"Geli Rein!!" Alana tergelak atas perlakuan tunangan nya itu.


"Biarin!" sahut Reiner cuek.


"Ha..ha..ha..!" Alana masih tergelak.


Reiner menghentikan aktifitas nya. "Kamu belum jawab pertanyaan aku".


"Aku habis ketemuan sama Alka!" sahut Alana mendapat tatapan tajam dari Reiner.


"Kan kamu sendiri yang nyuruh aku menyerahkan langsung undangan nya pada Alka!"


"Trus istri nya ikut?"


"Ga.."


"Kenapa?"


"Mana aku tau"


"Trus kalian ketemuan berdua ajja?"

__ADS_1


"Iya. Ga usah cemburu, habis ngantar itu aku langsung pulang kok!"


Di dalam hati aku senang melihat Reiner cemburu karena itu berarti ia cinta sama aku. Makasih Reiner.


__ADS_2