Bulan Di Belah Dua

Bulan Di Belah Dua
BT2 16


__ADS_3

Di suatu tempat terlihat seorang pria tampan sedang berdiri menatap keluar jendela terlihat gedung-gedung menjulang tinggi dan hiruk pikuk nya kota J begitu ramai nya jalanan kota para manusia berlalu lalang dengan aktivitas masing-masing.


Pria itu adalah Kenshin Daksa seorang CEO perusahaan properti terkenal di dalam mau pun luar negri.


"Kenapa aku sama sekali tidak bisa mengingat mu, siapa kah kamu? apa kamu benar cinta sejati ku dulu??" Kenshin bergumam di dalam hati.


Kenshin mengeluarkan cincin di saku celana ia menimang-nimang cincin itu.


"Kamu di mana?" ia menghela nafas dalam.


Tokk.. Tokk.. Tokk..


Gilang muncul di balik pintu. "Tuan sebentar lagi kita ada peninjauan lapangan".


Kenshin masih tidak menyahut ucapan Gilang.


"Gilang kenapa aku tidak bisa mengingat nya, siapa dia?" ucap Kenshin tanpa menoleh sedikit pun pada Gilang.


"Dan setelah hari ini anda jangan lagi mengingat nya tuan, dapat saya lihat dari sorot mata nya bahwa ia sangat terluka oleh anda!"


Kenshin membalikkan badan. "Bisa kah aku bertemu dengan nya?!".


"Saya tidak yakin dia mau bertemu dengan anda!"


"Dan tentang cincin ini!"


"Suatu saat saya yakin anda pasti akan mengingat nya!"


"Bantu aku untuk mengingat nya!"

__ADS_1


Gilang berhenti di depan pintu sejenak lalu keluar tanpa berkomentar.


"Aku tidak yakin nona Alana ingin anda mengingat nya lagi!".


Alana lebih memilih tidak memikirkan soal cincin itu lagi untuk melupakan itu semua ia menyibukkan diri dengan segala pekerjaan di kantor.


Rencana nya Kayla akan melanjutkan kuliah di kota J atas saran Alana, Kayla ia suruh tinggal di apartemen nya.


"Al besok temani aku ke suatu tempat!" pinta Alka saat Alana masuk keruangan nya untuk minta tanda tangan.


"Tapi aku ga bisa!"


"Kenapa, kamu punya rencana lain?!"


"Besok bibi dan kedua sepupu ku datang dari kampung"


Alana mengangkat kedua bahu nya.


"Pokok nya aku ga mau tau besok aku jemput kamu pukul 08.00, aku ga suka di bantah!!"


"Ck! emang nya kamu siapa nya aku, suami bukan pacar juga bukan paksa-paksa orang!" Alana menggerutu kesal.


Selesai Alka menandatangani berkas-berkas penting Alana berlalu keluar ruangan.


Ia melirik jam di pergelangan tangan nya. "Sebentar lagi jam makan siang waktu nya aku istirahat sebentar".


Alana mendudukkan bokong nya Alka memanggil Alana lewat telepon kantor.


"Al, kamu keruangan ku sepuluh menit lagi!"

__ADS_1


"Tapi tuan sepuluh menit lagi jam istirahat!"


"Saya sudah pesan kan makanan online untuk kita berdua!"


"Ck, baik lah!"


Di sela-sela makan Alka bertanya hal yang menurut Alana tidak ingin ia bahas lagi seumur hidup nya.


"Al apa aku boleh bertanya sesuatu?!" ucap Alka tak enak hati.


Alana tidak menjawab hanya mengagukkan kepala.


"Apa kamu sudah melupakan tuan Kenshin??" Alka melirik pada Alana.


"Aku tidak ingin membahas masalah itu lagi!"


"Apa karena kamu masih mengharapkan nya?!" kepo Alka.


"Bagi ku semua kenangan tentang Kenshin sudah ku kubur dalam-dalam, dia sebentar lagi akan menikah jadi untuk apa aku masih mengharapkan nya!"


"Termasuk cincin yang kemarin!"


Alana mengangguk pelan. "Meskipun aku masih mencintai nya itu mustahil, dia telah jadi milik orang lain!"


"Apa masih ada kesempatan bagi yang lain untuk mengisi ruang kosong di hati mu?!" tanya Alka penasaran.


Alana mengalihkan pandangan nya saat Alka menatap nya lekat.


"Saya harus membersihkan meja ini Alka, seperti nya yang lain juga sudah selesai makan siang!" Alana membereskan sisa makan siang mereka berdua lalu membawa nya ke pantry.

__ADS_1


__ADS_2