Bulan Di Belah Dua

Bulan Di Belah Dua
BT2 56


__ADS_3

Mobil Alana sudah di derek ke bengkel oleh orang suruhan Reiner setelah kecelakaan yang di alami Alana kemarin sore.


Reiner mengajak Alana makan siang menggunakan mobil sport milik nya.


"Bisakah aku mengusulkan kita makan di mana?!" tanya Alana memecah keheningan di antara kedua nya.


"Of course, bukan nya kamu yang traktir jadi aku ikut ajja", Reiner menoleh sekilas.


"Aku minta maaf udah ngerepotin kamu dari kemarin kamu udah nolongin aku waktu aku pingsan bawa aku kerumah sakit trus bayarin administrasi aku benar-benar merasa hutang budi sama kamu pada hal kita bukan siapa-siapa," ucap ku menjabarkan pertolongan nya.


Reiner tidak mengalihkan konsentrasi menyetir nya malah tersenyum tulus.


"Kalau kamu ngerasa hutang budi sama aku, kamu harus bayarin hutang budi itu bukan nya hutang itu wajib di bayar".


"Maka nya aku traktir kamu makan siang salah satu bentuk bayar hutang budi aku ke kamu".


Suasana di dalam mobil kembali hening hingga kami tiba di restaurant yang aku maksud.


Aku mengajak nya makan siang di sebuah restaurant favorit ku yaitu Italian food.


"Bukan nya makanan di sini mahal-mahal memang nya kamu sudah gajian?"


"Hei Tuan Reiner, apa kau mengejek ku?!" ucap ku sedikit tersinggung.


"Maaf, maaf aku cuma bercanda?!" sesal nya.


"Aku juga sedang bercanda!" sahut ku menyela ucapan nya.


Kami sama-sama tersenyum geli.

__ADS_1


"Apa aku boleh tanya sesuatu?!" tanya dia sela suapan.


"Ya silahkan!"


"Kalau boleh tau apa kamu sudah punya pacar?"


Seketika aku tersedak mendengar pertanyaan yang ia ajukan.


"Aku sedang tidak ingin membahas masalah seperti itu sekarang", ucap ku lirih.


"Maaf kalau pertanyaan ku menyinggung perasaan mu", ucap nya tak enak hati.


"Setelah ini kau akan mengajak ku kemana, Reiner?" aku menyimpan masalah ku dalam-dalam dan tak ingin di ketahui siapa pun yang sudah mengenal ku sebelum nya.


"Aku tidak tau, apa kamu ingin ke suatu tempat?!"


"Ups, maaf maksud ku kamu yang membawa ku dengan mobil mu!".


Selesai makan siang kami bergegas menuju tempat yang favorit yang ku maksud.


"Oh jadi kamu suka danau kecil di tengah taman ini?!" kami duduk di sebuah kursi yang tersedia di taman ini.


"Iya..!" sahut ku singkat.


"Trus kamu sering datang kesini?!"


"Dulu iya tapi akhir-akhir ini aku jarang kesini, sibuk di kantor pak bos lagi ga ada di tempat!"


Ia mengangguk kecil.

__ADS_1


"Emang bos lagi ke mana?"


Aku menggeleng. "Ga ada yang tau dia kemana".


Ku hela nafas berat.


"Kalian udah coba hubungi dia?"


"Nihil nomor ponsel nya ga bisa di hubungi", ucap ku putus asa.


"Udah cari tau kr rumah nya?"


"Ga ada yang tau dia kemana".


"Al, aku ke sana bentar ya?!" ia menunjuk pada penjual ice cream di sudut taman.


Tak lama kemudian ia datang membawa 2 buah ice cream di tangan nya lalu menyerahkan 1 pada ku.


"Aku ga tau kamu suka rasa apa jadi aku beli 1 vanila dan 1 lagi coklat".


"Makasih..! aku menerima ice cream vanila pemberian nya.


"Al, ada sesuatu di bibir mu!" Reiner menyeka ice cream di sudut bibir ku.


Mata elang milik nya menatap lekat manik mata ku, kami sama-sama menyelami perasaan masing-masing lewat tatapan penuh ketulusan.


Manik mata yang berwarna coklat mengingatkan aku pada seseorang nun jauh di sana tak tau di mana rimba nya.


Oh, Alka tau kah kau aku sangat merindukan diri mu...

__ADS_1


__ADS_2