
Di sebuah cafe yang tidak begitu ramai terdapat 2 orang pria tampan duduk berhadapan.
Seorang pelayan mungil imut datang menyapa kedua nya.
"Permisi tuan-tuan, selamat datang di cafe kami, silah kan di pilih menu nya!" sapa pelayan imut tersebut.
"Saya pesan coffee mocacino ajja mbak!" sahut Kenshin menyerahkan buku menu pada pelayan imut di samping kanan nya.
"Sama in ajja mbak!" Alka turut menyerahkan buku menu pada pelayan tersebut.
"Baiklah, mohon menunggu sebentar!" pelayan itu meninggalkan kedua nya.
"Ada hal apa tuan Kenshin Daksa ingin bertemu seperti nya ada hal yang sangat penting!" Alka memecah keheningan di antara kedua nya.
"Lepaskan Alana!" sahut Kenshin to the point.
Alka tersenyum mengejek.
"Lalu..?!"
"Bila anda tidak bisa mempertahankan berlian maka lepaskan adalah jalan yang terbaik agar tidak menyakiti nya!".
"Saya tidak akan melepaskan berlian dan akan turut mempertahankan kerikil bersamanya!" Alka mengangkat alis nya ke atas.
Saat hendak menanggapi perkataan Alka kembali pelayan tadi datang dengan sebuah baki berisi 2 cangkir coffee mocacino di atas nya.
__ADS_1
"Selamat menikmati!" pelayan itu berlalu dari hadapan kami.
Kedua nya menanggapi dengan anggukan.
"Berengs*k!!" ucap Kenshin kemudian.
"Apa anda lupa, siapa dulu yang sudah mencampakkan nya?!"
"Saya tidak semata mencampakkan nya kalau bukan karena amnesia mungkin kami sudah menikah dan punya anak-anak yang manis seperti yang kami impikan!"
"Jangan amnesia anda jadi kan alasan untuk menghancurkan hati seorang perempuan", Alka bersandar kebelakang.
"Saya menjadi pengobat luka hati nya yang hancur karena dalih kekasih nya amnesia!" lanjut nya lagi.
"Oh ya, gimana kabar tunangan anda tuan Kenshin?!" Alka tersenyum mengejek.
"Si*lan berani sekali dia bertanya tentang privasi ku!" gumam Kenshin dalam hati.
"Saya dengar-dengar anda akan menikah jadi wajar dong saya bertanya soal itu!"
"Saya rasa ga etis bila hanya membahas masalah pribadi saya, berapa usia kandungan nona Jessica mantan istri anda?!" Kenshin berniat menyerang Alka balik.
Alka mengepalkan erat tangan nya.
"Bagaimana cerita nya seorang mantan istri tinggal 1 atap bersama mantan suami nya? apa tidak ada kemungkinan kalau kalian tidak akan melakukan hal-hal tidak senonoh? atau mungkin anak yang ada dalam kandungan nona Jessica itu darah daging anda secara sudah menjadi konsumsi publik bahwa pemilik perusahaan Smart Group tinggal 1 atap bersama mantan istri nya?!" wajah Alka tampak merah padam mendapat pertanyaan berondong dari Kenshin yang tersenyum licik.
__ADS_1
"Saya tidak serendah itu!!" geram nya.
"Slow tuan, slow..! itu hanya sangkaan kami orang luar rumah bila memang tidak terjadi hal-hal tak senonoh mohon di maklumi mulut saya yang manis ini", Kenshin terkekeh dalam hati.
"Mari silah kan duduk kembali!" Kenshin mempersilahkan.
"Jadi apa mau mu yang sebenar nya?!" Alka bertanya dengan raut wajah di buat setenang mungkin.
"Bila tidak bisa menjaga dia setidaknya jangan membuat dia menangis, anda mengerti maksud saya?!" tekan Kenshin dalam mode serius.
"Saya tidak pernah membuat nya menangis...!"
"Anda terlalu percaya diri, tuan!" sanggah Kenshin.
Wajah Alka kembali di buat masam.
"Saya meminta secara baik-baik lepaskan Alana, saya tidak bisa melihat dia menangis!" ucap Kenshin penuh penekanan.
"Saya tidak akan pernah melepaskan nya!!"
"Oke, fine! saya berjanji akan merebut nya dari tangan anda!!"
"Jangan terlalu percaya diri, bung!"
Kenshin beranjak meninggalkan Alka sendirian setelah akhir nya ia meletakkan uang 2 lembar uang ratusan ribu di atas meja.
__ADS_1