
Aku sedang berada di salah satu rumah sakit elit di kota ini Kenshin sedang di rawat di sana, ia dan asisten nya mengalami kecelakaan hebat di Bali dan sekarang Kenshin ku mengalami koma sudah hampir satu bulan lebih.
Malam adalah jatah ku menjaga nya karena siang hari jatah mama nya yang menjaga kecuali di hari libur non stop aku yang menjaga nya.
Pagi ini seperti biasa di hari libur aku nginap di rumah sakit.
Aku membuka jendela menghirup udara pagi yang baru sedikit terkontaminasi udara kota, aku duduk di kursi di sebelah ranjang kekasih hati ku.
"Selamat pagi sayang kamu ga bosan Ken baring di sini terus, aku kangen loh beb", Aku menggenggam tangan kiri nya sembari mengusap kening nya.
Tanpa sengaja aku melirik ke arah tangan kanan nya yang mulai sedikit ada respon, tanpa pikir panjang aku menekan tombol untuk memanggil dokter dan juru rawat dan tak berapa lama mereka pun datang.
"Maaf ya mbak Alana biar saya periksa kondisi mas Kenshin dulu", dokter dan para juru rawat mulai memeriksa kondisi Kenshin.
Tak berselang lama Kenshin pun membuka mata untuk yang pertama kali dalam sebulan lebih ini.
"Mas Kenshin bagaimana keadaan anda??", tanya dokter Hilman.
"Saya sedang dimana?" tanya nya.
"Anda sedang di rumah sakit sekarang karena sebulan yang lalu anda mengalami kecelakaan".
"Kecelakaan?!"
"Apa anda ingat siapa nona Alana ini?".
"AAHHHHH...!!!", Kenshin menjerit hebat sembari memegang kepala dengan kedua tangan nya dan seketika air mata ku mulai terjatuh, seorang perawat menyuntikkan cairan ke dalam infus nya.
"Mbak Alana apa sudah menghubungi tuan Daksa??"
__ADS_1
"Sudah dok,seperti nya sebentar lagi mereka sampai".
"Mbak Alana bisa ikut saya sebentar ada hal yang ingin saya sampai kan, suster kalau tuan Daksa sampai,suruh ke ruangan saya", Kami berdua pun berlalu.
Setengah jam kemudian baru lah papa dan mama Kenshin tiba di rumah sakit bersama Gilang.
"Silah kan duduk tuan nyonya", ujar dokter Ryan pada kedua nya.
"Terima kasih, dok ".
"Begini tuan nyonya seperti yang sudah saya jelas kan pada nona Alana tadi, saya punya sedikit kecurigaan pada kondisi pasien".
"Curiga apa, dok", sela mama.
"Sabar ma", papa menenangkan mama.
Mata mama mulai mengembun.
"Tapi semoga saja ini hanya kecurigaan saya", sambung dokter Ryan lagi.
Alana mencoba menguatkan hati.
"Dokter, tuan Kenshin histeris lagi", seorang juru rawat masuk memberitahu kami.
"Mari kita lihat!!", kami pun ikut bergegas ke luar ruangan bersama Dokter Ryan.
Saat kami sudah berada dalam kamar rawat Kenshin sudah sedikit lebih tenang namun ia masih menjambak rambut nya, butiran demi butiran air mata ku mulai jatuh.
"Tau kah kau Ken, aku juga merasakan sakit yang sama melihat mu seperti ini", gumam ku dalam hati.
__ADS_1
Ia sedikit lebih tenang dari kami tiba tadi, Ken menilik kami satu per satu di dalam ruangan itu.
Mama mendekati ranjang nya lalu mendekap nya bagai bayi. "Anda siapa??". Mama melepaskan dekapan nya.
"Ini mama mu nak, yang melahirkan mu", sahut mama sembari menangis.
"Mama yang melahirkan mu dan membesarkan mu, Ken", lanjut mama lagi.
"Dan ini papa mu, Ken", Mama menunjuk pada Papa yang berdiri di samping mama.
Pandangan nya beralih pada ku sembari memicingkan mata nya mungkin dia mengingat-ngingat siapa aku.
"AAAGGGGGHHHHHH.....!!!!"
Jerit nya sambil menarik rambut.
"Ada apa dengan mu Ken?? apa kau lupa dengan ku??" ratap ku dalam hati.
Dokter Ryan menyuntikkan kembali cairan penenang pada Kenshin.
"Kenshin kenapa dok??" tanya ku.
"Seperti nya dia lupa siapa anda nona Alana", pernyataan Dokter Ryan membuat air mata ku menganak sungai tanpa bisa ku bendung lagi, aku keluar dari ruangan Kenshin dan berlari sejauh nya lalu menangis sejadi-jadi nya.
"Apa yang terjadi pada mu Ken??"
"Apa kau benar-benar lupa pada ku??"
Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar di otak ku.
__ADS_1