
Sepeninggal nya Robby, Alka meminta mbok Tum mengantarkan gelas ke kamar nya kemudian ia meletakkan sebuah cincin pernikahan di atas nakas.
Mbok Tum keluar tanpa berkata apapun hanya melirik sekilas botol-botol minuman di lantai yang tergeletak di lantai setelah mbok Tum keluar Alka bergegas mengunci pintu kamar nya.
Alka menyalakan lagu BEAUTIFUL IN WHITE melalui hp menggunakan headset.
Jam kantor pun selesai seorang perempuan cantik meregangkan otot-otot nya yang kaku setelah seharian berkutat di layar laptop.
"Ah akhir nya selesai juga dan sekarang waktu nya pulangggg... Alka sayang coming!!!" Alana berseri senang.
"Kasihan kamu, Al", gumam Robby lirih di dalam hati saat ia juga akan beranjak pulang.
Alana mengendarai mobil menuju mansion Alka di sepanjang jalan ia bersenandung ria.
Mobil Alana sampai tepat di pintu gerbang mansion.
"Mas Rama, Alka nya ada kan?!" sapa Alana pada satpam muda tersebut.
"Ada nona!" setelah menjawab pertanyaan Rama membuka pintu gerbang melalui remote kontrol.
Alana memarkirkan mobil nya di garasi khusus mobil kemudian ia berlari kecil menuju pintu masuk menekan bel.
Tingg... Tongg..!!
Tingg... Tongg...!!!
Klek..!
__ADS_1
Pintu terbuka tampak ART sepuh yang membukakan pintu.
"Nona Alana..?!" sapa nya ramah.
"Mbok, Alka nya udah sampaikan??" tanya ku semangat.
"Ada lagi istirahat di kamar nya!"
"Bisa tolong di panggil kan, mbok?!"
"Hm.."
"Ada apa mbok?!" aku tanggap akan sikap kaku mbok Tum.
"Anu mbak kata tuan, dia tidak ingin di ganggu!" sahut mbok Tum tak enak hati.
"Siapa pun itu kata tuan Alka!"
Deg..
Wajah Alana tampak pias dalam hati ia tak percaya akan pendengaran nya, Alana kemudian mengambil hp yang ada di dalam tas ia ingin menghubungi Alka.
Berkali-kali ia hubungi tetap saja hasil nya sama tidak hanya operator yang menjawab ia menaruh hp di dada nya.
"Kamu kenapa seperti ini Alka, ada apa dengan kamu, apa yang sebenar nya terjadi?" Alana bergumam lirih dalam hati.
"Baik lah mbok, saya pamit!" Alana melangkah kan kaki nya gontai.
__ADS_1
Mobil nya melaju keluar halaman mansion milik Alka hati nya terasa terhiris mendengar ucapan mbok Tum, ia menepi kan mobil nya di bahu jalan.
Alana mengambil hp di dalam tas nya. "Aku harus meminta kejelasan pada Alka!" lirih nya.
"Lagi-lagi tidak di angkat dan tidak penah di angkat!" Alana benar-benar di buat geram dengan sikap Alka akhir-akhir ini.
"Aaaghhh...!" ia memukul setir mobil.
"Mau mu apa sih Alka, apa kamu sudah tidak menginginkan lagi hubungan ini?!!!"
Aku coba mengirimkan pesan melalui pesan bertanda hijau meski masih centang 1 abu-abu aku yakin ia pasti akan membaca nya.
Saat sampai di apartemen jam sudah menunjukkan pukul 18.30 ku lihat Kayla tengah menonton tv.
"Mbak..?!" Sapa nya.
"Dek kapan kamu sampai?!" tanya ku lesu.
"Jam 4 sore tadi mbak di antar mas Farel tapi langsung pulang lagi dia titip salam sama mbak!"
"Iya makasih!" sahut ku singkat.
"Mbak mau aku siapin makan malam apa?!"
"Ga usah deh mbak mau langsung istirahat ajja kamu lanjutin lagi nonton nya".
"Iya mbak makasih!"
__ADS_1
Aku masuk ke kamar tanpa bertanya bagaimana keadaan bibi pikiran ku benar-benar mumet memikirkan sikap Alka yang berubah drastis menjadi Alka yang tidak aku kenal dan aku harus segera mengguyur kepala ku dengan shower di kamar mandi.