Bulan Di Belah Dua

Bulan Di Belah Dua
BT2 21


__ADS_3

Pukul 08.00 pagi bi Lasmi dan mas Farel sudah bersiap-siap karena mereka akan pulang menggunakan mobil pinjaman dari teman mas Farel di kampung.


"Apa tidak bisa besok saja pulang nya bi, Lana masih kangen" ucap ku saat kami sarapan pagi ini.


"Bibi sih mau nya begitu Lana, tapi Mas ga bisa lama-lama!"


"Ga bisa di tunda sampai besok mas", tanya ku pada mas Farel.


"Mas ga bisa izin lama-lama soal nya lusa anak-anak ada ujian", tanggung jawab mas Farel memang besar sebagai pengajar.


"Sayang banget ya pada hal Lana masih kangen".


Akhir nya tiba saat nya mereka berangkat aku dan Kayla mengantar mereka ke lobby, terlihat raut wajah Kayla sendu.


Aku menghibur nya dengan mengajak nya jalan-jalan.


"Kita jalan-jalan yuk dek?!" ajak ku saat ia ingin masuk ke kamar nya.


Ia aku suruh menempati kamar yang satu nya lagi karena di unit ku hanya ada dua kamar.


"Kemana mbak?" tanya nya menoleh ke arah ku.


"Ada deh, nanti juga kamu bakal tau!"


Kami bergegas berganti pakaian, Kayla mengenakan celana jeans hitam di padu kan dengan blouse hitam, sedang kan aku mengenakan dress putih bunga-bunga halus berwarna kuning.


Ku ajak Kayla membeli perlengkapan untuk nya kuliah besok serta kami membeli pakaian untuk nya.


Ku lirik jam di pergelangan tangan ternyata sudah siang.


"Dek kita makan siang dulu yuk?!" ajak ku sembari menenteng 3 paper bag di tangan.

__ADS_1


"Ayo mbak, cacing di perut aku juga udah minta jatah, he..he..!".


"Kita makan dimana?!"


"Terserah mbak Lana ajja deh, aku ikut ajja!"


"Kita makan si sebelah sana yuk Dek, pasti makanan disana enak soal nya tempat nya rame!" ajak ku sembari melangkah ke arah sana.


Kami berdua memilih tempat duduk agak menyudut.


Tanpa sengaja Alana menangkap sosok seseorang yang sangat ia kenal dulu tampak seseorang itu pun memperhatikan nya.


"Permisi mbak, silah kan di pesan menu nya!" seorang pelayan perempuan muda menghampiri kami.


"Kita pesan yang spesial di restoran ini deh mbak!" sahut ku.


"Minum nya?"


"Kalo mbak ini!" tanya nya pada Kayla.


"Sama kan ajja menu nya!"


"Baik lah, permisi!"


Alana melepas kaca mata nya yang melekat sempurna di hidung mancung nya.


Tanpa menunggu lama pesanan kami pun datang.


"Selamat mencicipi!" ucap pelayan tadi.


"Makasih!" sahut ku.

__ADS_1


"Gimana betah ga kamu tinggal di kota?!" tanya ku.


"Betah ga betah mbak, demi cita-cita untuk membahagiakan bunda dan mas Farel!" sahut nya.


"Syukur lah kamu punya pemikiran kaya gitu!"


"Habis ini kamu masih mau belanja ga?"


"Kalo aku sih udah cukup, kebanyakan malah!"


"Iya dong masa kamu pake baju itu-itu terus!"


"Makasih ya mbak udah beliin aku baju!"


"Kamu kaya sama siapa ajja!"


Ternyata orang yang memperhatikan kami sejak tadi itu adalah Kenshin.


Miris memang lihat mantan kekasih makan bersama perempuan lain dengan mesra nya.


"Masih mau jalan-jalan ga dek?!"


"Emang nya mau kemana mbak?!"


"Nonton yuk!" ajak ku semangat.


"Boleh deh!"


Aku dan Kayla berjalan menuju bioskop sebelum masuk dan membeli tiket terlebih dahulu kami membeli camilan.


Ternyata saat kami masuk bioskop film nya sudah di putar, tak apa lah niat ku kan ingin menghibur hati adik sepupu ku.

__ADS_1


__ADS_2