Bulan Di Belah Dua

Bulan Di Belah Dua
BT2 15


__ADS_3

Malam hari..


Alka datang menjemput Alana ke apartemen nya dan ini adalah salah satu langkah nya untuk PDKT pada Alana.


Alana membukakan pintu dan terlihat seorang pria gagah nan tampan menggunakan kemeja putih dengan dua kancing atas ia biar kan terbuka kaca mata putih sebagai aksesoris dan tak lupa Alka membawakan sebuket bunga lily favorit Alana, ia memang mencari tau hal-hal yang Alana suka.



"Good night?!" Kedua nya nampak sama-sama salah tingkah ini adalah kunjungan pertama Alka ke unit Alana.


"Malam tuan, oops..!! salah selamat malam Alka?!"


"Mari silah kan masuk?!" Alana mempersilahkan Alka masuk.


"Terima kasih, ini bunga lily untuk mu Al?!" Alka menyerahkan bunga pada Alana.


"Makasih, dari mana kamu tau kalau aku suka bunga lily?!"


"Aku tanya Robby!"


"Oh.."


"Apa kita boleh berangkat sekarang?!"


"Sebentar saya ambil tas dulu", Alana beranjak ke kamar nya.


Tak lama kedua nya pun sampai ke tempat yang sudah di janji kan oleh mantan istri nya.


Terlihat dari jauh Jessica sudah tiba lebih dulu bersama seorang pria.


Mereka di sambut ramah oleh Jessica dan pasangan nya.


"Apa kamu pacar Alka?!" tanya Jessica pada ku.

__ADS_1


Sebelum aku menjawab Alka terlebih dahulu menjawab pertanyaan nya.


"Dia calon istri ku?!" bohong Alka.


Aku terbatuk mendengar pernyataan Alka. "Uhukk.. Uhuukk!!"


"Minum lah, sayang!" Alka menyerah kan minuman nya pada ku.


"Alka memang romantis nona, aku tidak heran itu", bisik Jessica pada Alana.


"Terima kasih!" Alana tersenyum menawan saat menerima gelas dari Alka.


"Wow, calon istri anda sangat menawan tuan Alka!" puji pria nona Jessica pada ku.


"Anda terlalu berlebihan tuan", sahut ku.


"Ya tentu, setiap hari saya selalu jatuh cinta pada nya!" Alka menatap ku lekat.


"Mata mu jeli sekali melihat wanita-wanita cantik, sayang!" seloroh nona Jessica.


"Aku hanya ingin memberikan undangan pernikahan kami pada mu langsung Alka!" ucap nona Jessica menyerahkan undangan bersampul silver kepada Alka.


"Lalu setelah menikah nanti akan kau kemana kan anak ku?!" tanya Alka langsung pada orang nya.


"Kamu tenang saja tuan Alka, Ryan sudah ku anggap seperti anak ku sendiri!"


"Kami sudah sangat akrab bahkan kami seperti seorang sahabat!" sambung tuan Adam kembali.


"Syukur lah kalau begitu".


Ryan adalah anak yang di angkat Jessica dan Alka saat berusia 1 tahun lebih, Jessica tidak ingin hamil karena takut bentuk badan nya berubah dia seorang model ternama yang sedang naik daun kala itu.


"Kapan kau akan mengizinkan dia kembali pada ku?!" Alka bertanya pada nona Jessica.

__ADS_1


"Maaf kan aku Alka, aku tidak ingin kehilangan nya dan aku sangat menyesali dulu kenapa aku tidak ingin hamil anak mu!" mimik muka nya penuh penyesalan.


Seketika raut wajah Alka langsung berubah datar dan menghentikan suapan nya.


"Mari kuta pulang Alana!" Alka beranjak dari duduk nya meraih tangan ku dan menarik ku pelan.


Kami meninggalkan acara makan malam dengan nona Jessica dan Adam tanpa pamit.


"Dasar pria tak berperasaan!" umpat ku dalam hati.


Alka melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi seperti nya dia sangat emosi.


"Kenapa kamu main pergi gitu ajja tadi Alka?!" tanya ku sebal.


Dia tidak menjawab pertanyaan ku malah menambah kecepatan mobil.


"Alka aku belum mau mati!!!" teriak ku kesal.


Perlahan kecepatan mobil kami mulai menurun. "Kau membuat jantung ku hampir copot!!" aku benar-benar kesal pada nya.


Alka memarkirkan mobil di loby kantor nya ia mengajak ku naik ke lantai atas.


"JESSICA AKU SANGAT MEMBENCI MU!!!!", kelihatan nya Alka sangat marah.


"Maaf aku membuat mu takut", ucap nya duduk di samping ku.


"It's oke!"


"Boleh kah aku memeluk Alana?!" pinta nya.


Tanpa aku jawab pun ia sudah memeluk ku erat. "Kau tau Alana aku sangat merindukan anak ku, kenapa ia berkata seperti itu?!", aku hanya mendengar keluh kesah nya tanpa berkomentar.


"Dan sekarang dia membuat ku sangat membenci nya!" geram Alka.

__ADS_1


"Sekarang tenang kan diri mu", aku menawarkan minuman pada nya.


__ADS_2