
Sejak pukul 05.30 tadi kota J di guyur tetesan air dari langit hingga kini sudah menunjukkan pukul 09.00 hujan belum juga reda.
Seperti nya hari ini sang mentari tidak terbit karena ia masih berselimut awan mendung.
"Selamat bergabung ke perusahaan Smart Group cucu ku Alka Indrayana", mereka mengadu dua gelas berisi wishky sebagai tanda perayaan intim antara kakek dan juga cucu kesayangan nya.
"Terima kasih banyak kakek atas semua nya dan maaf Alka belum bisa mewujud kan mimpi mu".
Tuan Indrayana tersenyum bangga.
"Mulai dari hari ini perusahaan Smart Group akan kakek serah kan pada mu".
"Alka akan mencoba memikul amanah yang kakek beri kan ini", Indrayana memegang bahu Alka tanda punya harapan besar pada cucu nya.
"Ciss !!.."
"Duduk lah di kursi itu,kakek ingin sekali melihat mu duduk di kursi itu,mulai hari ini kursi itu milik mu,nak",ujar Indrayana menunjuk singgasana kebesaran nya.
Alka berjalan ke arah singgasana yang di maksud.Ia mendudukkan bokong di sana."Alka janji kek,akan bersungguh -sungguh mengelola perusahaan ini demi kakek",ujar nya dalam hati.
"Apa Alana Mulia sudah lama jadi sekretaris di sini,kek??"
"Cukup lama dia di sini lebih kurang 3 tahunan",sahut kakek nya.
Alka mengangguk tanda mengerti. "Apa dia masih single?", imbuh nya lagi.
"Kakek kurang tau soal itu Al,Alana sangat berkompeten dan profesional dalam bekerja".
"Kalau begitu kakek pulang dulu,Selamat bekerja dan semoga perusahaan ini jadi lebih maju di tangan mu Alka",Kakek menepuk bahu Alka bangga.
"Terima kasih kek sudah percaya kan perusahaan ini pada Alka".
Indrayana mengangguk kecil lalu berlalu keluar.
Alka menghubungi Robby dan Alana untuk mempelajari semua nya dan tak butuh waktu lama untuk Alka mempelajari semua karena memang Alka mempunyai otak yang cerdas.
"Baik lah tuan Alka kalau tidak ada yang di bahas lagi,saya permisi kembali bekerja ", pamit Alana setelah di rasa selesai.
"Silah kan",sahut Alka.
Alka lama memandangi punggung Alana hingga Alana sudah berlalu menutup daun pintu sembari tersenyum kecil hampir tak terlihat.
Robby berkata dalam hati. " Seperti nya tuan muda menyukai Alana".
"Tuan muda", panggil Robby.
"Iya ada apa Rob", Alka salah tingkah.
"Apa masih ada yang akan di bahas tuan muda ??"
__ADS_1
Robby keluar ruangan bos nya.Didepan pintu ia di kaget kan dengan suara Alana.
"Rob ntar sore gw mau ijin ga masuk kerja dua hari sama bos,kira-kira di kasih izin ga ya??"
"Ya mana gw tau,kan bukan gw bos nya".
"Tapi kalo menurut gw pasti elu di kasih izin", imbuh nya lagi.
Alana mengerutkan kening keheranan. "Maksud nya".
"Ntar suatu saat nanti elu juga bakalan tau",Robby pun berlalu.
Sore hari nya Alana meminta izin pada bos nya meski pun harus melalui perdebatan yang cukup panjang akhir nya Alka memberikan izin pada Alana.
Malam hari nya Kenshin nginap di apartemen Alana walau pun sebenar nya ini adalah salah satu apartemen milik Daksa Group.
Nampak di ruang tv Ken sedang membantu Alana memasang kutek di jari tangan kekasih nya itu,Ken memang sering membantu Alana memasang kutek.
"Al,aku minta maaf ya ga bisa temani kamu besok", ucap Kenshin.
"Iya Ken ga pa-pa,udah berapa kali sih kamu minta maaf", Alana menangkup kan kedua tangan nya ke pipi Kenshin.
"Kamu ga boleh nakal ya?!!"Kenshin mendekap kan kedua tangan nya ke atas jari Alana yang masih menempel di pipi nya.
Alana berangkat ke kampung halaman nya pukul 08.00 pagi karena jarak ke kampung nya lumayan jauh.
Kenshin dan Alana berangkat bersama namun berbeda arah tujuan.Ken arah ke kantor sedang Alana arah ke kampung halaman nya.
"BUNDAAAAA!!", teriak seorang gadis berambut panjang kuncir kuda.
Gadis itu kalau tidak salah taksiran ku berusia 17 tahun,kelihatan sekali kalau di gadis yang polos persis seperti ku seusia nya belum pernah mengenal.
Dia gadis polos yang cantik,body nya tinggi semampai,hidung nya mancung. Aku sangat mengenal nya, Kayla Mulia dia adalah sepupu perempuan ku.
"Ada apa toh duk Kamu teriak-teriak,rasa nya mau pecah gendang telinga,bunda!!" semprot ibu nya dari dalam warung.
"Coba toh kamu tolongin bunda bungkusin gula sama kopi,dari pada kamu teriak-teriak".
"Kayla lagi banyak tuk nih,bun".
Kayla menengok ke arah mobil ku, dia terlihat heran karena jendela mobil ku masih ku tutup.
"Mobil siapa ya??",ujar nya pelan.
Aku keluar dari dalam mobil putih ku,dia langsung berlari ke arah ku sembari memeluk ku erat.
"Mbak Lana?!!" dia hampir berteriak senang.
"SHUTTT...." aku menyuruh nya jangan teriak karena aku ingin memberi kejutan untuk bibi ku.
__ADS_1
Kayla menuntun ku masuk ke dalam warung dimana ibu nya berada.
"Bunda, Kayla punya sesuatu buat bunda".
"Hm.." sahut ibu nya tanpa berpaling.
"Bi, Lana mau beli gula sekilo", begitu orang-orang di kampung biasa memanggil ku Lana.
Bibi berpaling ke arah suara ku. "Lana.." ucap nya lalu memeluk ku.
"Bibi, Lana rindu", aku balas memeluk nya haru.
"Bibi juga sangat merindukan mu,nak", Bibi menyeka air mata nya.
"Kamu kapan datang??" tanya nya.
"Barusan bi".
"Yuk kita ke rumah ngobrol nya", Bibi menuntun ku ke rumah.
"Kayla tutup saja warung nya , kita ngobrol di rumah ajja".
"Aku di lupain", rajuk nya manja.
"Goh tutup warung nya, kasihan mbak mu pasti capek".
"Oke bunda yang cantik".
Kami pun bergegas ke rumah.Di rumah ini aku di lahir kan,di besar kan oleh bapak ku seorang diri karena ibu ku pergi meninggalkan kami berdua untuk selama-lama nya bersama adik kembar ku.
Bapak membesarkan ku seorang diri,beruntung bapak masih punya adik perempuan satu-satu nya yaitu bibi Lasmi yang sekarang,waktu masih bayi aku di urus oleh nya.Beliau memang berhati mulia, untuk itu setelah bapak meninggal 2 tahun lalu ku serah kan rumah ini pada bibi Lasmi,hitung-hitung sebagai balas budi ku.
""Mas Bima mana,bi??".
"Sebentar lagi mas mu pulang".
Terdengar dari luar sana suara mas Bima bertanya pada Kayla. "Mobil siapa ini,dek??".
"Mobil mbak Lana",jawab nya singkat.
"Ah,bohong kamu?!".
"Ga percaya masuk ajah ke dalam".
"Bunda, Bima pulang".
"Bima coba lihat siapa yang datang".
"Lana..", seru mas Bima senang.
__ADS_1
Aku lantas bangun dan memeluk nya. " Mas,Lana kangen banget".
"Mas juga kangen banget sama kamu".