Bulan Di Belah Dua

Bulan Di Belah Dua
BT2 09


__ADS_3

Dua bulan sudah Kenshin mengalami kehilangan memori tak terkecuali tentang ku dan yang lebih parah nya lagi setiap melihat ku dia selalu histeris dan menjambak rambut nya,kata Dokter Ryan itu karena Kenshin berusaha mengingat siapa aku.


Dokter Ryan menyarankan untuk aku tidak bertemu dengan nya sampai dia benar-benar mengingat siapa aku. Ini adalah hal terberat buat ku.


"Ken, mengapa hal seperti ini harus terjadi pada kita", Alana meratapi nasib hubungan nya.


"Al kenapa akhir-akhir ini kamu sering melamun", aku di kejutan oleh suara Robby.


"Kenapa Rob", aku mendapatkan tatapan membunuh dari Robby.


"Panggil nama ku saja Alana", tegas nya.


Hp milik Alana berdering tertulis nama pemanggil MAMA KENSHIN.


"Hallo ma.."


"Hallo Al, kamu sibuk ga??"


"Kenapa ma??"


"Kalo kamu ga sibuk mama pengen ngobrol berdua sama kamu".


"Mama pengen ngobrol apa??"


"Nanti ajja setelah ketemu"


"Boleh ma, dimana??"


"Mama tunggu di cafe XX.."


"Iya Ma, Alana kesana sekarang", kebetulan hari ini jadwal nya free jadi Alana bisa langsung berangkat ke TKP.


Alana melaju dengan kecepatan normal karena lokasi cafe XX tidak begitu jauh dari kantor tempat ia bekerja hanya berjarak 20 menit saja.


"Hai Mam.." Sapa Alana sembari cipika cipiki perempuan keturunan jepang di hadapan nya.


"Silah kan duduk Alana".


"Kita langsung saja pada inti nya, Mama minta kamu menjauhi Kenshin!!", tegas beliau.


"Maksud Mama??", Alana mempertegas pendengaran nya.


"Mama minta kamu menjauhi Kenshin ini demi kesembuhan nya!!".


"Ya tapi kalau kamu tidak ingin Kenshin sembuh..", Mama mengantung ucapan nya.


"Tapi Ma.."


"Mama perhatikan jika Ken bertemu dengan mu dia selalu berusaha mengingat siapa kamu, tapi apa yang terjadi di selalu merasakan sakit di kepala nya begitu hebat".


Aku berusaha tegar untuk tidak mengeluarkan air mata.


"Mama tekan kan kamu jangan pernah berniat untuk menemui Ken lagi dan dalam waktu dekat ini Ken akan kami bawa berobat ke Jepang".


"Ken akan saya jodoh kan dengan keponakan saya di Jepang",Mama beranjak dari duduk nya dan berlalu pergi.


Lama aku tak beranjak dari duduk ku, merenung perkataan Mama tapi berusaha untuk tidak menangis di tempat umum.

__ADS_1


Alana tidak bersemangat melanjutkan perkerjaan nya hari ini ketika jam kerja usai ia bergegas untuk pulang ke rumah dan menangis sejadi-jadi nya meratapi akhir dari kisah nya dengan Kenshin.


Sore itu hujan turun dengan deras secara tiba-tiba di tengah jalan pulang mobil yang di kendarai Alana mogok dan tidak ada satu pun orang yang lewat untuk di mintai tolong.


"Huufff.." Alana mulai putus asa bila memikirkan nasib cinta nya.


Ia menangis sejadi-jadi nya mengingat pembicaraan tadi dengan Mama Kenshin.


"Kamu jahat Ken, kenapa harus aku yang kamu lupakan!!!!..".


"Hikk.. hikkk.. hikkk..!!!"


Mungkin ia sudah capek menangis sehingga ia memutuskan untuk keluar dari mobil dan meninggalkan nya di jalan, ia berjalan gontai di tengah deras nya hujan tanpa payung atau pun jas hujan sembari menangis dengan tatapan kosong.


Cukup lama ia berjalan di tengah hujan namun tiba-tiba tatapan mata nya mulai gelap dan ia pun pingsan di tengah jalan.


"BUGHH!!!.."


Ia hampir di tabrak sebuah mobil hitam.


"Huff.. Kenapa harus mati di depan mata ju sih", umpat nya kesal.


Ia pun turun dari mobil nya dan menghampiri yang ia kira sesosok mayat.


"Alana!!!.."


Rupa nya itu adalah Alka, ia mengangkat tubuh Alana di bawa nya masuk kedalam mobil dan ia bawa ke apartemen karena ia tidak tau harus membawa nya kemana.


Setelah sampai ia pun bingung. "Aduh bikin repot saja, bagaimana cara nya aku mengganti baju nya".


Ternyata Alana demam panas tinggi akibat kehujanan dan terlalu banyak menangis.


Dua hari Alana baru sadar kan diri.


Alka benar-benar merawat nya hingga ia sembuh. Pagi itu tampak Alka sedang membuatkan bubur di dapur untuk Alana, sembari bersenandung ria.


SO AS LONG I LIVE I'LL LOVE YOU


WILL HAVE AND HOLD YOU


YOU LOOK SO BEAUTIFUL IN WHITE


AND FROM NOW,'TIL MY VERY LAST BREATHTHIS DAY I'LL CHERISH


YOU LOOK SO BEAUTIFUL IN WHITE TO NIGHT....


Terdengar suara tepukan dari arah belakang Alka. "PROKK.. PROKKK..."


"Wow, ternyata suara anda merdu sekali ya", puji Alana.


Alka berpaling ke belakang. "Hai, kamu sudah bangun?!".


Alana mengangguk. "Oh, syukur lah", Alka merasa lega.


"Tuan sedang memasak apa?!"


"Aku hanya membuatkan mu bubur hangat".

__ADS_1


"Boleh kah saya bantu?!"


"No, ini sudah selesai hanya tinggal mematikan kompor nya saja", Alka menyerahkan bubur hangat yang di buat nya kepada Alana.


"Ini makan lah, kau belum makan dua hari ini".


"Terima kasih dan rasa nya sangat enak", Alana menyendok bubu buatan Alka dalam mulut.


"Apa tuan memang pandai memasak?!"


"Aku terbiasa hidup mandiri dulu semasa kuliah"


"Boleh aku memakan nya lagi?!"


"Ya silah kan, itu memang aku buat kan untuk mu".


Alana sudah memakan tiga mangkok bubur buatan Alka.


Terlihat Alka sudah segar dan berganti pakaian. "Apa anda tidak ke kantor hari ini tuan?!", tanya Alana.


"Aku daring dari sini".


"Apakah karena saya?!"


"Jangan ge-er, hujan sangat lebat dalam dua hari ini, aku malas ke kantor",Alka memasukan sandwich ke mulut nya.


"Dan bisa kah kau jangan memanggil ku tuan bila kita berdua saja berasa aku ini sudah tuan saja".


"Memang nya harus panggil apa?!"


"Terserah!!"


"Pak Alka?!"


"No, aku bukan bapak mu!!"


"Mas Alka?!"


"Aku bukan mas mu!!"


"Trus apa dong?!, Alana putus asa.


"Panggil Alka saja lagi pula aku lebih muda dari mu"


Alana mencuci mangkok dan gelas bekas nya makan.


"Boleh!!"


Selesai mencuci Alana duduk si balkon kamar sambil memandangi hujan.


"Ken,dulu kita sedekat nadi dan sekarang kita sejauh matahari" mata Alana mulai mengembun.


"Aku kangen Ken"


"Sekarang kamu sangat jauh untuk ku jangkau, aku takut kamu tidak ada di sisi ku".


Alka lewat di depan kamar Alana tanpa sengaja mendengar semua keluh kesah nya. Alka berlalu begitu saja tanpa berniat mengganggu nya, sebenar nya tadi ia ingin mengingatkan Alana untuk minum obat.

__ADS_1


__ADS_2