Bulan Di Belah Dua

Bulan Di Belah Dua
BT2 37


__ADS_3

Hari ini genab 1 bulan Alka di Canada untuk menghubungi Alana pun ia jarang.


"Dek, mbak mau keluar sebentar !"


Pagi-pagi sekali Alana terlihat sudah rapi, ia menenteng tas salempang berwarna navy celana jeans lengkap dengan blouse hitam lengan panjang.


"Mbak Lana mau kemana, ini kan hari libur?!" tanya Kayla keheranan.


"Mbak mau ke suatu tempat!"


"Mbak, Kayla boleh tanya ga?!"


"Emang kamu mau tanya apa?!"


"Udah 1 bulan ini kok mas Alka ga pernah main kesini?!"


"Ohh.., dia lagi ada di Canada?!" Alana menekuk wajah.


"Ohh..!"


"Mbak berangkat dulu ya, bye?!" Alana melangkah keluar dari pintu.


Lama ia berkendara sendirian tanpa tau akan kemana, fikiran nya sedang kalut memikirkan tentang Alka yang tak kunjung menghubungi nya sudah 2 hari ini.


Akhir nya ia memutuskan pergi ke suatu tempat yaitu sebuah danau yang terletak di taman kota.


Dulu saat ia sangat merindukan Kenshin ia selalu datang ke tempat ini.


Ia menumpahkan rasa rindu dan marah nya pada Kenshin dengan menangis di tempat ini namun semenjak mengenal Alka, ia tidak pernah lagi datang ke tempat ini.


Dan sekarang rasa rindu dan marah itu datang lagi Alka telah membuat nya merasa sangat khawatir dan juga rindu.


"Aku merindukan mu..!" ucap nya lirih.


"Hiks.. Hiks..Hiks..!!"

__ADS_1


"Apa segitu cinta nya kau pada anak yang bahkan bukan darah daging mu hingga kau lupa memberi ku kabar..!!!" ucap nya terdengar sangat lirih.


Ada sebuah tangan memegang nya dari arah belakang, itu tangan seorang pria.


"Mungkin kah ini tangan Alka..?!" gumam nya dalam hati.


Alana memalingkan wajah ke arah tangan lelaki itu.


"Al...!" ucap nya penuh semangat.


Seketika wajah nya murung kembali. "Kenshin..?!" ucap nya tak percaya.


"Kamu ngapain di sini sendirian..?!" Kenshin duduk di samping Alana.


"Kamu nangis..!!" ucap nya kembali saat melihat mata Alana yang sembab.


Alana memalingkan wajah nya ke samping. "Kamu ngapain di sini..?!" tanya Alana sebal.


"Kebetulan tadi aku lewat sini dan aku lihat ada mobil kamu di depan".


"Trus..?!" Alana menggantung ucapan nya.


"Kamu sengaja nguping ya?!" sanggah Alana.


"Enak ajja, aku ga sengaja dengar".


"Dasar tukang nguping!"


"Aku ga nguping, Al?!" Kenshin menoel hidung perempuan di hadapan nya dengan gemas.


Deg!!


Alana membelalakkan mata tak menyangka Kenshin akan berbuat seperti itu.


"Kamu ngapain di sini sendirian, ga takut kesambet!" goda Kenshin.

__ADS_1


Alana tak menyahut ia memilih bungkam karena berfikir kalau ia bicara yang sebenar nya pasti Kenshin akan menertawakan nya.


Alana menanggapi nya dengan tersenyum sinis.


"Kapan kalian menikah?!" tanya Alana ragu saat wajah Kenshin berubah muram.


"Tidak akan ada pernikahan antara aku dan Fumiko!" sahut nya sinis.


"Kenapa?!"


"Karena aku masih mencintai seseorang di masa lalu ku!" ucap Kenshin penuh penekanan.


"Bukan nya dia hanya masa lalu yang sudah lama kamu tinggal kan!" balas Alana tak kalah sinis.


Kenshin memutar badan menghadap Alana. "Aku tidak pernah meninggalkan mu percaya lah?!" lirih Kenshin.


"Tapi tidak dengan kamu menerima pertunangan itu!!" sahut Alana penuh penekanan.


"Al saat itu sedang di perdaya mama?!"


"Sekarang kamu mengkambinghitamkan mama!"


"Saat itu aku amnesia, Al?!" lirih nya kemudian.


"Sudah lah Ken untuk saat ini hati ku sedang kalut, aku malas berdebat!"


"Kamu tunggu di sini sebentar, aku punya sesuatu buat kamu!!" Alka beranjak dari duduk nya tak lama kemudian ia kembali dengan menenteng 1 buah kantong kresek hitam di tangan nya.


"Ini buat kamu!" Kenshin menyerahkan 1 buah ice cream cornett* coklat ke sukaan Alana.


Alana tertegun sejenak. "Kamu masih ingat favorit ku, Ken!" lirih nya dalam hati.


"Kamu masih suka ini kan?!" ia juga ikut melahap ice cream di tangan nya.


"Kamu masih ingat, Ken makanan kesukaan aku kalau lagi galau!".

__ADS_1


"Masih dong!"


"Makasih ya?!"


__ADS_2