
Aku dan Kenshin sudah berada di sebuah taman dekat apartemen ku.
Semenjak datang dan duduk di taman ini tak sepatah kata-kata pun kami berdua berkomunikasi, mungkin sedang larut dengan pemikiran masing-masing.
Tiba-tiba benda pipih persegi panjang di dalam tas ku ber bunyi tanda ada seseorang yang menghubungi ku.
Aku mengambil benda tipis tersebut di layar tertulis nama ALKA, aku lantas tak langsung menggeser tanda hijau di layar nya.
Aku mempertimbangkan apa harus ku geser atau tidak.
"Kenapa panggilan Alka belum kamu jawab? dia pasti khawatir?!" Kenshin berkata pada ku.
Aku menatap ke arah nya.
"Udah di angkat ajja, aku ga apa-apa kok! anggap ajja aku ga ada di sini!" ia terkekeh.
Aku menggeser tombol hijau di layar hp ku kemudian melirik sekilas ke arah nya.
"Sayang, kamu di mana?!" yang empu nya suara terlihat sangat mengkhawatirkan aku.
"Aku udah pulang?!" sahut ku singkat.
"Kenapa ga bilang dulu sama aku, aku cariin kamu loh kemana-mana, sayang?!"
"Tadi tiba-tiba kepala aku mendadak pusing!" sahut ku lesu.
"Ya udah sekarang kamu istirahat besok aku jemput kamu, kita ke kantor bareng-bareng oke!"
Aku mengangguk kecil.
__ADS_1
"Good night baby, i love you!"
"Good night!" panggilan terputus.
Aku menarik nafas dalam lalu menghempas nya kasar.
"Aku lelah, Ken dengan hubungan yang seperti ini. Aku benar-benar capek..!" aku menatap nanar ke arah depan.
"Kenapa kamu masih bertahan?"
"Mungkin karena sudah terbiasa dan sering bersama jadi aku mulai takut kehilangan dia!"
Kenshin terkekeh mendengar jawaban ku, aku geram mendengar kekehan nya.
"Apa seperti itu juga saat kamu bersama ku dulu?!"
"Aku malas ngomong sama kamu!!" aku beranjak hendak melangkah.
Aku tersenyum sembari menggeleng kepala menanggapi ucapan pria tampan yang ada di belakang ku.
"Al, aku siap walau hanya jadi teman curhat mu!!!" ucap nya lagi.
Aku mengacung jempol tanda setuju.
Kenshin terkekeh lebar menandakan ia teramat bahagia.
"Ohh.. Ken, seandainya senyum bahagia itu masih milik ku seperti dulu!" keluh ku dalam hati.
*
__ADS_1
*
*
Siang ini seperti nya matahari akan bersinar terik sehingga berteduh di dalam ruangan ber AC adalah pilihan terbaik bagi umat yang bernama manusia.
"Gilang, atur jadwal ku bertemu Alka secepat nya bila perlu siang ini?!" titah nya pada sang bos pemilik perusahaan Daksa Group.
"Bukan nya kita tidak punya urusan dengan perusahaan Smart Group?!" tanya Gilang keheranan.
"Kamu tidak perlu tau alasan nya ini masalah pribadi!" lirik nya dengan tatapan membunuh.
"Baiklah akan saya hubungi sekarang?" Gilang berlalu dari ruangan bos nya.
Tak lama kemudian Gilang masuk ke ruangan bos nya kembali.
"Tuan Alka bersedia bertemu anda siang ini, tuan?!".
"Baik lah, apa tempat nya sudah kau atur!"
"Sudah tuan!"
"Aku akan menyetir sendiri!" ucap Kenshin menerawang kedepan.
"Tolong kamu persiapkan mobil untuk saya!" Kenshin melempar kunci mobil pada Gilang.
Gilang berlalu keluar ruangan lalu turun ke lobby guna menyiapkan mobil untuk tuan nya.
Sementara itu di dalam ruangan CEO Kenshin tengah duduk bersandar pada singgasana kekuasaan nya, kaki ia letak kan di atas meja kerja nya.
__ADS_1
"Pertahanan kan atau lepaskan kamu hanya punya 2 pilihan, Alka!!" Kenshin bergumam sendiri.