
Kenshin memasuki mansion dengan bersenandung ria sesekali bersiul menandakan hati nya sedang berbunga-bunga.
Saat ia melewati ruang tamu tiba-tiba lampu di nyalakan oleh seseorang.
Klik...
"Dari mana kamu?!" tukas ibu nya.
"M.. mama belum tidur?!" tanya nya sedikit gugup.
"Jangan mengalih pertanyaan mama?!" geram sang mama.
"Kenshin habis makan malam dengan klien, ma!"
"Jangan bohong sama mama!" mama nya mendekat.
"Ken tidak bohong, kalau mama tidak percaya silah kan mama hubungi klien tadi!" Kenshin merogoh saku celana nya.
Ia takut mama nya tak mempercayai nya dan mengambil hp di tangan nya lalu menghubungi klien bohongan nya.
"Kali ini mama percaya pada mu!" Kenshin menghembus nafas lega.
"Syukur lah!" gumam nya dalam hati.
"Ada yang ingin mama sampai kan pada mu?!"
Kenshin melirik mama nya sekilas.
"Mama ingin kalian menikah bulan depan, tanggal nya akan mama atur!" tegas mama nya.
"Ma, mama ga boleh kayak gini dong mengambil keputusan sepihak, ini menyangkut masa depan Kenshin!!"
__ADS_1
"Mama tau kamu masih berhubungan sama Alana!"
"Ini ga ada hubungan nya sama Alana", ia menjeda ucapan nya.
"Apa mama yakin Ken akan bahagia menikah sama Fumiko, ga ma!!" lanjut nya lagi.
"Tapi apa kamu akan selama nya seperti ini, Alana juga belum tentu masih mau menerima kamu!".
"Ken juga ga mau menikah tanpa cinta!"
"Ken, mama juga ga mau liat kamu mengejar sesuatu tidak bisa kamu dapat kan sementara sudah ada sesuatu yang sudah pasti di depan mata kamu!" tatap mama nya memohon.
"Sudah lah ma, ini sudah malam Ken ingin istirahat!" ia melangkah meninggalkan mama nya sendirian di lantai bawah.
Sementara itu saat ia hendak melangkah masuk ke dalam kamar samar-samar ia lihat Fumiko di balik pintu kamar nya yang terletak persis di sebelah kamar nya.
Kenshin menghempaskan jas nya ke atas kasur sembari mengusap wajah nya kasar.
"Aaaghhh....!" geram nya.
*
*
*
Alka menghampiri Alana di meja kerja nya, ia ingin mengundang Alana secara langsung ke pesta ulang tahun Ryan.
"Sayang besok malam kamu sibuk ga? punya acara ga?" pertanyaan bertubi-tubi ia ajukan pada perempuan cantik di hadapan nya.
"Oh Alka, aku sangat merindukan panggilan itu keluar dari mulut mu", lirih Alana dalam hati.
__ADS_1
"Aku ingin mengundang mu datang ke acara ulang tahun Ryan besok malam!" Alka duduk di meja kerja menghadap tunangan nya itu.
Lagi-lagi Alana tak menjawab pertanyaan yang di lontarkan Alka pada nya.
Alka meraih kedua tangan nya sembari mengecup nya penuh ketulusan.
"Alka, apa sih mau kamu, aku capek tau ga kamu buat kayak gini. Kalau memang kita udah ga mungkin lagi bersama ya udah kamu terus terang ajja sama aku, jangan kamu gantungin aku kayak gini!" lirih nya dengan berurai air mata.
"Ssttt..! hei kamu kenapa baby!" ucap nya merangkul Alana ke dalam pelukan nya.
Alana menangis menumpahkan segala kekesalan di dada bidang Alka.
Terdengar ada yang membuka pintu namun niat ia urung ketika melihat adegan tangis dan peluk di samping nya.
Alka melirik sekilas memastikan siapa yang datang dan ternyata Robby ingin melaporkan sesuatu namun langkah nya ia tarik kembali ketika melihat bos nya sedang memeluk adik kelas yang pernah ia taksir ketika SMA dulu.
Alana mengurai pelukan Alka.
"Aku sudah lelah menahan semua nya dan jika memang aku harus mundur, aku pasti akan mundur jika kamu meminta nya!" kembali air mata itu tumpah.
Alka menghapus air mata yang berurai di pipi Alana.
"Aku mencintai mu dan akan selalu mencintai mu, sayang!"
Alka mengecup sekilas kening kekasih nya itu.
"Kita hanya akan terpisah oleh maut!"
"Kamu menghadirkan Jessica di antara kita, Alka?!"
"Kamu cemburu baby?!"
__ADS_1
Alana mengangguk pelan.
"Aku suka kamu cemburu!"