
Seminggu kemudian Alka sudah kembali ke kantor, desas desus yang beredar Alka tiba di tanah air bersama mantan istri nya yang telah menjadi istri sah nya sekarang.
"Aku harus menyerahkan surat pengunduran diri ini pada nya, aku tidak bisa menunggu lebih lama. Aku tidak ingin hidup ku hancur lebih lama.!" Alana memejamkan mata nya, ada bulir bening yang keluar.
Setengah jam lagi jam pulang kantor. Aku bisa pastikan akan ada perdebatan panjang setelah aku menyerahkan surat pengunduran diri ini.
Tokk.. Tokkk..
Ku ketuk perlahan pintu ruangan CEO.
"Masuk!!"
Klikk..
Aku membukan handle pintu.
Alka masih duduk di kursi kebesaran nya, ku langkah kan kaki mendekati meja kerja nya menatap lurus ke depan untuk memantapkan hati dan keputusan ku ini.
"Permisi tuan, maaf mengganggu waktu anda. Saya hanya ingin menyerahkan surat pengunduran diri!!" tukas ku tegas.
Alka tersentak melihat ke arah ku.
__ADS_1
"Alana..?!"
Aku menarik kursi mendudukkan bokong ku di sana.
Alka melirik surat pengunduran diri ku sekilas lalu berbalik menatap ku.
"Surat apa itu?!"
"Surat pengunduran diri ku!"
"Apa aku tidak salah dengar?!"
"Iya, pendengaran mu masih berfungsi sangat baik".
"Apa yang membuat mu mengambil keputusan ini?!"
"Aku hanya tidak ingin hancur lebih lama bila masih berada di dekat mu!" sahut ku tegas.
"Itu alasan yang konyol. Bila alasan nya kejadian malam itu, aku minta maaf dari hati yang terdalam. Aku khilaf, aku hanya ingin memiliki mu seutuh nya".
"Kamu ingin memiliki aku seutuh nya?" aku mengulang ucapan nya.
__ADS_1
"Aku ini tunangan kamu, Alka. Kamu tinggal datang ke keluarga aku untuk menetapkan tanggal pernikahan kita, bukan malah menikahi wanita lain dan mencoba memperkosa ku!!" aku menjawab dengan tenang tanpa terpancing emosi.
Alka meraih ku ke dalam pelukan, aku diam tak bergeming.
"Lebih baik kita sudahi saja hubungan ini dari pada ke depan nya kita sama-sama hancur!" ucap ku di dalam dekapan nya.
"I love you, honey. I love you so much..!" ucap nya penuh sesal.
Aku balas memeluk nya sangat erat ingin menumpahkan rasa rindu yang selama ini menumpuk dan sebentar lagi akan aku lepas kan meski akan sangat menyakit kan untuk kami.
"Aku akan sangat hancur bila kamu pergi aku tidak bisa tanpa kamu, you are my mate baby!"
Air mata ku membasahi kemeja nya dan dapat ku rasa kan blouse yang ku gunakan juga basah oleh cairan bening dari mata nya.
"Jangan membuat semuanya akan semakin rumit Alka, dia yang membutuhkan kamu pasti akan hancur dan kembali depresi melihat kau semenyedihkan ini!" Alka tiba-tiba melepaskan dekapan nya mendengar penuturan ku.
"Jadi itu alasan nya?!" jawab nya gusar.
"Iya!!"
"Konyol".
__ADS_1
"Sejak dia kembali yang aku rasa hanya dia dunia mu apa lagi semenjak dia depresi kamu hanya mementingkan dia, kamu tidak tau selama 3 bulan aku menunggu tanpa ada kabar dari mu, kamu tidak tau sekhawatir apa selama aku dalam penantian itu dan selama 1 minggu kemarin kamu kembali menghilang tanpa kabar datang dengan membawa istri siri mu itu!!!" aku menjeda ucapan ku meraup oksigen sebanyak-banyak nya ke paru-paru ku.
"Kamu ada di mana saat aku membutuhkan kamu. Saat aku berduka kamu dimana Alka, dimana?!" lanjut ku murka.