
"It's oke, no problem!" sahut Alka bersandar pada kursi kebesaran nya.
"Apa ada yang ingin anda tanya kan lagi tuan", ucap ku formal.
"Apa kau masih memikirkan laki-laki brengs*k Itu?!"
"Maksud anda?"
"Apa kau masih berharap pada tuan Kenshin?!" tanya nya to the point.
"Sekarang tidak tapi kalau 2 hari lalu iya!"
"Bagus!"
"Maksud anda apa tuan, bertanya masalah pribadi saya?!" tanya Alana kesal.
"Tidak! saya hanya kepo saja"
"Apa kamu ada waktu malam ini?" tanya Alka pada ku lagi.
Alana mengangkat bahu. "Seperti nya tidak ada!".
"Aku dapat undangan makan malam dari Jessica".
"Apa saya akan jadi penyelamat harga diri anda di hadapan mantan istri anda?!"
"Bisa di bilang begitu".
"Baik lah kalau tidak ada yang ingin di bahas lagi, saya keluar dulu", Alana membuka pintu.
"Aku jemput pukul 19.00!!"
Alana tersenyum manis sembari berlalu.
"Ah senyum itu membuat aku berdebar-debar", bisik nya dalam hati.
__ADS_1
"Kenapa anda tersenyum-senyum sendiri tuan??" tanya Robby yang baru saja masuk keruangan nya.
"Rob, apa mungkin Alana akan membuka hati nya untuk ku?!"
"Why not!!"
"Aku memang berharap begitu".
"Saya sangat mendukung sekali bila kalian menjadi sepasang kekasih".
Alka mengusap tengkuk nya. "Apa kau tau di mana alamat apartement nya?"
"Tentu, aku pasti akan membantu anda PDKT dengan nya".
Di luar ruangan bos nya tampak Alana sedang menelpon seseorang.
"Hallo!!"
"Iya hallo?!"
"Iya ini dengan saya sendiri, ini siapa ya?!"
"Hei Gilang apa kau lupa dengan suara ku, ini aku Alana?!"
"Alana?!"
"Iya Alana Mulia!"
"Oh iya saya baru ingat, maaf nona Alana!"
"No problem!"
"Gilang apa kau punya siang ini, ada yang ingin saya titip kan pada mu!"
"Iya boleh, di mana?!"
__ADS_1
"Nanti saya hubungi lagi?!"
"Oke, saya tunggu!"
Panggilan terputus. Alana masuk keruangan bos nya lagi.
"Permisi, sebentar lagi anda ada rapat di cafe XX!" ucap Alana.
"Oke! kamu temani saya, kita berangkat sekarang!" Alka meraih jas di singgasana nya sembari meraih kunci mobil dan tak lupa hp nya.
Alana masih tertegun di tempat dia berdiri saat Alka meraih tangan nya keluar ruangan, beruntung hp sudah ia masuk kan ke dalam saku kemeja setelah ia menghubungi Gilang dan tak lupa ia meraih handbag milik nya.
"Tuan Alka tunggu!!!" teriak Robby mengejar kedua nya keluar ruangan.
"Saya bagai mana?!" tanya lagi.
Alka tak menyahut pertanyaan Robby malah menarik lengan Alana kembali.
"Aku akan menghapus air mata mu Alana, aku berjanji pada diri ku sendiri dan akan ku buat kau melupakan pria brengs*k yang sudah melupakan mu itu!!" bisik Alka dalam hati saat mereka sudah dalam mobil.
"Tuan, tuan apa kau ingin kita terlambat datang ke sana?!" Alka di kejutkan oleh suara Alana.
"Ada apa Alana?!"
"Apakah kita akan rapat di dalam mobil mu ini?!" Alana kesal mengingat janji temu nya dengan Gilang siang ini.
"Kita berangkat sekarang!" Alka melakukan mobil nyamembelah keramaian kota.
Mereka sampai di cafe sebelum rekan bisnis Alka sampai.
"Maaf, saya terlambat datang tuan Alka!" tak berselang lama rekan bisnis yang di maksud pun sampai.
"Langsung saja kita mulai rapat nya, saya tidak punya banyak waktu!" ucap Alka.
Setengah jam kemudian rapat pun usai,
__ADS_1