Bulan Di Belah Dua

Bulan Di Belah Dua
BT2 42


__ADS_3

"Ken, nanti setelah makan siang ada yang ingin mama sampai kan!" ucap nyonya Aiko.


"Mama ingin membicarakan apa?!" jawab nya penasaran.


"Nanti saja setelah makan malam!"


"Ken mau mandi dulu ma?!" ia menaiki anak tangga menuju kamar nya di lantai 2.


Selesai mandi Kenshin turun ke lantai bawah karena ia merasa sangat haus sehabis mandi.


Di dapur ia bertemu dengan Fumiko yang sedang membuat camilan.


Saat ia berpaling ke belakang tak sengaja menyenggol gelas yang di pegang Kenshin gelas itu terjatuh dan hancur berserakan di lantai.


Praanggg....!!!


Saat hendak memungut pecahan gelas jari telunjuk Fumiko tergores dan berdarah.


"Maaf, aku ga sengaja!!" ia meringis kesakitan.


"Telunjuk mu berdarah!" Ken meraih tangan Fumiko.


"Biar aku obati luka mu?!" Kenshin bergegas mengambil kotak obat yang ada di lemari dapur.


Dengan telaten ia membersihkan dan mengobati luka di jari Fumiko.


Fumiko meringis. "Aauuu!!"


Kenshin spontan meniup jari Fumiko yang terluka. "Fuuhh.. Fuuhh...!!!"


Fumiko tertegun memandangi wajah Kenshin yang terlihat tampan 2x lipat bila di lihat dari dekat.


"Biar bi Sumi yang membersihkan nya nanti, lihat tangan mu terluka begini!!" ucap Kenshin perhatian.

__ADS_1


Hati nya seketika berbunga-berbunga mendengar dan melihat Kenshin sangat perhatian pada nya.


"Aku takut kaki mu terluka bila menginjak nya?!" ucap Fumiko lirih.


Kenshin baru ingat ia tidak menggunakan alas kaki saat turun dari kamar tadi.


"Ya udah aku juga minta maaf, membuat jari mu terluka!" ucap nya menyudahi kegiatan nya memplaster jari telunjuk Fumiko.


"Udah selesai!" ucap nya lagi.


"Makasih!"


Kenshin memanggil bi Sumi yang tengah ada di taman menemani mama menanam bunga anggrek yang baru di dapat nya asal Kalimantan tersebut.


*


*


*


"Tentu saja daddy ingat, apa kau menginginkan sesuatu?!" tanya Alka antusias.


"Apa aku boleh minta sesuatu?!"


"Tentu!!"


"Baik lah, aku cuma punya 1 permintaan saja!"


"Apa itu?!" Jessica yang sedari tadi hanya menyimak percakapan anak dan ayah ikut penasaran.


Kenshin juga Ryan serempak berpaling ke arah Jessica.


"Aku cuma minta kalian bersatu kembali, hanya itu!!" Ryan meraih lalu menggenggam jemari kedua nya penuh kehangatan.

__ADS_1


Kedua nya hanya saling melirik.


"Itu tidak mungkin!!" Alka angkat bicara.


Kembali wajah Jessica di tekuk nya.


"Why?!"


"Daddy tidak mungkin bisa bersatu bersama mommy!!"


"Tidak ada yang tidak mungkin dad!!"


"Daddy sudah bertunangan dan daddy sangat mencintai nya!!"


"Aku tidak menyukai nya!!"


"Kamu masih terlalu kecil untuk bicara tentang menyukai!!"


"Aku sangat tidak menyukai nya, aku membenci nya..!!"


"Suka atau tidak daddy akan tetap menikahi nya, ingat itu!!!" ucap nya penuh penekanan kemudian beranjak meninggalkan kedua nya.


Jessica beranjak dari kursi nya kemudian memeluk Ryan dari samping.


"Kamu masih kecil jangan bicara seperti itu sama orang tua dan kita berdua baru saja datang lagi di kehidupan daddy mu", tukas nya menasehati anak nya itu.


"Mommy, kita berdua lebih berhak memiliki daddy bukan dia!!"


"Sudah lah sebaik nya kamu pergi ke kamar sikat gigi mu, cuci tangan dan kaki lalu pergi tidur, oke?!" Jessica mengecup kening anak nya sekilas.


"Good night, mom!!"


"Have a nice dream, boy!!"

__ADS_1


Lalu ia mengemasi barang-barang kotor bersama mbok Tum.


__ADS_2