Bulan Di Belah Dua

Bulan Di Belah Dua
BT2 77


__ADS_3

"Sayang, aku pengen ajak kamu ke suatu tempat waktu awal kita saling dekat, yuk?!" Alka menjemput ku ke apartemen sepulang dia dari kantor.


"Ini kan masih sore Alka, kamu mau ngajak aku kemana?!" tanya ku yang sudah bersiap-siap berangkat.


"Ada deh!" tangan nya menggenggam erat tangan ku.


Aku yang sudah rapi saat dia menjemput karena sebelum pulang kantor tadi Alka sudah menelepon ku, ia ingin mengajak ku ke suatu tempat.


Alka langsung melajukan mobil nya menuju tempat yang ia maksud. Wajah nya sedari menjemput ku tadi tak pernah pudar oleh senyuman menawan membuat aku sedikit bingung.


"Sampai..!!" Alka keluar dari mobil dan membantu ku membukakan pintu mobil.


"Ini kan kantor kamu. Kenapa kamu bawa aku ke sini?" tanya ku heran.


Alka kembali menggenggam tangan ku mengajak ku masuk ke dalam kantor nya dan kami menuju tingkat atas gedung ini.


Kami berdua duduk di tepi gedung sambil memandang lalu lalang umat manusia dari atas gedung kantor nya.


"Kamu ingat ga, di sini awal pertama kita dekat. Aku temanin kamu nangis-nangis di sini, teriak-teriak di sini sampai larut malam baru kita pulang!!" ucap nya mengingat kan memori ku tentang Kenshin.


"Ah, iya aku ingat. Kamu bawa camilan kesini kita makan bareng, curhat bareng!" memori ku kembali ke masa itu.


"Lebih tepat nya kamu loh honey yang curhat ke aku tentang masalah mu sama tuan Kenshin!" ucap nya membela diri.

__ADS_1


"Iya deh iya, aku!"


"Tuh kan ngaku, hehehe!" Alka terkikik geli.


"Ternyata aku orang nya mudah banget jatuh cinta ya, mudah juga kecewa?!" Alana tersenyum mengejek diri nya sendiri.


"Kok kamu ngomong nya kayak gitu sih, seolah-olah kamu menyalahkan diri sendiri!!" sahut Alka gusar.


"Dulu Kenshin sekarang kamu. Kamu tau ga? rasa nya aku ga pengen jatuh cinta lagi, aku takut kecewa lagi!" Mata Alana menerawang jauh ke depan.


"Hei, kamu ga boleh ngomong kayak gitu dong honey. Jatuh cinta itu anugerah buat kita kalau kita ga pernah merasakan yang nama nya jatuh cinta berarti berarti aku dan kamu ga pernah akan ketemu ga akan saling mengenal!"


"Oh ya, rencana nya sekarang kamu mau kerja dimana?" Alka bertanya pada ku.


"Entah lah, aku juga belum tau mau kerja dimana. Lihat nanti ajja deh!"


Alana melihat ke arah nya sebentar lalu berpaling menatap langit malam yang selalu membuat ia suka.


"Sayang, aku minta maaf ya buat kamu kecewa sampai-sampai kamu harus resign!"


"Udah ga usah di fikir kan mungkin ini udah jalan nya. Segala sesuatu pasti ada sebab akibat nya!"


Malam sudah semakin larut tak terasa kami mengobrol akan selarut ini. Alka mengantar ku kembali ke apartemen lalu kemudian ia juga pulang ke mansion, ia berjanji besok ia akan menjemput ku lagi.

__ADS_1


Aku masuk ke kamar lalu mencuci muka dan berganti pakaian setelah itu aku membaringkan tubuh ku ke kasur.


Saat akan terlelap Alka kembali menghubungi ku melalui panggilan video.


"Kamu belum bobo?!"


"Ini baru mau terlelap kamu keburu telepon, kamu udah sampai?!" tanya ku dengan suara serak khas orang ngantuk.


"Belum, aku lagi di jalan. Aku masih kangen tau ga?!"


"Gombal!!"


"Kok gombal sih, aku tuh kangen beneran, sayang!"


"Trus gimana dong aku ngantuk!"


"Ya udah, kamu lanjutin bobo cantik nya, aku bentar lagi sampai!"


"Hm..!"


"Bye honey, good night have a nice dream. I love you!"


"Bye..!"

__ADS_1


Tutt..


Sambungan terputus kemudian Alana melanjutkan acara bobo cantik nya yang sempat terputus.


__ADS_2