Bulan Di Belah Dua

Bulan Di Belah Dua
BT2 20


__ADS_3

Terlihat ART paruh baya tadi berjalan menuju ke arah kami di dapur, ia lalu membuka kulkas memilih milah barang yang ada di kulkas.


"Mbok mau apa?!" tanya ku bangkit dari duduk ku.


"Mau masak makan siang Non!" sahut nya.


"Apa boleh saya bantu??"


Alka menatap kearah ku tak percaya. "Memang nya kamu bisa masak?!" dia seperti nya meremeh kan aku.


Aku tak menjawab pertanyaan nya lalu menghampiri ART yang tengah mencuci sayur dan ayam.


"Mari Mbok saya bantu?!"


"Tidak usah nanti tangan nona lecet dan kasar!"


"Ga pa-pa Mbok, saya biasa masak sendiri kok!"


Dia tampak melirik ke arah Alka dan yang di maksud mengangguk pelan tanda meng iya kan.


"Baik lah kalau nona memaksa!" akhir nya dia mengalah juga.


"Nama mbok siapa??" tanya ku di sela-sela membersihkan sayur.


"Panggil saja Mbok Tum, non" sahut nya.


"Memang nya Mbok Tum sudah berapa lama kerja di sini?"


"Sejak tuan Alka belum lahir, malahan semenjak nyonya Rosa masih remaja".

__ADS_1


"Wow, sudah lama sekali ya Mbok!"


Alka masih asyik memperhatikan kami yang sedang memasak.


Sebelum memasak aku terlebih dahulu menyanggul rambut ku ke atas karena merasa gerah.


"Mbok mereka suka makan pedas ga?!" tanya ku melirik ke arah Alka yang tengah sibuk memainkan hp.


"Tuan besar dan tuan muda tidak suka pedas non"


Aku lalu mulai memasak tak butuh waktu lama masakan ku pun sudah matang semua hanya tinggal menyajikan nya di atas meja.


"Perfect..!" ucap Alka saat aku menyajikan masakan di hadapan nya.


Aku tersenyum kecut. "Duduk lah, makan bersama!" sesaat pandangan kami beradu.


Aku dan Alka jadi salah tingkah di hadapan kakek seperti sedang di pergoki mencuri.


"Hei, kenapa kalian jadi salah tingkah super itu, apa kalian sedang melakukan sesuatu!" tebak kakek.


"TIDAK..!" sahut kami serempak.


Kakek tersenyum melihat tingkah aku dan Alka. "Sudah lah mari kita makan!" Kakek ter senyum menggeleng-geleng.


Selesai makan siang Alka mengantar ku pulang, setelah dari mengantar Alana, Alka langsung pulang ke rumah.


Malam hari nya setelah makan malam Alka bersantai sejenak di ruang tv sembari memainkan hp, sebelum tidur Alka punya kebiasaan berolahraga sejenak guna menjaga kebugaran badan nya.


Setelah hampir 1 jam berolahraga Alka beristirahat sejenak di sana sambil bermain hp di kursi.

__ADS_1


Kakek datang menghampiri Alka di ruang olahraga lalu duduk di kursi sebelah Alka.


"Kakek belum istirahat?" Alka mengusap handuk kecil ke wajah nya yang penuh keringat.


"Minum lah!" Kakek menyodorkan botol air mineral yang telah di buka nya pada Alka.


"Kapan kau akan melamar Alana untuk jadi nyonya tunggal di rumah ini?!"


Alka terperanjat mendengar pertanyaan kakek.


"Jangan kau kira kakek Tidak tau!"


"Tapi kek Alka takut..!"


"Apa yang kau takut, bukan kah dia sudah tidak punya hubungan lagi dengan tuan Kenshin Daksa!" ujar Kakek.


"Alana perempuan yang baik, smart terutama cantik!" puji kakek pada Alana.


"Dia kelihatan nya masih trauma dengan masa lalu nya!"


"Hey, kau belum mencoba man!" Kakek meninju lengan Alka.


Alka memainkan hp di tangan nya tatapan nya menerawang ke depan memikirkan tentang Alana.


Ia akui memang semenjak bertemu Alana fikiran nya selalu di penuhi tentang pujaan nya itu.


"Ungkap kan perasaan mu sebelum terlambat dan ada yang menikung mu!" Kakek beranjak dari duduk nya dan berlalu pergi.


Alka menarik nafas dalam lalu menghela nya sebelum akhir nya ia juga beranjak ke kamar nya untuk istirahat.

__ADS_1


__ADS_2