
"Kamu jahat.. Kamu jahat Alka.. Aku benci kamu.. Aku benci..!!!" umpat Alana marah.
Alka datang menghampiri ku yang berdiri di tengah-tengah hujan deras.
"Maaf kan aku honey, aku khilaf!!" sesal nya.
Plaakkk..!!!
Sebuah tamparan keras ku mendarat tepat di pipi mulus nya.
"Kau ingin memperk*sa ku di apartemen mu sendiri, dasar laki-laki bej*t, kau anggap aku ini j*lang!!" aku benar-benar murka pada nya.
Reiner muncul di belakang tubuh kekar milik Alka wajah nya seperti seekor singa yang hendak menerkam mangsa di hadapan nya.
Buukkkk..
Buukkkkk..
Buukkkkk...
__ADS_1
Tiga pukulan maut ia layang kan ke wajah dan juga perut Alka hingga Alka jatuh tersungkur namun mencoba bangkit mungkin ingin membalas pukulan Reiner.
"Aku tidak menyangka rupa nya kau pria bej*t bukan kah dia itu tunangan mu mengapa tidak kau nikahi saja dia dari pada bersikap seperti seorang pecund*ng seperti ini, bukan malah menikahi mantan istri gila mu itu, bangs*t!!!" ucap Reiner penuh emosi.
Alka bangkit langsung melayangkan pukulan tepat di wajah Reiner hingga membuat sudut bibir nya mengeluarkan darah, aku tidak mencoba melerai kedua nya hanya tertegun menatap mereka yang sedang baku hantam di depan ku.
"Apa kau menyukai Alana, hah?!!" dengan berkacak pinggang Alka membentak Reiner yang sedang mencoba bangkit.
"Iya, aku menyukai nya bahkan aku mencintai nya saat ini tapi aku bersikap pria sejati!!" Reiner bangkit.
"Aku tidak akan melepaskan nya apa lagi pada pria seperti mu!"
"Kau terlalu percaya diri tuan Alka!"
"Heh..!" Reiner tersenyum mengejek melihat ke arah Alana.
"Bohong,,, kalau kau mencintai ku kenapa kau tega ingin menodai ku bukan nya menikahi ku secara sah!!"
"Aku hanya merasa kasihan saja pada nya, honey harus berapa ribu kali lagi aku mengatakan itu pada mu!!" Alka menatap nanar pada ku.
__ADS_1
"Dia bukan tanggung jawab mu, dia hanya bekas istri mu dan anak yang di kandung nya juga bukan anak mu dan satu lagi Ryan juga cuma anak angkat kalian lalu yang mana yang harus kau pertanggungjawabkan!!!" ucap ku berapi-api dengan deraian air mata yang mulai mengucur.
Kemudian aku mendekati nya perlahan dan menyerahkan cincin pertunangan kami lalu meletakkan nya di atas tangan nya.
"Ini aku kembali kan dan mulai sekarang kita tidak ada hubungan apa pun!".
Setelah mengucapkan itu aku membalik kan badan melangkah menjauhi kedua nya yang telah babak belur.
Tiinnnn.. Tiinnnn...!!!
Suara klakson mengagetkan ku dari lamunan aku membalikkan badan dan tiba-tiba kepala ku sangat pusing pandangan ku mulai kabur.
Bughhh...
Aku jatuh terjerembab ke jalan dan selanjut nya aku tidak tau lagi apa yang terjadi pada ku.
Aku terbangun membuka mata melihat ke sekeliling terlihat asing kemudian mencoba bangkit untuk memastikan penglihatan ku namun kepala ku terasa berat dan pusing.
"Aww, pusing sekali kepala ku..!" aku mencoba bangkit dari untuk duduk.
__ADS_1
"Ini kamar siapa..??" ku telusuri setiap isi kamar tersebut dengan pandangan ku.
"Mirip seperti kamar pria tapi kamar siapa ya?!" ucap ku pada diri ku sendiri.