Bulan Di Belah Dua

Bulan Di Belah Dua
BT2 28


__ADS_3

Kini mereka sudah ada di sebuah restaurant jepang suasana nya cukup ramai karena sekarang jam makan siang.


Ingatan Kenshin sudah benar-benar kembali pulih ia masih ingat restaurant favorit Alana.


Cukup jauh memang jarak restaurant dengan kantor tempat Alana bekerja.


Kedua nya menikmati makanan tanpa bersuara sedikit pun, mungkin Kenshin merasa sangat bersalah pada Alana dan tidak tau harus memulai obrolan dari mana.


"Apa kamu sudah benar-benar sembuh, Ken?!" tanya Alana mengusir kecanggungan di antara kedua nya.


"Aku sudah ingat semua nya, Al bahkan setiap menit kenangan kita aku ingat semua!" Kenshin meraih kotak mungil berwarna merah di saku jas nya.


"Ini cincin dari kamu kan?!" ucap nya kembali menatap lekat manik mata coklat milik Alana.


"Cincin itu dulu dari kamu!" Alana menjawab pertanyaan Kenshin dengan tenang.


"Ini cincin pertunangan kita Al..!" Kenshin meringis mengingat semua nya.


"Sudah lah Ken itu hanya masa lalu, lupa kan lah!" Alana menghindar tatapan mata Kenshin.


"Alana, aku baru sebulan yang lalu mengingat semua nya dan sekarang kamu meminta ku melupakan nya lagi!" tatapan Kenshin mulai sendu.


"Seminggu lagi aku akan bertunangan!" tegas Alana.

__ADS_1


"Jangan egois kamu Alana!!" Kenshin sedikit menaikan intonasi nya.


"Aku egois, kamu bilang?!"


Kenshin menatap tajam pada Alana.


"3 tahun aku menunggu amnesia mu sembuh, aku menyaksikan orang yang aku cintai di depan mata ku sendiri menyematkan cincin pertunangan pada wanita lain dengan sangat bahagia, apa itu yang kamu sebut egois?!" tukas Alana mulai meninggi kan suara nya.


Air mata Alana tak bisa di ajak kompromi, cairan bening itu jatuh membasahi pipi mulus seorang Alana.


"Kamu dimana Ken saat aku sedih dan kesepian, saat aku merasa sendiri, aku hancur Ken hancur, sehancur-hancur nya?!" air mata Alana mulai menganak sungai.


Kenshin terenyuh mendengar ratapan perempuan yang masih sangat di cintai nya ini.


"Hapus lah air mata mu Al, kamu tau kan aku tidak bisa melihat mu menangis!" Kenshin tertunduk.


"Aku minta maaf?!" Kenshin merasa bersalah.


"Baik lah, jika tidak ada yang di bahas lagi aku permisi!" Alana bangkit berdiri saat ia hendak beranjak dari kursi tangan nya di tahan Kenshin.


"Aku antar kamu ke kantor?!" Kenshin terlihat sangat menyesali.


"Tidak perlu aku bisa naik taxi!" sahut Alana cepat.

__ADS_1


"Please..!" Ucap Kenshin menunduk.


"Baik lah..!" Alana melangkah mendahului Kenshin.


"Al, kamu duluan ke mobil aku ke kasir dulu!" Alana hanya mengangguk pelan.


Setelah membayar ke kasir Kenshin menyusul Alana ke mobil.


Kenshin melaju dengan kecepatan sedang dengan maksud agar Bisa berlama-lama mantan kekasih nya itu.


"Al, boleh aku minta nomor hp mu?!" Kenshin menyerahkan hp nya pada Alana.


Alana merasa jengah. "Baik lah!" Alana mengisi nomor hp nya di hp milik Kenshin lalu ia serah kan lagi pada Kenshin.


"Makasih, aku save ya!" Kenshin tersenyum bahagia seperti menang lotere.


"Udah sampai!"


"Makasih!" Alana beranjak keluar dari mobil.


"Al..!" terdengar Kenshin memanggil nya lagi Alana hanya memalingkan wajah.


"Kalau aku telepon di angkat ya, bye!" Kenshin meninggalkan kantor tempat Alana bekerja.

__ADS_1


__ADS_2