Bulan Di Belah Dua

Bulan Di Belah Dua
BT2 12


__ADS_3

Ke esokan hari nya aku tidak masuk kerja karena badan ku lemas kepala pusing seperti nya aku demam karena sepulang dari di antar Alka aku kembali menangis di kamar mandi hingga bibir ku membiru hingga pagi nya ketika aku terbangun kepala ku terasa berat, badan ku panas sekali dan terasa remuk redam.


Aku menggigil kedinginan sendiri tak ada yang bisa ku mintai tolong.


Yossie dia mungkin sedang sibuk mengurusi club nya yang di Bali karena baru saja buka.


Dulu ketika aku dan Kenshin masih bersama dia lah yang selalu merawat ku ketika aku demam, dia menyuapi ku memberi ku obat. Ah kini semua hanya tinggal kenangan dan kini aku harus melupakan nya itu juga demi hati ku agar tidak lagi nelangsa.


Dalam 2 hari ini tidak ada satu makanan pun masuk ke mulut ku malam ini aku terbangun pukul 02.00 malam aku merasakan perut ku lapar sekali.


Ku cari makanan di kulkas tak ada satu pun yang bisa ku makan kecuali satu biji buah pisang, aku memakan nya dengan lahap.


"Ah, hampir saja aku mati kelaparan!!" aku meringis.


Ia kembali masuk ke dalam kamar nya, ia mencari sesuatu. "Akhir nya ketemu juga".


Alana menimang-nimang cincin berlian pemberian Kenshin malam itu.


flasback on*


"Alana mau kah kau menjadi istri ku?!!" Kenshin menggamit jemari kiri ku sembari memasangkan cincin berlian yang di keliling swalovski di sisi nya.


Aku mengangguk tanda setuju. "Iya aku mau, Ken!".


flasback off*

__ADS_1


Alana masih menimang-nimang cincin itu di tangan ku.


"Nasib memang tidak ada yang tau Ken, seberapa pun besar nya cinta kita yang dulu tak akan mampu melawat takdir!" Alana berbisik sendiri.


"Aku harus belajar menerima kenyataan bahwa kau bukan milik ku lagi".


"Aku harus move on!!" Alana bangkit berdiri meletakkan cincin itu di meja sebelah kasur nya.


"Aku harus mengembalikan nya besok!!" tekat nya.


Alana kembali merebahkan diri di kasur nya yang empuk, ia memejamkan mata lalu tertidur pulas kembali.


Pagi sekali Alana berangkat menuju perusahaan Smart Group, ia sudah berkutat dengan berkas-berkas yang sudah 2 hari ia tinggal kan.


Wajah bos ku tampak tak bersahabat.


"Huhf!" Alana menghembus nafas kasar.


Robby tampak menghampiri meja kerja ku yang ada di seberang meja bos ku.


"Al, lo kemana ajja 2 hari ini?!" tanya Robby pada ku.


Aku mengerut kening. "Lo tau ga kerjaan bos kita marah-marah ga jelas selama lo ga masuk kerja?!"


"Emang apa hubungan nya sama gw?!"

__ADS_1


"Ga ada hubungan nya sih tapi kan kita-kita yang kena imbas nya".


"Lagi datang b*lan kali!" sahut ku cuek.


"GUE DEMAM, GA ADA YANG NGERAWAT SELAMA 2 HARI INI JUGA BARU TADI PAGI GW MAKAN DI KANTIN!!" aku sengaja mengeraskan suara supaya Alka mendengar nya.


Alka melirik ke arah kami. "Robby kamu silah kan keluar ada yang ingin saya bicara kan dengan Alana", titah nya.


"Apa jadwal ku hari ini?!" tanya Alka kaku.


"Saya belum up date pada Robby tuan ".


"Alka!" sahut nya.


Alana memutar bola mata nya.


"Alana kemari lah!" titah nya.


"Apa kamu sudah benar-benar sehat??"


"Seperti yang anda lihat!" sahut ku kesal.


"Apa kamu demam karena masuk angin" kekeh nya.


"Maaf jas anda belum saya antar ke laundry " ucap ku tidak nyambung.

__ADS_1


__ADS_2