
Seperti biasa Alka selalu menjemput Alana ke apartemen nya dan mereka selalu berangkat ke kantor bersama.
Raut wajah kedua nya tampak berbinar seperti nya hati mereka sedang berbunga.
"Bu Alana kemaren ada yang cari ibu?!" ucap Febi resepsionis yang di tanya Kenshin kemaren.
"Siapa Feb?!"
Alana dan Alka saling berpandangan.
"Ga tau Bu, dia ga kasih tau nama!"
Alka menaikan alis sedang menggeleng kepala tanda tidak tau.
"Trus Kamu bilang saya lagi kemana?!"Alana bertanya lagi.
"Saya bilang ibu Alana sedang ke luar kota.
"Hmm.." Alana dan Alka melangkah menuju lift khusus petinggi perusahaan.
Siang hari nya Kenshin kembali mencari Alana ke kantor.
Di meja resepsionis ia bertemu lagi dengan Febi.
Kenshin datang menggunakan jas berwarna maroon lengkap d3ngan kacamata hitam terdekat du hidung mancung nya.
"Apa ibu Alana sudah ada?!"
"Ibu Alana sudah ada di tempat tuan, apa perlu saya panggil kan!" Febi bermaksud menghubungi Alana lewat telepon kantor karena ia melihat Kenshin sangat ingin bertemu Alana.
"Aku tidak sabar menunggu hari ini Alana, akhir nya setelah 3 tahun penantian mu, sayang!" lirih Kenshin dalam hati.
"Oh ya mbak! saya harus menunggu dimana ya?!" tanya Kenshin tak sabar.
"Silah kan duduk di sana tuan!"
__ADS_1
"Kalau begitu saya tunggu di lobby ajja!" Kenshin melangkah menuju lobby.
"Sayang, maaf ya aku ga bisa temani kamu makan siang?!" Lirih Alka menghampiri Alana ke meja nya.
"Emang kamu mau kemana?!" Alana memutar kursi ke samping arah Alka berdiri.
"Siang ini aku harus berangkat ke Jogja ada meeting investor di sana".
"Hah, kok mendadak!!"
"Sebenar nya aku ingin beritahu kamu kemaren tapi aku lupa?!"
"Hmm.."
"Janji ya jangan marah!" Alka mengacung kelingking.
Alana hanya menatap datar.
"Aku kerja juga kan buat masa depan kita nanti!" bujuk Alka.
"Emang nya kapan kamu berangkat?!"
"Sama?!" pertanyaan Alana pun tak kalah singkat nya
"Sama Robby dong, sayang!" Alka menyentil hidung pujaan hati nya itu.
"Ya udah kamu hati-hati di jalan!" Alka pun berlalu ke luar ruangan.
Alana terkekeh geli melihat tingkah kekasih nya itu, untuk sesaat ia terlintas ingatan nya tentang seseorang yang dulu pernah mengisi relung hati nya.
"Hidup memang penuh misteri, tak ada satu orang pun bisa menebak nya Kenshin!" Alana bergumam pada diri nya sendiri.
Ia melirik arloji di lengan kiri nya. "Sudah saat nya makan siang!" Alana berkemas tak lupa hp ia masuk kan ke dalam hand bag milik nya.
Saat ia melintasi meja resepsionis Alana di kejutkan suara Febi memanggil nama nya.
__ADS_1
"Ibu Alana pria yang kemaren mencari anda datang lagi!"
"Trus dimana orang nya?"
"Sedang menunggu di lobby kata nya".
"Oke! makasih ya Feb!"
"Sama-sama bu Alana!"
Alana melangkah ke lobby mencari-cari siapa orang yang ingin menemui nya sejak kemaren.
Dari kejauhan tampak seorang pria berdiri di depan mobil sport berwarna hitam mengenakan jas berwarna maroon lengkap dengan kaca mata hitam terkait sempurna di hidung mancung nya, orang itu menyilang tangan di dada melirik ke arah suara high heels merah muda yang di kenakan Alana.
Alana terperangah saat tau siapa orang nya, pria yang selama 3 tahun ini ia ganti kan dengan kehadiran seorang Alka Indrayana.
Kenshin pun tak kalah terkejut nya melihat kedatangan pujaan hati nya yang selama ini ia lupakan karena amnesia yang di derita nya.
"Kenshin..!" gumam Alana.
"Hai Alana!" Sapa Kenshin canggung.
"Hai..!" sahut Alana.
"Gimana kabar kamu??" Kenshin berusaha mengusir kecanggungan di antara kedua nya.
"Baik, kamu juga apa kabar!" tanya Alana basa-basi.
"Baik..!"
"Ada yang ingin aku bicara kan sama kamu, Al?!"
"Bicara lah!"
"Apa bisa kita makan siang berdua sambil bicara?!"
__ADS_1
Lama Alana mempertimbangkan ajakan Kenshin. "Bisa!" sahut Alana kemudian.
Kenshin membukakan pintu mobil nya untuk Alana dan mau tidak mau Alana pun mengikuti ajakan mantan kekasih nya itu