
Masa kini...
"Aku pulang ya Sayang. Kamu baik-baik ya."
Randy meraih tangan Seroja untuk ia bawa ke dalam dekapannya. Ia peluk erat tubuh wanita ini sembari ia kecup pucuk kepalanya dengan intens. Curahan cinta dan kasih begitu terasa melalui kecupan-kecupan itu yang seketika membuat hati milik Seroja dipenuhi oleh kehangatan dan bucahan-buncahan kebahagiaan.
Meski raga dan batinnya dipenuhi oleh kehangatan dan kebahagiaan, namun siluet-siluet kebahagiaan keluarga kecil yang berada di dalam foto profil Rosmala, seakan kian mengusik dan mengganggu pikirannya. Membuatnya berada di sebuah persimpangan jalan, akan terus menjalani ini semua atau menghentikan langkah kakinya. Mengakhiri hubungannya dengan Randy.
Merasakan wanita dalam pelukannya hanya terdiam tak memberikan respon apapun, membuat dahi Randy sedikit mengerut. Ia lerai sedikit pelukannya dan menatap lekat wajah ayu wanitanya ini.
Randy meraih dagu milik Seroja, membuatnya sedikit terangkat. Kini lelaki itu bisa dengan leluasa menatap tiap sudut kecantikan yang tersimpan di wajah wanitanya ini. "Sayang ... hei, ada apa denganmu? Aku merasa hari ini kamu terlalu banyak melamun. Ada apa Sayang?"
Sorot mata Seroja yang sebelumnya intens menatap lantai, ia geser dan ia tautkan ke arah depan. Kini pandangan matanya bersirobok dengan pandangan milik Randy. "Bagaimana jika kita akhiri ini semua sampai di sini Mas? A-aku sungguh merasakan sesuatu asing yang tiba-tiba mengusik batinku."
Randy hanya mengulas sedikit senyumnya. Ia paham betul dengan apa yang menjadi kekalutan hati wanitanya ini. Kembali ia rapatkan tubuhnya di tubuh Seroja dan ia peluk dengan erat. "Sudah ya Sayang, saat ini kamu jangan terlalu berpikir yang macam-macam. Semua akan baik-baik saja."
"M-Mas ... aku merasa bersalah dengan ini semua. Terlebih jika aku ingat bahwa aku sudah menjadi setitik air laut yang berhasil masuk ke dalam bahtera rumah tangga yang sudah kamu bangun bersama istrimu. Dan tidak menutup kemungkinan jika seiring berjalannya waktu, air laut itu akan membuat bahtera yang sudah kamu bangun karam di dasar samudra, dan pastinya anak-anak kamu lah yang akan menjadi korbannya Mas."
Randy mengusap-usap punggung Seroja, berupaya mentransfer sebuah ketenangan. "Sayang, sudah ya. Kamu jangan terlalu memikirkan ini semua. Semua akan baik-baik saja. Bukankah sejak pertemuan kita yang pertama, aku sudah berjanji bahwa akan selalu mempertahankanmu? Jadi sampai kapanpun ini semua tidak akan berakhir Sayang."
"T-tapi hubungan kita ini salah Mas. Ini semua salah. Aku salah karena telah menjadi wanita simpananmu. Dan itu semua pasti akan melukai hati istrimu!"
Sungguh, keberadaan foto profil milik Rosmala sukses memporak-porandakan keteguhan hati Seroja. Ia yang sebelumnya diliputi oleh ketenangan dalam menjalin hubungan ini dengan Randy, kini mendadak di dera oleh rasa bersalah yang menghantui. Wajah polos kedua anak Randy lah yang seakan bermain-main di dalam angannya. Menarik paksa akal sehatnya, agar bisa kembali memikirkan dampak apa yang akan diterima oleh dua anak itu.
Randy kembali melerai pelukannya dan menyunggingkan senyum termanis yang ia miliki. Sebelumnya, ia memang merasa bahwa hubungan yang ia jalani bersama Seroja adalah sebuah kesalahan. Namun ternyata ada satu hal yang luput dari ingatannya. "Sudah Sayang... Tak perlu lagi kita bahas perihal ini. Yang paling penting, saat ini kamu tetap berada pada posisimu. Selalu berada di sampingku."
"Mas... "
__ADS_1
"Ssssttt.... " Randy menempelkan jari telunjuknya di bibir Seroja. Ia dekatkan wajahnya di wajah Seroja yang seketika berhasil mengikis jarak yang ada. Dengan penuh kelembutan, lelaki berusia tiga puluh tahun itu mengecup bibir merah jambu milik Seroja yang terlihat lembab dan selalu saja menjadi candu untuknya.
Seroja tidak menolak ciuman yang diberikan oleh Randy. Ciuman yang sebelumnya terasa begitu lembut, kini berubah menjadi pagutan yang kian menuntut. Satu ******* lolos dari bibir Seroja tatkala bibir Randy mulai turun ke bawah, menyusuri leher jenjang miliknya.
Jemari milik Randy yang sebelumnya melingkar di pinggang ramping milik Seroja, perlahan mulai menelusup ke dalam kaos tipis yang dikenakan oleh Seroja dan merangkak naik untuk menyentuh kedua benda padat nan sintal milik wanitanya ini.
"Mas Randy.... "
Sepasang kelopak mata Seroja terpejam, menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh lelakinya ini. Nafasnya kembali memburu seakan didera oleh lautan hasrat yang bergelora. Ia tidak bisa mengelak bahwa saat ini ia ingin menikmati penyatuan raga itu bersama Randy lagi.
"Ingat baik-baik Sayang. Kamu bukanlah wanita simpanan. Kamu adalah istriku. Tepatnya, istri yang dirahasiakan!"
Randy melepaskan pagutan bibirnya. Tanpa basa-basi, ia meraih tubuh Seroja, ia bopong ala-ala bridal style untuk ia bawa ke arah ranjang. Perlahan, ia letakkan tubuh Seroja di atas ranjang itu dan kembali ia berikan sentuhan-sentuhan memabukkan, sebagai prosei awal untuk mencurahkan rasa cinta dan hasrat yang ia miliki untuk wanitanya ini. Dan, penyatuan raga itu kembali terjadi setelah beberapa saat mereka akhiri.
🍁🍁🍁🍁
"Astaga Seroja, sudah berkali-kali aku pertemukan kamu dengan pelanggan yang tajir melintir, tapi mengapa kamu selalu saja menolaknya? Sebenarnya lelaki seperti apa yang kamu mau?"
Laura yang tengah berdiri di depan teras rumah terlihat begitu gemas dengan apa yang dilakukan oleh anak asuhnya ini. Semenjak Seroja menyetujui akan ikut bekerja di bawah naungannya, wanita itu tidak pernah mengerjakan pekerjaannya dengan benar. Bahkan, banyak para pelanggan yang menggunakan jasa Seroja mengeluh karena wanita itu tidak seperti wanita panggilan pada umumnya.
"Mam... aku benar-benar tidak bisa melakukannya. Aku tidak bisa!"
Seroja yang tengah duduk di sofa kecil di teras rumah ini hanya bisa menundukkan wajahnya. Hatinya seakan berperang karena pada dasarnya ia tidak ingin menjalankan pekerjaan ini. Namun keadaan lah yang memaksanya untuk tenggelam dalam kubangan ini.
Laura memijit-mijit pelipisnya. Apa yang dilakukan oleh Seroja terhadap para pelanggan, hanya membuat tekanan darahnya semakin tinggi saja. Bagaimana tidak bertambah semakin tinggi, jika setiap pelanggan yang baru saja selesai berkencan dengan Seroja selalu saja memberikan feedback yang begitu buruk dengan pelayanan yang diberikan oleh wanita itu.
Entah itu senjata milik pelanggan yang didepak dengan lutut Seroja, senjata yang dijepit resleting celana, bahkan sampai senjata milik pelanggan dilumuri oleh lem alteco oleh wanita itu. Hal itulah yang membuat Laura kelimpungan karena harus mengembalikan biaya servis yang sudah diberikan.
Laura membuang nafas sedikit kasar. Ia sadar bahwa ia harus ekstra sabar menghadapi anak asuhnya yang satu ini. Karena ia yakin bahwa suatu saat nanti, Seroja akan menjadi sumber pundi-pundi rupiah yang mengalir deras di rekening pribadinya.
__ADS_1
"Jadi, sekarang lelaki seperti apa yang kamu mau Ja? Semua lelaki tajir sudah aku berikan kepadamu, tapi kamu selalu saja menolaknya. Mau kamu seperti apa?"
"A-Aku.... "
"Bagaimana jika kamu berkencan denganku?"
Obrolan Seroja dan Laura tanpa sadar sedari tadi didengar oleh lelaki tampan berusia tiga puluh tahun yang berdiri di samping rumah milik Laura. Lelaki itu mengayunkan langkah kakinya untuk bisa mendekat ke arah Seroja dan Laura. Dan benar saja, kedatangan lelaki yang tiba-tiba memangkas ucapan Seroja berhasil membuat dua wanita itu menakutkan pandangan mereka ke arah sumber suara.
"Anda siapa?" ucap Laura yang sedikit terkejut dengan kehadiran tiba-tiba lelaki tampan ini.
Lelaki itu mengulurkan tangannya. "Saya Randy."
Laura menyambut baik uluran tangan lelaki bernama Randy ini. "Saya Laura dan itu anak asuh saya, Seroja!" Laura melepaskan tautan jemari tangannya dari jemari milik Randy. "Jadi, apakah Anda bermaksud untuk mengajak Seroja berkencan?"
Randy mengangguk mantap. "Iya, saya bermaksud untuk mengajak Seroja berkencan. Bahkan bukan hanya berkencan saja."
Laura dan Seroja saling melempar pandangan, tidak terlalu paham dengan apa yang diucapkan oleh lelaki ini. "Maksud Anda bagaimana? Saya sungguh tidak paham."
"Saya bermaksud untuk menjadikan anak asuh Anda ini sebagai istri saya. Istri kedua saya!"
.
.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Ulalaaa... perlahan, kehidupan Seroja di masa lalu terkuak. Kini waktunya untuk melanjutkan di masa kini ya kak... Yang sudah tidak sabar menantikan kemunculan Fakhru dan keluarga besar Juna, inshaAllah mulai part-part selanjutnya akan hadir menemani kakak-kakak semua. Jadi tetap temani dan semangati author remahan kulit kuaci ini hingga END ya kak...
Banyak cinta untuk kakak-kakak semua... 😘😘
__ADS_1