
Tubuh Seroja masih membeku kala mendengar kalimat-kalimat yang penuh dengan ketulusan terucap dari bibir lelaki shaleh yang duduk di belakangnya itu. Untaian-untaian kalimat yang terdengar begitu manis bak secawan madu yang mampu menghapus pahitnya empedu yang sebelumnya memenuhi dinding-dinding kalbu. Tubuhnya sedikit bergatar kala merasakan cahaya cinta yang mulai menelusup masuk, memberikan seberkas cahaya terang di dalam relung-relung hati.
Ingin rasanya ia menganggukkan kepala. Menerima kehadiran sosok lelaki ini dengan sepenuh jiwa. Namun ada dua hal yang membuatnya berat untuk menerimanya.
"A-aku hargai akan semua rasa yang kamu miliki untukku, Ru. Namun, aku tidak bisa menerima ataupun menyambutnya."
Kata itulah yang lolos dari bibir Seroja, yang menjadi jawaban atas segala niat baik yang disampaikan oleh Fakhru. Sebuah jawaban yang mungkin akan menyakiti hati lelaki shaleh itu. Namun ia yakin bahwa apa yang menjadi keputusannya ini, merupakan keputusan terbaik yang ia ambil.
Seroja membalikkan badan. Ia sedikit mencuri pandang ke arah lelaki yang berada di hadapannya ini. Kedua bola mata lelaki itu juga nampak sembab. Mungkin karena ikut menumpahkan air mata.
Senyum penuh kegetiran nampak membingkai wajah tampan milik Fakhru. Ia mencoba untuk tetap tersenyum di tengah kegetiran hati yang ia rasakan.
__ADS_1
"Beri aku satu alasan mengapa kamu tidak menyambut perasaanku, Seroja!"
"Aku tidak pantas untukmu Fakhru! Kamu pantas mendapatkan wanita yang jauh lebih baik daripada aku!"
Sebuah alasan yang mungkin terdengar begitu klise, namun memang seperti itulah yang dirasakan oleh Seroja. Lelaki itu pantas untuk mendapatkan seorang wanita yang jauh lebih baik darinya. Yang pastinya tidak memiliki masa lalu yang kelam seperti apa yang ia lalui. Dan sejatinya wanita yang pantas bersanding dengan Fakhru sudah berada di dekatnya, yaitu Adiba.
Terikat akan sebuah janji yang telah ia ucapkan di hadapan Adiba, juga menjadi salah satu alasan yang membuat wanita itu tidak menyambut kehadiran Fakhru.
Seakan belum puas dengan alasan apa yang diucapkan oleh Seroja, Fakhru masih tetap meminta wanita itu untuk mengatakan akan alasan yang sebenarnya memberatkan wanita itu.
Seroja mengangguk pelan. "Ya, hanya itu Fakhru. Aku merasa tidak pantas untuk menjadi pendamping hidupmu."
"Lalu, lelaki seperti apa yang pantas untuk menjadi pendamping hidupmu, Seroja? Apakah seperti mantan suamimu?"
__ADS_1
Pertanyaan telak yang keluar dari bibir Fakhru sukses membuat tubuh Seroja terperanjat seketika. Sebuah pertanyaan yang memaksanya untuk kembali membuka memori akan semua yang pernah tercipta antara ia dengan lelaki yang ia cinta. Seroja terkesiap, kala siluet wajah lelaki yang masih tersimpan rapi di dalam hati kembali menari-nari di dalam otaknya.
"A-aku.... "
Suara Seroja tercekat di dalam tenggorokan. Lidahnya kembali terasa kelu dan bibirnya sedikit bergetar. Tak mampu untuk mengucap sepatah katapun. Hari terakhir di mana ia melepaskan Randy kembali hadir di dalam ingatannya. Hari di mana ia mengambil sebuah keputusan besar dalam hidupnya, melepaskan seorang laki-laki yang masih begitu ia cinta.
Fakhru memindai ekpresi wajah wanita yang ada di hadapannya ini. Ia mengukir sedikit senyum di wajahnya kala menangkap sinyal-sinyal cinta yang masih terlihat jelas di wajah ayu wanita itu.
"Aku bisa menerima alasan bahwa kamu masih mencintai lelaki yang menjadi mantan suamimu, Seroja. Namun aku tidak bisa menerima alasan bahwa kamu tidaklah pantas untukku." Fakhru menghela nafas sedikit berat dan ia hembuskan perlahan. "Karena, di saat seorang pendosa memilih untuk bertaubat, dengan sebenar-benarnya taubat, ia pantas bahkan sangat pantas untuk mendapatkan sosok seorang imam yang sempurna."
ππππππ
Mon maaf pendek dulu ya Kak.. Hihihihi keburu dipanggil antran di poli umumπππ inshaAllah nanti saya lanjutkan lagiβ€οΈβ€οΈ
__ADS_1