
Lagi, tubuh Seroja terhenyak seketika kala Fakhru mengakhiri ucapannya. Pemuda tampan nan shaleh itu lagi-lagi membuat bibirnya terkatup, lidahnya kelu dan tidak mampu berucap apapun. Ia sungguh terkesima dengan apa yang menjadi pola pikir teman masa kecilnya ini. Dan, yang lebih membuatnya begitu takjub dengan cara berpikir Fakhru adalah lelaki itu begitu menjunjung tinggi apa itu makna bertaubat. Di mana setelah seorang pendosa bertaubat, ia memiliki kesempatan yang sama bahkan dalam hal mendapatkan sosok seorang pendamping hidup yang sempurna. Bukankah itu menjadi salah satu sumber kebahagiaan? Bisa kembali ke dalam dekapan cinta dan kasih sayang Allah dan mendapatkan cinta dari makhluk bergelar laki-laki yang sempurna.
Dalam heningnya, Seroja terjebak dalam pikirannya sendiri. Kegamangan kembali hadir menyergap hati dan pikirannya. Hingga tubuhnya pun kembali terpaku dan membeku.
Fakhru tergelak lirih kala melihat ekspresi wajah Seroja yang terlihat begitu terkesima itu. Di saat-saat seperti ini, wanita itu justru terlihat semakin memukau akan kecantikan yang ia miliki.
"Bagaimana? Apa setelah kamu mendengarkan apa yang aku ucapkan ini, kamu berubah pikiran? Dan bersedia menyambut perasaanku, Seroja?"
Seroja terkesiap. Lagi-lagi Fakhru hanya bisa membuatnya termangu. Namun sekilas bayangan Adiba muncul memenuhi benaknya. Ia teringat akan janji yang telah terucap dari bibirnya. Wanita itupun hanya bisa tersenyum simpul di hadapan Fakhru dan menggeleng pelan.
"Maaf Fakhru, aku tetap berada pada pendirianku. Aku sungguh tidak bisa menyambut perasaanmu. Kamu bisa mengerti kan?"
Seroja bahkan tidak perduli jika ia dianggap sebagai wanita bodoh karena menolak kehadiran pemuda tampan nan shaleh ini. Namun, Seroja memiliki sebuah prinsip bahwa janji yang telah ia ucapkan harus ditunaikan. Dan janji itu melibatkan perasaan wanita lain. Pastinya akan sangat menyakiti Adiba jika sampai tahu bahwa ia menerima dan menyambut kehadiran Fakhru. Di samping itu, benar apa yang diucapkan oleh Fakhru, bahwa saat ini sosok Randy masih merajai hati. Nama lelaki itulah yang masih memenuhi ruang-ruang di dalam hatinya.
Senyum manis kembali terbit di bibir Fakhru, hingga menampilkan gigi gingsul dan lesung pipi yang semakin menambah pesona tampan lelaki itu.
"Tidak mengapa, Seroja. Aku menghargai apapun yang menjadi keputusanmu. Meski saat ini kamu menolakku karena beranggapan bahwa kamu tidak pantas untukku, namun aku percaya suatu saat nanti, kamu akan mendapatkan sosok seorang lelaki yang sempurna. Dan satu lagi yang aku minta. Jangan beranggapan bahwa kamu tidak pantas mendapatkan sosok seorang imam yang sempurna. Karena sejatinya, kamu pantas mendapatkan itu semua Seroja, kamu pantas."
Seroja menganggukkan kepala. "Iya Ru, semoga suatu saat nanti, aku menemukannya. Pastinya di waktu yang tepat. Di mana, aku sudah benar-benar menjadi hamba Allah yang bertakwa."
"InshaAllah, Seroja. Aku akan senantiasa mendoakanmu." Fakhru kembali menatap teduh manik mata wanita yang ada di hadapannya ini. "Kita masih akan tetap berteman bukan?"
Seroja tersenyum simpul seraya mengangguk pelan. "Itu sudah pasti Ru. Kita akan selalu berteman, sama seperti dulu. Di mana kamu satu-satunya teman yang aku miliki."
"Bahkan jika saat ini kamu menjadikan aku satu-satunya lelaki yang kamu cintai, aku juga akan berkenan, Seroja."
Kedua bola mata Seroja terbelalak dan membulat sempurna. Pemuda ini lagi-lagi hanya bisa membuatnya terperangah. "Fakhru...?"
__ADS_1
Fakhru tergelak seketika menangkap ekspresi kesal yang ada di wajah Seroja. "Aku hanya bercanda, Seroja. Aku paham betul dengan apa yang kamu rasakan untuk mantan suamimu. Semoga kalian senantiasa diberikan yang terbaik oleh Allah. Dan jika suatu saat nanti kalian kembali dipertemukan, aku berdoa semoga kalian kembali dipertemukan dalam keadaan yang jauh lebih baik pula."
"Aamiin ... terimakasih banyak Fakhru."
Seorang gadis yang sedari tadi bersembunyi di luar rumah Seroja, tepatnya di samping teras, tersenyum penuh arti kala mendengarkan percakapan diantara Seroja dan Fakhru. Ia benar-benar dibuat terkesima dengan apa yang dilakukan oleh wanita yang beberapa saat yang lalu telah berjanji akan membantunya untuk bisa lebih dekat dengan Fakhru. Gadis itu tidak pernah menyangka jika wanita itu benar-benar akan menunaikan janjinya.
Terimakasih banyak mbak Seroja. Aku benar-benar bersyukur pernah bertemu dengan sosok wanita sepertimu. Pastinya seorang wanita yang dapat dipercaya.
🍁🍁🍁🍁
Matahari mulai menampakkan wajahnya. Bias-bias sinar keemasannya mulai menembus kaca-kaca jendela yang berhadapan langsung dengan arah terbitnya raja siang itu. Memberikan seberkas kehangatan bagi para penduduk di bumi, yang pastinya menjadi suplay semangat untuk menapaki hari-hari.
"Mbak, di depan ada yang mencari mbak Seroja!"
Kehadiran Ana di ambang pintu kamar, membuat tubuh Seroja yang sedang menata tempat tidur, terperanjat seketika. Ia menoleh ke arah sumber suara dan terlihat, Ana sudah berdiri di depan kamar.
Dahi Seroja sedikit mengerut. Ia heran siapa gerangan tamu yang mencarinya di pagi hari seperti ini. "Siapa Sus? Kok tumben ada yang mencariku di pagi seperti ini?"
"Baiklah Sus, aku akan segera ke sana. Oh iya suster Ana jika ingin memasak, di kulkas ada ikan nila ya. Dibuat kuah merah saja, sepertinya Alamanda akan sangat menyukainya. Sedangkan ibu, nanti biar aku saja yang memandikan, sebelum aku berbelanja kain di toko yang ada di seberang jalan raya."
"Baik Mbak."
Seroja melangkahkan kaki untuk menuju teras. Terlihat, seorang wanita tengah berdiri dalam posisi memunggunginya. Dari punggungnya, Seroja bisa mengenali siapa wanita itu.
"Nena?"
Suara Seroja berhasil membuat wanita yang tengah berdiri memembelakanginya itu berbalik badan. Dan benar saja, wanita itu adalah Nena, salah seorang anak asuh Laura.
"Seroja!"
__ADS_1
Nena mendekat ke arah Seroja. Dan tiba-tiba wanita itu memeluk erat tubuhnya. Seroja sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan oleh salah satu anak asuh Laura ini. Karena wanita ini menangis di dalam pelukannya.
"Nena, ada apa? Mengapa kamu tiba-tiba menangis seperti ini?"
"Tolong aku, Seroja. Tolong aku!"
Seroja sedikit terhenyak dengan apa yang diucapkan oleh Nena. Wanita ini meminta pertolongan kepadanya. Pertolongan seperti apa yang bisa ia lakukan untuk wanita ini?
Seroja melerai sedikit pelukannya. "Silakan duduk dulu, Nen!"
Wanita bernama Nena itu menurut. Ia kemudian duduk di lincak yang ada di teras rumah Seroja. Seroja pun ikut duduk di samping wanita ini.
"Ada apa Nena? Apa yang bisa aku bantu?" ucap Seroja mulai membuka pembicaraan dengan anak asuh Laura ini.
"Berikan aku pekerjaan, Ja." Nena menyeka air mata yang mulai jatuh dari pelupuk matanya. Dan berupaya untuk menahan rasa sesak yang menghimpit dada. "Sejak kasus pembunuhan yang terjadi beberapa saat lalu, membuat semua aktivitas di lokalisasi ini dihentikan secara paksa oleh pihak yang berwajib. Bahkan karaoke dan panti pijat saja tidak diperbolehkan untuk buka. Aku bingung, Seroja. Aku bingung. Bahkan tidak hanya aku saja. Semua orang yang tinggal di sekitar sini juga kehilangan pekerjaannya."
Seroja terkesiap dengan apa yang diucapkan oleh Nena ini. Apa yang diucapkan oleh salah satu anak asuh Laura ini memang benar adanya. Sejak beberapa saat lalu, tepatnya sejak kasus pembunuhan itu terjadi, banyak wanita-wanita seusianya yang luntang-lantung tidak memiliki pekerjaan. Sungguh keadaan yang begitu kontras dengan apa yang jalani saat ini. Di saat mereka kehilangan pekerjaan, ia justru diberikan rezeki oleh Allah yang berlimpah, pastinya melalui orderan-orderan jahit yang tiada pernah berhenti setiap harinya.
Seroja menatap iba wanita ini. Hatinya sedikit tergerak untuk bisa membantu Nena, dan bahkan mungkin Nena-Nena lain yang saat ini tengah kehilangan pekerjaannya.
Seroja hanya bisa mengulas sedikit senyum manis di bibirnya. Ia pun meraih telapak tangan Nena dan menggenggamnya erat. "Doakan aku agar bisa membantumu ya Nen."
"Terimakasih Seroja. Terimakasih!"
Ya Allah, mungkinkah saat ini adalah waktu yang tepat bagiku untuk menerapkan apa itu khairunnas anfauhum linnas? Bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bisa memberikan manfaat untuk sesama manusia. Jika memang benar, bantu aku untuk melakukannya ya Rabb.
.
.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁
Seroja tetap menolak Fakhru ya Kak.. Hihihihi hihihihi hihihihi...😆😆😆