Cahaya Cinta Untuk Seroja

Cahaya Cinta Untuk Seroja
CCUS 31 : Rencana


__ADS_3


Angin malam berhembus sepoi-sepoi membelai lembut kain gordyn di jendela apartemen milik Seroja. Udara dingin tetiba menelusup memenuhi ruangan ini akibat jendela itu dibiarkan oleh sang pemilik apartement terbuka lebar. Dengan dalih ingin mencoba mencari kesejukan yang dihadirkan oleh angin malam ini.


Seroja masih nampak terbuai dalam lautan mimpinya. Tubuhnya masih nyaman berada di dalam pelukan Randy dan kepalanya masih terlihat begitu nyaman bersembunyi di dada bidang milik lelaki ini. Sampai larut malam Seroja mendengarkan cerita kehidupan Randy yang hingga saat ini tidak pernah ia ketahui. Bahkan mungkin tidak akan pernah ia tahu seandainya saja ia tidak mendapatkan teror ini. Karena sejauh ini yang ia tahu, Randy telah beristri dan memiliki dua orang anak. Tanpa ia tahu bahwa ada cerita seperti itu di balik pernikahannya dengan Rosmala. Hingga pada akhirnya, rasa kantuk itu tiba-tiba datang mendera. Tidak kuasa untuk menahan godaan hasrat ingin memejamkan mata, wanita itu tertidur di pelukan Randy.


Sedangkan Randy, lelaki berusia tiga puluh tahun itu nampak tidak bisa memejamkan matanya. Berkali-kali ia menguap namun kelopak matanya sungguh tidak bisa diajak berkompromi. Kelopak mata itu sama sekali tidak mau terpejam. Sehingga hanya membuat lelaki itu terus menikmati wajah cantik wanita yang begitu ia cintai ini. Sesekali lelaki itu tersenyum simpul melihat betapa nyenyak wanitanya ini, sampai membuat ia tidak tega untuk membangunkan wanitanya ini meski di tangan kanannya sudah terasa begitu pegal dan kebas karena menjadi alas kepala Seroja.


Pandangan mata Randy mengedar ke sekeliling kamar. Mungkin, lelaki itu tidak bisa memejamkan mata karena harus tetap dalam keadaan terjaga. Ia begitu khawatir jika tiba-tiba ada seseorang yang kembali menyelinap masuk ke dalam apartemen ini.


Lelaki itu tenggelam dalam pikirannya sendiri. Mencoba untuk merangkai kejadian demi kejadian yang dialami oleh Seroja hari ini. Entah mengapa, ia semakin meyakini bahwa teror yang diterima oleh Seroja ini ada kaitannya dengan Rosmala. Ia berupaya untuk menepis segala prasangkanya, namun tetap saja hatinya tetap berbisik jika Rosmala ada di balik ini semua.


Randy kembali mengingat satu tahun belakangan ini. Rosmala yang biasanya bersikap seperlunya saja tehadapnya, mendadak berubah selalu bersikap manis di hadapannya. Wanita itu juga nampak semakin manja. Entah apa yang terjadi kepada wanita itu. Ia merasa bahwa Rosmala sudah mulai memiliki perasaan terhadapnya. Namun, itu semua tidak akan berpengaruh apapun terhadapnya, karena hatinya lebih dahulu terpikat dan jatuh hati terhadap Seroja.

__ADS_1


Lama Randy tenggelam dalam pikirannya, membuat mata lelaki itu terasa semakin berat. Perlahan, kelopak matanya menyipit dan semakin menyipit. Hingga akhirnya, lelaki itu juga ikut menyusul Seroja ke alam mimpi.


🍁🍁🍁🍁🍁


"Kamu sudah siap bukan Fer?!"


Ferdi nampak sudah berada di teras rumah Rosmala. Lelaki itu gegas ke kediaman Rosmala, karena wanita itu memintanya untuk menjalankan rencana terhadap Seroja malam ini.


Ferdi menganggukkan kepala. "Iya Nyonya. Saya sudah siap."


Tidak ingin segala rencana yang ia susun gagal total, Rosmala kembali mengingatkan apa saja yang harus dilakukan oleh Ferdi. Seperti seorang anak buah yang begitu patuh kepada sang bos, lelaki itu lagi-lagi menganggukkan kepala.


"Paham Nyonya. Saya pastikan, malam ini kita akan berhasil untuk menjalankan rencana kita ini."

__ADS_1


Rosmala tersenyum lebar. Ucapan Ferdi ini sungguh seperti pemantik semangat untuknya. "Bagus. Tidak sia-sia aku melimpahkan semua pekerjaan ini kepadamu."


Rosmala bangkit dari posisi duduknya. Ia pastikan bahwa rumahnya ini sudah terkunci dengan sempurna, dan mulai melangkahkan kakinya untuk bersegera pergi dari tempat ini.


"Ayo kita berangkat! Aku sungguh sudah sangat tidak sabar untuk memberikan pelajaran kepada wanita ja*lang itu!"


Diikuti oleh Ferdi yang juga mulai bangkit dari posisi duduknya, lelaki itu juga mulai mengayunkan kakinya untuk bersegera meninggalkan tempat ini. Keduanya masuk ke dalam mobil dan perlahan mobil itu mulai bergerak menembus pekatnya malam menuju apartemen milik Seroja.


Bersiap-siaplah kalian untuk menerima kejutan dariku!


.


.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁


__ADS_2