Cahaya Cinta Untuk Seroja

Cahaya Cinta Untuk Seroja
CCUS 75 : Digerebek?


__ADS_3


Udara dingin masih setia memeluk jiwa-jiwa yang tengah lelap dalam buaian mimpi. Meski udara terasa begitu dingin menusuk tulang, namun tidak sedikitpun mengusik ketenangan jiwa-jiwa itu hanya untuk sekedar bergeliat ataupun membuat tubuh mereka bergeser. Mereka nampak begitu lelap dan tidak sedikit pun terusik oleh hawa dingin yang memasuki ruangan.


Tubuh yang lelah dan mungkin rasa kantuk yang mendera, seakan semakin membuat keduanya berada dalam posisi paling nyaman. Tidak ingin sedikitpun diganggu gugat oleh hawa dingin, suara-suara binatang malam ataupun hewan-hewan bersayap seperti nyamuk yang berterbangan di ruangan ini.


Air langit telah berhenti turun dari langit. Setelah semalaman mereka menjatuhkan dirinya untuk membasahi bumi manusia yang gersang, pada akhirnya mereka memilih untuk beristirahat sejenak. Barangkali, saat ini mereka kembali membuat koloni titik-titik air di dalam perut awan mendung, dan jika sudah saatnya mereka akan kembali menjatuhkan diri untuk menjadi guyuran air hujan lebat di permukaan bumi.


Sayup-sayup suara adzan mulai terdengar memecah kesunyian hari yang sudah merangkak ke waktu pagi. Diiringi dengan kokok ayam jantan yang juga mulai terdengar bersahutan, seakan semakin menambah suasana riuh menyambut kehadiran sang mentari.


"Loh, mobil siapa ini? Mengapa berhenti di sini?"


Kumpulan bapak-bapak yang berasal dari sebuah kampung yang berada tidak jauh dari tempat tumbangnya pohon yang menghalangi laju kendaraan Fakhru sedikit keheranan karena melihat ada sebuah mobil yang berhenti di tempat ini.


"Coba ketuk kaca mobilnya! Barangkali mereka tidur di dalam mobil!" ucap salah seorang bapak yang ikut di dalam kumpulan bapak-bapak itu.


Mereka sengaja datang berbondong-bondong datang ke lokasi ini, setelah mendapatkan laporan bahwa ada pohon besar yang tumbang dan menghalangi jalan. Namun tatkala mereka tiba, kumpulan bapak-bapak itu dibuat sedikit terkejut karena ada sebuah mobil yang berhenti di lokasi ini.


Tok... Tok... Tok...


Salah seorang bapak itu mencoba mengetuk kaca mobil. Namun sayang, berkali-kali ia mengetuk kaca, sama sekali tidak ada sahutan.


"Tidak ada orang di dalam mobil ini, Pak. Lalu kira-kira pergi ke mana pengemudi mobil ini?" ucap salah seorang bapak yang berusaha untuk membangunkan seseorang yang ia anggap tengah tertidur di dalam mobil.


Kumpulan bapak-bapak itu saling melempar pandangan. Nampak semua yang hadir di tempat ini semakin penasaran ke mana pengemudi mobil yang berhenti di tepi jalan ini. Sesekali, mereka mengedarkan pandangan ke arah sekeliling, dan ketika sorot mata mereka berhenti pada sebuah bangunan rumah yang sudah sejak lama tidak berpenghuni, mereka kembali saling menautkan pandangan. Nampaknya, kali ini yang ada di dalam kepala mereka, sama. Yaitu, pengemudi mobil ini masuk ke dalam rumah itu.


Tanpa diberikan sebuah instruksi, kumpulan bapak-bapak itu mulai mengayunkan langkah kaki mereka untuk menuju rumah tak berpenghuni itu.

__ADS_1


Jeglerrr!!!!


Fakhru dan Adiba yang masih nampak lelap dalam tidur mereka, tiba-tiba terperanjat kala mendengar suara pintu yang dibuka secara kasar. Keduanya sama-sama mengerjapkan mata untuk meraih kesadarannya. Betapa terkejutnya dua orang itu tatkala melihat kumpulan bapak-bapak sudah memenuhi ruangan ini. Mereka pun menggeser posisi masing-masing dan duduk di tepian lincak yang mereka gunakan untuk merebahkan tubuh.


"I-ini ada apa ya Pak? Mengapa Bapak-bapak berkumpul di tempat ini?"


Fakhru melanyangkan sebuah pertanyaan masih sembari mengumpulkan nyawa. Sedangkan Adiba, gadis itu hanya menampakkan raut wajah yang dipenuhi oleh keterkejutan karena tiba-tiba di tempat ini dikerumuni oleh orang banyak.


"Ohhh ... jadi kalian ini pasangan yang tengah berbuat me*sum?" ucap salah seorang bapak mencoba menerka apa yang dilakukan oleh Fakhru dan juga Diba di tempat ini.


Fakhru dan Adiba terkesiap. Keduanya hanya bisa terperangah saat mendengar tuduhan dari bapak-bapak yang berkumpul ini.


"Maksud Bapak-bapak sekalian apa? Siapa yang berbuat mesum? Kami sama sekali tidak berbuat apapun di tempat ini selain hanya menumpang untuk beristirahat." Ucap Fakhru mencoba menjelaskan. Ia teramat tidak paham dengan maksud perbuatan mesum yang dituduhkan oleh kumpulan bapak-bapak ini.


"Halahhh ... jangan menyangkal lagi kalian! Jika kalian bukan pasangan mesum, coba tunjukkan kepada kami bahwa kalian memang pasangan yang sah!"


"K-kami ...."


"Nah, benar bukan bahwa kalian ini adalah pasangan mesum. Kenyatannya, kalian tidak bisa memberikan bukti kepada kami bahwa kalian adalah pasangan yang sah," timpal salah seorang Bapak yang memangkas ucapan Fakhru.


Bapak itu menjeda sejenak ucapannya sebelum ia lanjutkan kembali. "Bapak-bapak, mari kita arak sepasang manusia ini untuk keliling desa. Karena mereka telah berani berbuat mesum di tempat ini."


Ucapan si bapak yang terdengar memprovokasi teman-temannya yang lain, sukses membuat Fakhru dan Adiba terkejut setengah mati. Dari raut wajah bapak-bapak ini sangat nampak seperti orang-orang yang sudah tidak dapat lagi membendung amarahnya. Mereka sakan berancang-ancang untuk segera mengarak Fakhru dan juga Adiba.


"Tunggu, tunggu sebentar Pak!" pinta Fakhru tatkala melihat bapak-bapak ini sudah semakin merupakan tubuh mereka ke arahnya.


"Ada apa lagi? Apa lagi yang akan kalian jelaskan, hah? Kalian benar-benar sudah terbukti berbuat mesum dengan berdua-duaan di rumah kosong ini. Mau mengelak seperti apa lagi kalian?" timpal bapak yang lainnya, seakan dipenuhi oleh emosi jiwa.

__ADS_1


"Betul itu. Daripada kampung kami ini mengalami kesialan karena ada dua orang yang berbuat mesum di tempat ini, lebih baik kalian kami arak. Biar tahu sanksi sosialnya seperti apa. Ayo Bapak-bapak, kita arak orang ini untuk keliling kampung!"


"Ayo....!!!"


"Tunggu!"


Teriakan seseorang yang berada di ambang pintu, sontak membuat orang-orang yang berada di tempat ini terkejut seketika. Mereka semua mengedarkan pandangan ke arah sumber suara, dan terlihat seorang lelaki paruh baya dengan sarung, baju koko dan songkoknya mendekat ke arah kerumunan itu.


"Ustadz Hakim?" pekik semua orang yang ada di ruangan ini. Nampaknya ustadz muda itu sudah begitu famous, mengalahkan sang penulis cerita ini, karena kumpulan bapak-bapak ini langsung memanggil namanya.


"Assalamualaikum Bapak-bapak! Ada apa ini?" ucap Hakim sembari mengucapkan salam.


"Waalaikumsalam ustadz Hakim. Ini, kami tengah menemukan seorang laki-laki dan perempuan yang sedang berbuat mesum di tempat ini. Namun mereka tidak mau dituduh berbuat mesum."


Hakim hanya tersenyum simpul dibuatnya. Ia menautkan pandangannya ke arah Fakhru. "Ru, apakah antum sudah shalat subuh?"


Fakhru dan Adiba menggelengkan kepala bersamaan. "Belum Tad. Saya belum shalat subuh."


Hakim menghela nafas sedikit dalam dan ia hembuskan pelan. "Nah Bapak-bapak, saat ini biarkan saudara saya ini menunaikan ibadah shalat subuh terlebih dahulu. Setelah itu, kita selesaikan permasalahan ini. InshaAllah setelah ini, kita akan mendapatkan jalan keluar."


Ucapan Hakim layaknya ucapan yang dipenuhi oleh mantra. Kumpulan bapak-bapak yang sebelumnya terlihat begitu garang, kini sudah menampakkan wajahnya yang sumringah. Mereka menuruti apa yang dikatakan oleh Hakim.


"Nah Diba, Fakhru, silakan shalat subuh terlebih dahulu. Setelah itu baru kita selesaikan dan carikan jalan keluar tentang permasalahan ini.


.


.

__ADS_1


. 🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2