Cahaya Cinta Untuk Seroja

Cahaya Cinta Untuk Seroja
CCUS 78 : Lelaki Itu...


__ADS_3


Seroja terperangah. Kedua bola matanya terbelalak dan membulat sempurna. Kertas HVS yang ada di genggaman tangannya pun terjatuh seketika. "Randy??"


Lily mengangguk mantap dengan raut wajah yang berbinar. Bagi wanita paruh baya itu Randy memanglah sosok lelaki berbeda. Terlepas dari bagaimana masa lalu yang pernah Randy ceritakan, di mata Lily, Randy tetaplah sosok lelaki yang berbeda. Ia begitu jatuh hati dengan lelaki yang baru saja ia kenal itu.


"Iya Nak, namanya Randy. Ibu begitu jatuh hati saat mendengar bagaimana cara dia mencintai mantan istrinya. Bahkan saat ini, ia tengah berbenah, memantaskan diri, agar kelak, ketika takdir masih berpihak kepadanya untuk bisa kembali bersama dengan mantan istrinya, ia telah menjadi sosok lelaki dan seorang imam yang baik." Lily menjeda sejenak ucapannya, sembari menghela nafas dalam. "Entah mengapa, sejak pertama kali bertemu dengan nak Randy, Ibu benar-benar jatuh hati dengan lelaki itu."


Tes... Tes... Tes...


Bulir bening dari pelupuk mata Seroja mulai menetes satu persatu. Mendengar sang ibu berbicara tentang Randy, membuatnya teringat pada sosok lelaki yang hingga saat ini masih begitu ia cintai. Sosok lelaki yang namanya masih bertahta merajai hati dan sosok lelaki yang mungkin tidak akan pernah terganti hingga akhir waktu nanti.


Merelakan untuk melepaskan seseorang di saat rasa cinta masih terpatri di dalam hati, memanglah bukan sebuah keputusan mudah yang ia ambil. Menghempaskan segala rasa cinta yang ada dengan paksa. Mematahkan dan meremukkan hatinya dengan sengaja. Dan mengakhiri segala kebahagiaan yang pernah tercipta diantara keduanya, sungguh merupakan hal paling sulit yang dilakukan oleh Seroja. Namun, ia bisa apa jika ini adalah jalan hidup yang telah tertulis? Ia benar-benar tidak dapat melakukan apapun selain hanya berpasrah akan segala ketetapan yang diberikan untuknya.


Lily sedikit terhenyak kala sorot matanya menangkap sosok sang putri tengah berderai air mata. Dahinya sedikit mengernyit, sebagai pertanda bahwa wanita paruh baya itu benar-benar tidak paham mengapa sang putri tiba-tiba meneteskan air mata.


Lily mengusap pundak Seroja dengan penuh kelembutan. "Sayang, ada apa denganmu? Mengapa kamu tiba-tiba menangis? Apakah ada perkataan dari Ibu yang menyinggung perasaanmu?"


Seroja menggeleng samar. Wanita berusia dua puluh tujuh tahun itu mencoba untuk tersenyum, meski hanya sebuah senyum getir yang nampak. "Tidak Bu, kata-kata Ibu tidak ada yang menyinggung perasaan Seroja. Hanya saja ...."


Ucapan Seroja terpangkas. Ia seperti kesulitan untuk melanjutkan ucapannya. Ada sesuatu yang rasa-rasanya menjadi penghalang di dalam tenggorokan hingga membuatnya kesusahan untuk berucap. Tetiba, dadanya terasa begitu sesak. Layaknya dihimpit oleh sebuah bongkahan batu besar yang membuatnya kesulitan untuk menghirup oksigen yang berada di sekelilingnya.

__ADS_1


"Hanya saja apa Sayang? Sebenarnya apa yang salah dengan cerita yang Ibu sampaikan ini? Mengapa membuatmu menangis seperti ini?"


Lily benar-benar sudah tidak sabar ingin mendengar secara langsung apa alasan sang putri tiba-tiba menangis seperti ini. Wanita paruh baya itu terkesan mendesak Seroja agar segera menceritakan semuanya. Karena sungguh, ia begitu ingin tahu tentang salah satu kepingan memori yang pernah menghiasi masa lalu sang putri.


Seroja bangkit dari posisi duduknya. Perlahan, ia mengayunkan kakinya untuk menuju jendela lebar yang berada di sudut ruangannya. Ia berdiri di sana sembari menatap lekat segala pemandangan kota yang tersaji di luar sana.


Gedung-gedung pencakar langit nampak jelas dari tempatnya berdiri saat ini. Menjulang tinggi hingga hampir menembus awan putih yang bergerombol layaknya bulu-bulu domba, yang tidak menyisakan satu kesan apapun selain kesan suasana dramatis.


"Randy adalah nama lelaki yang pernah ada di dalam masa lalu Seroja, Ibu. Dia adalah lelaki yang kemarin sempat Seroja ceritakan kepada ayah, Ibu dan kak Hakim. Jadi, ketika Ibu bercerita tentang lelaki bernama Randy yang Ibu kenal, tiba-tiba mengingatkan Seroja dengan Randy yang ada di dalam kehidupan Seroja."


Lily mengangguk-anggukkan kepala, pertanda mengerti dengan apa yang diucapkan sang putri. "MashaAllah, bisa kebetulan seperti ini ya Sayang? Apakah mungkin, Randy yang ada di masa lalumu, dengan Randy yang Ibu kenal merupakan lelaki yang sama?"


Ucapan sang Ibu berhasil membuat Seroja tersentak seketika. Apakah mungkin takdir begitu menuliskan sebuah kisah yang begitu indah seperti itu dengan membuat dirinya, Randy dan juga orang tuanya saling berkaitan seperti ini.


Lily terkekeh pelan. Ia membenarkan apa yang diucapkan oleh Seroja bahwa memang begitu kecil kemungkinan Randy yang ia kenal sama dengan Randy yang ada di masa lalu Seroja. "Benar apa katamu Sayang. Bahwa begitu kecil kemungkinan jika Randy yang kita kenal adalah orang yang sama. Namun dari cerita yang kemarin Ibu dengar tentang Randy, Ibu merasa bahwa kamu juga teramat mencintai lelaki itu. Entah mengapa Ibu merasa bahwa kamu dan Randy yang Ibu kenal itu sama. Sama-sama memiliki sebuah perasaan yang dalam untuk sang mantan."


Kini giliran Seroja yang tergelak lirih. Meski masih dipenuhi oleh kesedihan karena tiba-tiba memori otaknya kembali merekam ulang tentang masa-masa yang pernah terlewat bersama Randy, namun ucapan dari sang Ibu sungguh membuat hatinya tergelitik. Sang Ibu terkesan masih berupaya mencari segala kemungkinan bahwa Randy yang beliau ceritakan adalah orang yang sama dengan Randy yang ada di masa lalu Seroja.


"Ibu ini ada-ada saja. Sebuah hal yang wajar memiliki perasaan yang mendalam kepada sang mantan, Bu. Dan itu bisa terjadi kepada siapapun. Mungkin, Seroja dan Randy yang Ibu kenal, sedikit memiliki kesamaan dalam kisah percintaan di masa lalu dan itu yang membuat Ibu ....."


Seroja kembali memangkas ucapannya kala sorot matanya menangkap sesosok lelaki yang tengah berjalan di pinggir trotoar. Meskipun baru beberapa saat ia bertemu dengan lelaki itu namun ia begitu yakin bahwa lelaki itu merupakan lelaki yang ia cari. Seorang laki-laki yang akan membuka tabir akan siapa orang baik yang telah menolongnya untuk membuka usaha yang ia geluti ini.

__ADS_1


Seroja membalikkan badan. Ia terlihat sedikit tergesa-gesa dalam mengayunkan langkah kakinya. Ia pun mendekat ke arah sang ibu tercinta.


"Ibu, tunggu di sini sebentar ya. Seroja ada sedikit keperluan. InshaAllah tidak akan lama, Seroja akan kembali."


Lily semakin terperangah melihat tingkah sang putri yang sudah seperti seseorang yang terburu-buru mengangkat jemuran karena tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. "Tapi kamu mau ke mana Nak? Mengapa kamu tergesa-gesa seperti ini?"


Seroja hanya tersenyum simpul. "Nanti akan Seroja ceritakan kepada Ibu. Yang pasti Seroja harus cepat-cepat untuk bertemu dengan lelaki itu."


Tanpa memperdulikan sang Ibu yang masih dipenuhi oleh tanda tanya besar, Seroja kembali mengambil langkah kaki lebar. Ia ayunkan kakinya untuk mengejar lelaki yang tengah berjalan di trotoar. Sedangkan Lily, hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.


🍁🍁🍁🍁


Gantung lagi.... Hihihi hihihihi.... 😄😄 Hayo, siapakah lelaki yang dilihat oleh Seroja dan yang berusaha untuk ia kejar? Hehehehe tunggu episode selanjutnya ya Kak.. 😘😘


Mohon maaf karena baru bisa update, karena kesibukan di dunia nyata benar-benar tidak bisa saya tinggalkan. InshaAllah mulai hari ini, saya akan kembali rajin update lagi. Jika inspirasi terus mengalir akan update dua episode per hari, namun jika tidak, ya tetap satu episode perhari, hihihihi ☺☺☺


Terima kasih banyak bagi kakak-kakak yang masih setia menemani kisah Seroja yang masih banyak kurangnya ini. Sehat dan bahagia selalu untuk kakak-kakak semua ya... Salam love, love, love❤️❤️❤️


Bonus acara di 15 November kemarin ☺☺


__ADS_1



__ADS_2