
Sajadah telah tergelar di sebuah kamar yang terlihat temaram. Hanya ada sebuah lampu tidur yang menjadi sumber penerang tiap sudut kamar, namun sama sekali tidak mengurangi segala kekhusukkan yang tercipta.
Seroja bersimpuh di atas sajadah dengan menunduk takzim. Jemari tangannya membelai lembut tiap butiran tasbih dengan untaian kalimat tasbih, tahmid, takbir dan tahlil secara bergantian. Memuja dan memuji keagungan Allah yang Maha Agung, sembari beristighfar untuk memohon ampun atas segala dosa dan alpa yang pernah tercipta. Kedua tangannya menengadah, mencoba mengetuk pintu langit untuk memanjatkan segala pinta.
Allah ya Rabbi, aku bersimpuh menghadapMu, meminta sebuah petunjuk akan jalan yang harus aku tempuh. Allahu Rabbi, Engkaulah yang lebih tahu akan apa yang tersimpan di dalam hati. Allah, sudah sejak lama hati ini terpaut pada sosok lelaki yang datang menghampiri. Aku sungguh menyadari akan segala khilaf dan alpa yang pernah terjadi hingga pada akhirnya aku memilih untuk melepaskannya. Namun ya Rabbi, hari ini lelaki itu datang kembali dengan membawa sebentuk cinta yang jauh lebih sempurna dari yang pernah ada sebelumya. Sebentuk cinta yang ia bawa dengan berpegang teguh akan keridhoan dari Mu. Allahu Rabbi, sungguh hanya Engkaulah yang mengetahui apa-apa yang terbaik untukku. Jika memang mas Randy adalah lelaki terbaik untuk hidupku, untuk agamaku dan untuk keimananku kepadaMu, maka mudahkanlah jalan kami untuk kembali bergandengan tangan dalam menyusuri tiap lembar takdir yang ada dalam hidup kami. Namun, jika tidak, semoga kebaikan senantiasa mengiringi langkah kaki kami masing-masing.
🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Di sebuah kamar yang nampak temaram, juga terlihat seorang laki-laki yang tengah menunduk takzim, larut dalam dzikirnya. Sepertiga malam yang terasa begitu sepi, sunyi dan hening seakan kian menambah kekhusyukan lelaki itu. Air matanya juga berjatuhan satu per satu sebagai pertanda bahwa ia tengah larut dalam doa dan dzikirnya.
Rabbi, aku seorang pendosa kembali datang untuk mengetuk pintu rahmatMu. Ya Ilahi, sudah sejak lama hati ini terpaut akan sosok seorang wanita yang begitu istimewa di mataku. Sosok wanita bernama Seroja yang hingga saat ini masih begitu aku cinta. Rabbi, izinkan aku untuk merengkuhnya kembali ke dalam pelukanku. Mencurahinya dengan cinta dan kasih sayang yang tiada bertepi hingga ke ujung usia kami nanti. Aku pernah melakukan kekeliruan itu. Dan kini, setelah aku menyadari akan semua kekeliruan itu, izinkan aku untuk memperbaikinya ya Rabb, tentunya dengan meraih tangannya, untuk sama-sama menjalani takdir kehidupan kami di dalam sebuah ikatan suci. Sekali lagi, izinkan aku mendekap dan memeluk erat tubuhnya di dalam pelukan yang berhembus nafas-nafas cintaMu ya Rabb. Yang tidak akan pernah aku lepaskan, hingga Engkau memanggilku untuk kembali pulang ke dalam pangkuan.
🍁🍁🍁🍁🍁
Di sebuah kamar juga nampak seorang gadis tengah bersimpuh menghadap ke arah kiblat. Menengadahkan tangannya, melangitkan pinta. Semenjak pertemuan pertamanya dengan seorang pemuda tampan nan shaleh, membuat gadis itu lebih sering untuk berlama-lama duduk bersimpuh di atas sajadah. Mencurahkan segala yang ia rasa kepada sang Maha penggenggam kehidupan.
🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Allahu Rabbi, untuk kesekian kalinya aku mengalami kegagalan dalam menjalin sebuah hubungan. Seorang wanita yang akan aku ikat dalam sebuah ikatan suci pernikahan, justru semuanya gagal di detik-detik terakhir aku bisa menghalalkannya. Ampuni aku jika tiada sengaja pernah terbesit rasa kecewa kepadaMu ya Rabb. Yang mungkin telah menjerumuskanku ke dalam jurang kekecewaan akan segala ketetapan takdirMu. Padahal aku tahu bahwa sesungguhnya Engkau lah yang jauh lebih mengetahui mana yang terbaik untukku. Di saat aku ingin kembali jatuh cinta kepada sosok wanita bernama Seroja, lagi-lagi aku menerima penolakan itu. Dia menolak karena hingga saat ini ia masih begitu mencintai sang mantan suami. Hingga pada akhirnya, mata hatiku terbuka untuk melihat kebaikan dan ketulusan yang diberikan oleh Adiba.
Allahu Rabbi, jika memang Adiba adalah seorang wanita yang memang telah Engkau persiapkan untuk membalut segala luka dan kecewa yang pernah aku rasakan, pertemukan kami di dalam ridhoMu ya Rabb. Dan semoga Engkau meneguhkan hatiku untuk bisa menyambut kehadiran Adiba. Aku pasrahkan segalanya kepadaMu, hanya kepadaMu Tuhan penguasa alam.
Pemuda tampan nan sholeh itu mengakhiri aktivitasnya di jam tiga dini hari seperti ini. Bermesra-mesraan dengan Allah, dan mencurahkan segala apa yang ia rasa. Senantiasa berserah dan berpasrah akan segala ketetapan takdir yang telah tertulis.
.
.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁🍁