Cahaya Cinta Untuk Seroja

Cahaya Cinta Untuk Seroja
CCUS 32 : Menjalankan Rencana


__ADS_3


"Sayang ... mengapa bangun?"


Malam masih enggan untuk berganti. Namun, mulai merangkak pelan untuk menuju pergantian hari. Suara serak khas seseorang yang tengah terjaga dari tidurnya, keluar dari bibir Randy. Meski matanya terpejam, namun lelaki itu tidak bisa merasakan apa itu nyenyak dalam tidur. Sehingga ia tahu bahwa wanitanya ini sejak beberapa saat lalu telah terbangun dan menatapnya dalam keheningan.


Wanita itu hanya mengulas sedikit senyumnya. Ia geser sedikit kepalanya agar tidak lagi menindih lengan tangan Randy. "Apa lengan tanganmu tidak merasa pegal aku jadikan alas kepala sejak aku mulai terlelap Mas?"


Lelaki itu tergelak lirih. Ia geser tangannya dan mulai membelai wajah ayu wanitanya ini. "Baru beberapa jam saja Sayang. Kalaupun semalaman lengan tanganku ini menjadi alas kepalamu, aku juga tidak keberatan."


Seroja juga ikut tergelak lirih. Ia rapatkan tubuhnya ke tubuh Randy dan mempereat dekapannya. Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir wanita itu. Ia hanya semakin erat memeluk tubuh lelakinya ini. Apakah terlalu berlebihan jika saat ini ia merasa bahwa lelaki dalam dekapannya ini menjadi lelaki terhebat yang ia miliki? Meski pada awalnya hubungan yang ia jalin bersama lelaki ini merupakan sebuah hubungan yang salah namun, kali ini ia semakin menyadari bahwa cinta yang dimiliki oleh lelaki ini begitu besar untuknya.


"Sayang ... ada apa? Aku merasa jika kamu sedang memikirkan sesuatu."


Dengan penuh kelembutan Randy mengusap kepala Seroja, sembari memberikan kecupan-kecupan intens di pucuk kepalanya. Ia yakin jika wanitanya ini tengah memikirkan sesuatu.


"Mas ... bagaimana jika kita akhiri ini semua? Kembalilah kepada mbak Rosmala, Mas. Tanpa ada aku di tengah-tengah kalian."


Tidak dapat diingkari jika sejatinya Seroja sudah terjerat oleh kehadiran lelaki ini. Seorang lelaki yang memperlakukannya dengan baik, lelaki yang sudah menjadi penopang segala kebutuhan hidupnya dan seorang lelaki yang sejak kehadirannya bisa membuat Seroja merasakan apa itu kasih sayang, terlebih dari makhluk yang bergelar laki-laki.


Randy sedikit terkesiap mendengarkan penuturan Seroja yang tiba-tiba ingin mengakhiri semuanya. Padahal ia memiliki sebuah niat untuk mengakhiri pernikahannya dengan Rosmala dan memilih untuk mempertahankan wanita yang begitu ia cintai ini. Namun saat ini, justru keinginan Seroja inilah yang justru lebih dahulu terucap.


Randy sedikit mengurai pelukannya. Tubuh Seroja yang sebelumnya begitu erat merapat di tubuhnya, kini sedikit merenggang. "Sayang ... apa maksud ucapanmu? Apakah kamu ingin agar hubungan kita ini berakhir?"


Dengan lekat, Randy menatap kedua manik mata wanitanya ini. Ia mencoba untuk mencari sesuatu yang dapat meyakinkannya bahwa apa yang terucap dari bibir wanitanya ini bukanlah yang sebenarnya, atau bisa dikatakan hanyalah sebuah gurauan semata.


Seroja mengangguk lirih. "Iya Mas. A-aku ingin mengakhiri ini semua."


Kedua mata Randy menyipit dan dahinya sedikit mengernyit. "Tapi mengapa Sayang? Mengapa kamu tiba-tiba ingin mengakhiri ini semua? Apakah kamu sudah tidak mencintaiku?"


Seroja hanya menggeleng pelan. Tiba-tiba rasa sesak itu menyergap ke dalam dadanya. Ia memang telah terpikat oleh lelaki ini, namun bayang-bayang wajah Runa dan Roni lah yang selalu saja mengusik ketentraman batinnya.


Sepasang anak kembar itu tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari ayah kandungnya. Dan hanya dari Randy lah mereka baru bisa merasakan apa itu keluarga yang utuh. Sungguh, ia akan menjadi wanita yang paling jahat jika membuat sepasang anak kembar itu kehilangan apa yang menjadi kebahagiaan mereka.


"A-aku hanya merasa bersalah kepada si kembar Mas. Aku memang salah karena sudah terlanjur masuk ke dalam pusaran ini, namun jika saat ini aku mencoba keluar dari pusaran itu, aku rasa belum terlambat Mas. Aku hanya tidak ingin si kembar kehilangan makna dari sebuah keutuhan keluarga." Kepala Seroja yang sebelumnya sedikit mendongak untuk bisa menatap wajah Randy, kini ia tundukkan. "Aku tidak ingin mereka bernasib sama denganku, yang tidak pernah mendapatkan apa itu dekapan hangat keluarga."


"Sayang ... permasalahan si kembar bisa kita carikan jalan keluar sama-sama. Posisi seperti ini sebenarnya juga membuatku semakin terjepit dan terhimpit. Namun untuk langkah awal, aku ingin mengakhiri pernikahanku dengan Rosmala. Aku sudah tidak bisa lagi menjalani kehidupan berumah tangga tanpa adanya rasa cinta. Lima tahun ini, sungguh menjadi masa-masa tersulit bagiku Sayang. Aku harus berpura-pura bahagia di depan ibu dan juga keluarga besarku. Namun sejatinya aku sungguh tidak bahagia dengan pernikahan ini."


"Tapi Mas...."


Brakk!!!!


Prang.. Prang... Prang....!!!


Tap.. Tap... Tap....


Suara pintu yang dihempaskan secara kasar, barang-barang yang berada di ruangan depan di lempar dengan membabibuta dan juga derap langkah kaki sesorang, sukses membuat ucapan Seroja terpangkas. Ia dan Randy sama-sama saling melempar pandangan, dan mulai menggeser tubuh mereka. Mereka yang sebelumnya sama-sama terbaring, kini terduduk di atas ranjang. Semakin lama suara langkah kaki itu terdengar semakin mendekat, dan....


Plok... Plok... Plok....


"Bagus ... ternyata ini yang kalian lakukan di belakangku!"


"Rosmala!"


"Mbak Rosmala!"


Seroja dan Randy menyebutkan nama yang sama dengan waktu yang bersamaan pula. Wajah keduanya sama-sama terperangah dengan mulut yang sedikit menganga, sebagai pertanda bahwa mereka terkejut dengan kedatangan Rosmala.


Rosmala berdiri dengan angkuh tepat di hadapan Randy dan juga Seroja yang masih terduduk di atas ranjang. Ia merasa puas, karena telah berhasil memergoki dua manusia ini berselingkuh dengan kedua matanya sendiri. Di sampingnya, Ferdi terlihat setia berdiri mendampingi.

__ADS_1


"Iya, ini aku. Kenapa? Apakah kalian terkejut dengan kedatanganku? Inilah saat-saat yang aku nanti. Bisa memergoki kalian berselingkuh."


Kedatangan Rosmala yang tiba-tiba memang membuat Randy begitu terkejut. Namun, ada satu sisi baiknya akan kedatangan Rosmala saat ini. Lelaki itu berpikir bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengakhiri hubungannya dengan Rosmala dan menceritakan bahwa ia telah menikahi Seroja.


"Ros ... tenangkan dirimu. Aku ingin berbicara sesuatu terhadapmu!"


"Cih! Tidak ada yang perlu kamu bicarakan Mas. Aku sudah cukup tahu dengan apa yang kamu lakukan di belakangku selama ini. Kamu sudah menghianatiku Mas. Kamu sudah berhianat!"


Rosmala menggeser pandangan matanya ke arah Seroja yang wajah ayunya sudah dipenuhi oleh ketakutan. Ketakutan itulah yang dimanfaatkan oleh Rosmala untuk memberinya pelajaran. "Dan untukmu ja*lang, aku akan memberimu sebuah pelajaran karena kamu telah berani menggoda suamiku!"


Rosmala mengayunkan kakinya untuk dapat lebih dekat dengan Seroja. Sekilas, ia menatap lekat wajah wanita yang menjadi selingkuhan suaminya ini. "Percuma memiliki wajah cantik namun menjadi perebut lelaki orang." Rosmala menarik tubuh Seroja hingga tubuh wanita itu turun dari ranjang. Ia jambak rambut Seroja dengan kasar hingga membuat wanita itu memekik kesakitan.


"Aaahhh ... lepaskan Mbak!"


Randy terkesiap. "Hentikan Ros! Jangan kamu berbuat kasar terhadap Seroja."


"Stop Mas! Jika kamu berani turun dari ranjang, aku pastikan nyawa selingkuhanmu ini akan melayang!"


Randy berupaya untuk untuk menghentikan apa yang telah Rosmala lakukan dengan ikut turun dari ranjang. Namun pergerakan tubuhnya terhenti tatkala mendapatkan ancaman dari Rosmala.


"Fer, kamu urus mas Randy! Biar aku memberikan sedikit peringatan untuk ja*lang ini!"


"Baik Nyonya!"


Hap!!!


Bugh!! Bugh!! Bugh!!


Tiga bogem mentah Randy layangkan ke arah perut Ferdi saat mengetahui bahwa Ferdi mengunci tubuhnya. Lelaki bertubuh tegap dan kekar itu tersungkur di atas lantai, namun dengan cepat, lelaki itu bisa bangkit kembali.


Bugh... Bugh...!!!


Tidak kalah kuat, Ferdi juga terlihat memberikan pukulan tepat di wajah dan juga perut Randy. Tak berbeda dengan Ferdi, lelaki itupun saat ini yang tersungkur di atas lantai.


Tanpa ampun, Ferdi memberikan pukulan itu saat tubuh Randy masih terkulai di atas lantai. Seketika wajah tampan milik lelaki berusia tiga puluh tahun itu dialiri oleh darah segar di sudut bibirnya.


"Mas Rendy!"


Seroja berteriak histeris kala melihat wajah Randy yang sudah dipenuhi oleh luka itu. Dia meronta, mencoba terlepas dari kuncian tubuh Rosmala, namun ia tidak cukup memiliki kekuatan. Hingga ia hanya bisa menatap tubuh lelakinya ini dengan tatapan nanar.


"Lihatlah! Ini semua karena kamu sudah berani menggoda suamiku. Bukan hanya kamu saja yang akan menerima pelajaran dariku. Tapi mas Randy juga akan menerimanya." Rosmala melayangkan pandangan ke arah Ferdi. "Fer, bawa mas Randy menjauh dari sini!"


"Baik, Nyonya!"


Dengan gerak cepat, Ferdi yang memiliki tubuh tinggi tegap itu menyergap tubuh Randy. Ia menyeret Randy untuk ia bawa ke ruang tamu yang sudah nampak begitu berantakan. Kemudian ia dudukkan di atas kursi kayu kecil yang berada di sana.


"Lepaskan, brengsek!"


Randy berteriak lantang tatkala melihat Ferdi sudah mengikat tubuhnya dangan tali. Ia mencoba untuk meronta, namun energi dalam tubuhnya terasa menguap seketika. Tubuhnya lemah, tak mampu untuk memberikan sebuah perlawanan.


Sedangkan Rosmala, ia seret tubuh Seroja masuk ke dalam kamar mandi. Ia dorong tubuh Seroja, hingga tersungkur di atas sudut kamar mandi ini, di bawah shower.


Byur... Byurr.... Byurrr!!!


Plak.. Plak.. Plak....!!!


Rosmala menyiram tubuh Seroja dengan air yang berada di dalam ember plastik yang ada di kamar mandi ini. Apa yang dilakukan oleh Rosmala, sukses membuat Seroja sedikit tergagap. Wanita itu kemudian berjongkok di hadapan Seroja dan mulai menampar wajah selingkuhan suaminya ini dengan kalap.


"Mbak, tolong lepaskan mas Randy. Aku akan menerima apapun yang akan mbak Rosmala berikan kepadaku. Tapi tolong lepaskan mas Randy, Mbak! Lepaskan dia!"

__ADS_1


Meski rasa panas dan perih sudah menjalar di wajah Seroja, namun wanita itu masih sempat untuk bernegosiasi agar Rosmala melepaskan Randy. Sedangkan Rosmala, hanya menanggapi permintaan Seroja dengan sinis.


"Hah! Tidak semudah itu Ja! Kamu dan mas Randy adalah sama. Sama-sama penghianat, jadi sudah sepatutnya kalian menerima balasan ini!"


Rosmala kembali menjambak rambut Seroja dan kembali menampar wajah wanita ini dengan kalap. Ia seperti sudah dikuasai oleh setan sehingga tidak sedikitpun merasa kasihan terhadap wanita yang wajahnya pun juga sudah nampak lebam.


"Mengapa kamu hanya diam ja*lang? Mengapa kamu hanya diam? Apakah kamu sudah mulai menyadari kesalahanmu? Sehingga kamu tidak melawanku?"


Air mata Seroja mulai mengalir di wajahnya yang telah basah akibat siraman air yang diberikan oleh Rosmala. Ia sengaja membiarkan Rosmala melakukan apapun yang menjadi kemauannya, karena sejatinya ini semua akibat dari kesalahan yang telah ia lakukan.


Plak... Plak.... Plak...!!!


Lagi, tanpa ampun Rosmala menampar wajah Seroja dengan kalap. Sepertinya ia belum merasa puas karena wanita yang menjadi selingkuhan suaminya ini tidak melakukan perlawanan apapun. Dan, darah segar itu juga mulai mengalir di sudut bibirnya.


"Mengapa kamu hanya diam saja, hah?! Mengapa kamu hanya diam saja? Ayo lawan aku Ja! Lawan aku! Kita lihat, antara pelakor dan istri sah, siapa yang akan menjadi pemenangnya?"


"Mbak, aku akan menuruti apa yang menjadi keinginanmu, tapi tolong, lepaskan mas Randy, Mbak. Lepaskan dia!"


"Oh ... jadi kamu ingin bernegosiasi denganku? Baiklah, kita susul mas Randy, dan kita bicarakan tentang negosiasi ini."


Rosmala bangkit dari posisi jongkoknya. Ia tarik lengan tangan Seroja hingga wanita itu berdiri seketika. Ia mencengkeram kuat pergelangan tangan Seroja dan menyeretnya ke ruang depan di mana Randy berada.


Pintu yang dibiarkan terbuka membuat orang-orang yang tinggal di kanan kiri apartement milik Seroja dapat dengan jelas mendengar suara keributan yang keluar dari dalam tempat tinggal Seroja. Terlebih suasana malam hari seperti ini, membuat mereka dapat dengan jelas mendengar kegaduhan akibat Rosmala melempar barang-barang yang ada di ruang tamu. Mereka berkumpul di depan pintu dan melihat apa yang sebenarnya telah terjadi.


"Sayang!"


Randy terkejut setengah mati melihat kondisi tubuh Seroja yang sudah semakin memprihatinkan. Tubuh wanita itu basah kuyup dan wajahnya juga dipenuhi oleh lebam-lebam, seakan menegaskan bahwa Rosmala telah berbuat kalap terhadap Seroja.


"Woaaaahhh .... sungguh terdengar manis panggilanmu untuk ja*lang ini Mas! Padahal selama kamu menikah denganku, kamu tidak pernah memanggilku sayang."


Rosmala melihat ke arah pintu. Ia terlampau bahagia dengan orang-orang yang sudah berkumpul di luar sana. Akan ia tunjukkan, bahwa pelakor selamanya akan terhempas dan berakhir memalukan.


"Hei, Bapak-bapak dan Ibu-ibu, lihatlah! Wanita ini adalah salah satu pelakor yang merajalela di sekitar kita. Lihatlah, wanita ja*lang ini sudah menggoda suamiku hingga ia jatuh dalam pesona wanita ******* ini."


Orang-orang itupun hanya saling berbisik. Mungkin mereka begitu terkesima dengan aksi Rosmala sebagai istri sah yang sudah bisa membuat jera Seroja yang merupakan duri di dalam rumah tangganya.


"Ros, hentikan! Jangan lagi kamu sentuh Seroja. Jika kamu ingin membalas, berikan saja balasan itu kepadaku. Jangan kamu sentuh Seroja!"


Rosmala trsenyum sinis. Mendengar perkataan Randy, membuatnya sedikit tergelitik. "Aahhhh ... ternyata kalian sama-sama ingin saling berkorban dan melindungi satu sama lain. Sungguh drama yang begitu manis antara pelakor dan penghianat."


Rosmala kembali menggeser pandangannya untuk menatap Seroja. Tangan kirinya menarik rambut Seroja, sedangkan tangan kanannya kembali menampar pipi wanita ini. "Lihatlah, suamiku bahkan rela menjadi perisai untukmu. Sebenarnya apa yang sudah kamu berikan kepadanya hingga dia bisa membelamu seperti ini, hah?!"


Tubuh Seroja hanya mematung. Tidak sedikitpun ia melakukan upaya perlawanan. Ia sadar, jika ini merupakan salah satu konsekuensi yang harus ia terima karena telah menjadi badai di dalam rumah tangga wanita lain. Dan bayang-bayang masa kecil di saat sang ibu dilabrak oleh istri dari lelaki yang menjadi kekasihnya, tiba-tiba kembali berputar di dalam memory otaknya. Seperti dejavu, apa yang dulu terjadi kepada sang ibu, kini terjadi kepadanya.


Air mata Seroja semakin deras mengalir. Meski saat ini ia memang benar-benar telah mencintai Randy, namun ia bertekad setelah ia mendapatkan balasan ini, ia akan melepaskan dan pergi dari kehidupan Randy.


Kedua bola mata Randy terbelalak seketika tatkala di depan matanya, Rosmala dengan kalap menampar wajah Seroja. Tidak tahan lagi, ia tidak tahan lagi untuk melihat kekalapan Rosmala.


"Hentikan Ros! Jangan kamu sakiti istriku!"


Rosmala dan semua yang melihat drama rumah tangga ini sama-sama terkesiap.


"Istri?"


"Ya, Seroja adalah istriku!"


.


.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁


Mohon maaf.... sedikit terlambat update... hihihihi☺☺ semoga tetap menikmati scene cerita ini ya kak😘😘😘


__ADS_2