
"Apa yang membuatmu menangis tergugu seperti ini Nak?"
Suara bariton yang tetiba merembet masuk ke dalam indera pendengaran Randy, berhasil membuat tubuhnya terperanjat seketika. Gegas, ia mengusap wajahnya dengan kasar berupaya untuk menghilangkan jejak air mata yang tertumpah. Namun sayang, lelaki yang mengayunkan langkah kaki ke arahnya ini sudah lebih dahulu memergoki ia menangis yang hanya bisa membuatnya tersenyum tipis yang dipaksakan.
"Aahhh ... tidak apa-apa Pak. Saya hanya..."
Randi menjeda ucapannya. Setelah menunaikan ibadah shalat isya' secara berjamaah dengan Mukhlas dan Lili, kemudian dilanjutkan dengan dzikir dan doa yang dipimpin oleh lelaki paruh baya itu, entah mengapa ia merasa menjadi lelaki paling cengeng. Hatinya tiba-tiba dipenuhi oleh perasaan asing yang tidak teraba dan terbaca. Yang hanya membuat dadanya seperti sebuah tanggul sungai yang didorong oleh banjir bandang dan siap membeludak melalui aliran-aliran air dari matanya.
"Apakah ada sesuatu yang mengganjal di hatimu? Jika kamu tidak keberatan, kamu bisa bercerita kepada Bapak. Meski mungkin Bapak tidak bisa membantu setidaknya ada tempat untuk kamu mencurahkan apa yang mengganggu hati dan pikiranmu."
Mukhlas ikut mendaratkan bokongnya di gazebo, di samping Randy, sembari menikmati suasana malam yang terasa dingin ini. Angin berhembus sedikit kencang diiringi dengan nyanyian-nyanyian alam yang berasal dari suara jangkrik dari dalam tanah dan juga burung hantu yang bertengger di atas dahan pohon nangka, seakan membuat kesyahduan malam semakin terasa.
Randy menautkan pandangan matanya ke arah Mukhlas. Ia mengulas sedikit senyum di bibirnya, kala mengingat bagaimana interaksi yang terjalin antara lelaki ini dengan sang istri, rasa-rasanya sungguh membuatnya merasa iri. Pasangan paruh baya itu masih nampak begitu hangat.
"Ada dua hal yang membuat dada saya terasa begitu sesak seperti ini Pak."
Dengan teduh, Mukhlas menatap lekat manik mata Randy yang terlihat begitu sembab ini. "Apa itu Nak?"
Randy kembali membuang muka. Ia kembali menatap ke arah kolam yang ada di depannya ini dengan tatapan menerawang. "Saya teringat akan semua kesalahan dan dosa-dosa yang telah saya perbuat. Dan saya teringat akan seorang wanita yang begitu saya cintai."
"MashaAllah .... kamu benar-benar beruntung Nak, karena Allah melembutkan hatimu sehingga kamu mengingat dosa dan kesalahan yang telah kamu perbuat. Bapak harap, kamu tidak hanya mengingatnya saja, namun juga berupaya untuk memperbaiki dan berbenah diri."
__ADS_1
Randy menundukkan kepalanya. Air mata itu kembali mengalir deras. "Apakah Allah sudi mengampuni semua dosa yang telah saya lakukan Pak? Dan apakah Dia akan menyambut kepulangan saya untuk kembali ke jalan yang semestinya?"
Mukhlas menghela nafas dalam-dalam dan perlahan ia. hembuskan. "Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta'ala berfirman : "Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.”(HR. Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 2675). Dari hadist ini, Bapak rasa bisa menjadi jawaban atas kerisauan hati yang tengah kamu rasakan."
"Namun dosa dan kesalahan saya sudah begitu banyak, apakah mungkin Allah mau mengampuni saya?"
"Taubatan nashuha, itulah jawabannya. Taubat sebenar-benarnya taubat dimana tidak akan kamu ulangi lagi kesalahan-kesalahan yang pernah kamu lakukan." Mukhlas kembali menatap lekat tubuh Randy yang terlihat masih menundukkan kepala itu. "Sebanyak dan sebesar apapun dosa yang pernah kita lakukan, jika kita bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat, InsyaAllah Allah akan menghapus semua dosa itu. Itulah dalam asmaul husna, Allah memiliki nama al-ghafur yang berarti Yang Maha pemberi pengampunan."
Randy mendongakkan kepala. Ia menoleh ke arah samping dan menautkan pandangannya kepada lelaki paruh baya ini. Perlahan, ia seka air mata yang masih mengalir dari pelupuk matanya. "Bantu saya untuk bisa memperbaiki diri saya, Pak. Bantu saya untuk bisa lebih dekat dengan Allah."
Mukhlas menganggukkan kepalanya. "InshaAllah, InshaAllah, Bapak akan membantumu, Nak. Lalu, apa maksud ucapanmu tentang wanita yang begitu kamu cintai?"
Randy kembali menyapu pandangan matanya ke sembarang arah. Rasa rindu untuk Seroja benar-benar telah mengusik hati dan pikirannya. Wanita pertama yang membuatnya merasakan apa itu jatuh cinta dan wanita pertama sekaligus terakhir yang akan ia cintai hingga akhir hidupnya nanti.
"Sebenarnya saya sudah pernah memiliki istri Pak. Bahkan tidak hanya satu. Saya malah memiliki dua istri."
Randy mengangguk pelan. "Iya Pak, dua istri."
Randy sejenak menjeda ucapannya sembari menghirup udara dalam-dalam. Entah mengapa ia merasa begitu nyaman berbagi cerita dengan lelaki ini. "Pernikahan saya dengan istri saya yang pertama terjadi karena sebuah keterpaksaan. Saya menikahinya atas permintaan ibu saya untuk menutupi kesalahan yang telah diperbuat oleh kakak saya. Lima tahun saya bertahan dengan pernikahan itu, namun mulai di tahun keempat, saya bertemu dengan seorang wanita yang benar-benar bisa membuat saya merasakan apa itu jatuh cinta."
Bola mata Randy kembali berkaca-kaca. Ia kembali menundukkan wajahnya.
"Lalu?" ucap Mukhlas yang sepertinya begitu ingin tahu dengan masa lalu lelaki yang bahkan baru beberapa jam berada di rumahnya ini.
__ADS_1
"Saya memang mencintai wanita itu Pak, namun saya salah. Salah karena saya dan wanita itu lebih dulu melakukan sebuah dosa sebelum saya benar-benar menikahinya."
Mukhlas sedikit terperanjat. "Astaghfirullahal 'adziim ... apakah itu berarti kamu yang merenggut kehormatan wanita itu?"
Randy menggeleng samar. Satu tahun hidup bersama Seroja, membuatnya mengetahui cerita hidup seperti apa yang wanita itu lalui. "Kehormatan wanita itu lebih dahulu direnggut oleh ayah tirinya, hingga membuatnya terjebak di sebuah keadaan yang begitu sulit. Dan ketika itu saya yang mendatanginya."
"Lalu, di mana saat ini istrimu berada Nak?"
"Saya menceraikan kedua-duanya Pak. Saya menceraikan mereka berdua."
"Ya Allah ... mengapa bisa seperti itu Nak?"
"Saya menceraikan istri yang begitu saya cintai atas permintaan istri saya sendiri. Ia meminta saya untuk menceraikannya agar saya bisa kembali kepada istri pertama saya. Dan mencurahkan segala perhatian saya untuknya. Saya pun mengabulkannya. Setelah itu, ia pergi meninggalkan hidup saya." Randy kembali meraup udara dalam-dalam dan ia hembuskan perlahan. "Selang beberapa saat setelah ia pergi, saya pun memilih untuk menceraikan istri saya yang pertama. Saya merasa sudah tidak bisa mempertahankan pernikahan penuh keterpaksaan itu. Saya sungguh tidak bahagia Pak, saya tidak bahagia. Saya justru merasa bahagia saat hidup bersama istri kedua saya."
Mukhlas terlihat mengangguk-anggukkan kepala, sedikit paham dengan jalan cerita lelaki ini. "Lalu, setelah ini apa yang akan kamu lakukan Nak?"
"Sejak ia pergi dari kehidupan saya, saya berjanji pada diri saya sendiri untuk memperbaiki diri. Dan sepertinya Allah menyambut niat baik saya itu dengan cara bertemu Bapak. Apakah mungkin setelah saya mencoba untuk memperbaiki diri dan menjadi manusia yang jauh lebih baik lagi, saya bisa kembali berjodoh dengan mantan istri saya Pak? Apakah mungkin saya bisa kembali hidup bersamanya?"
Mukhlas memindai ekspresi wajah lelaki di hadapannya ini. Jika dilihat dari ekspresi wajahnya, lelaki ini memang nbenar-benar mencintai mantan istrinya. "Jodoh itu sudah tertakar dan tidak akan tertukar Nak. Jika memang wanita itu benar-benar jodoh kamu, InshaAllah Allah akan kembali menyatukan kalian. Bisa jadi saat ini ia juga tengah memperbaiki diri dan nantinya ketika kalian dipertemukan kembali, kalian sama-sama berada dalam keadaan yang baik."
.
.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Awwww.. Awwww.... Penulisnya oleng... Mau nyatuin Seroja sama Fakhru atau balik ke Randy yaa.... 🤭🤭🤭 Haduhhh jan.... Kalau dua-duanya udah baik gini, lalu gimana? 😆😆😆😆