Cahaya Cinta Untuk Seroja

Cahaya Cinta Untuk Seroja
CCUS 54 : Aku Seorang Pendosa


__ADS_3


Sepersekian menit, dua orang itu nampak hanyut dalam pikiran masing-masing. Hening, tidak ada satupun yang bersuara. Namun setelahnya....


"Pffttttt .... hihihihihihi ya Allah Fakhru, aku sungguh tergelak mendengarkan ucapanmu itu."


Keheningan yang sempat tercipta dipecahkan oleh gelak tawa dari bibir Seroja. Wanita yang sebelumnya hanya terkesima dan terpaku mendengar ucapan teman masa kecilnya, kini tergelak seketika. Perkataan Fakhru sungguh berhasil mengocok perutnya. Bahkan, air matanya mulai keluar karena saking tergelaknya.


Fakhru mencoba untuk menatap manik mata milik teman kecilnya ini. Setelah beberapa saat ia kembali dipertemukan dengan Seroja, tidak dapat diingkari jika di dalam hatinya muncul sebuah rasa yang sulit untuk ia jabarkan. Sebuah rasa yang hanya menyisakan perasaan bahagia kala memandang lekat wajah wanita ini.


"Apakah menurutmu aku ini sedang bercanda Ja?"


Seroja menghentikan gelak tawanya. Kini ia memindai ekspresi wajah Fakhru dengan lekat, Jika lelaki ini bercanda, dapat dipastikan ia juga ikut tertawa. Namun kali ini, dari wajah lelaki itu nampak begitu serius, seakan mempertegas bahwa apa yang ia ucapkan tidaklah main-main. Dari sorot matanya, lelaki itu memang nampak serius dengan apa yang ia ucapkan.


"Aku merasa, kamu memang sedang bercanda Ru."


Menghindar dari sorot mata yang tajam bak anak panah yang melesat dari busurnya, Seroja menundukkan wajahnya. Ia tidak ingin terlalu larut akan pesona raut wajah tampan seorang pemuda yang duduk di hadapannya ini.


Fakhru mengulas sedikit senyumnya, ia sadar bahwa apa yang ia sampaikan membuat teman masa kecilnya ini terkejut. Namun ia bisa apa jika apa yang ia rasakan memang berbeda. Kepingan-kepingan memori masa kecil kembali bermain-main dalam benaknya dan membuat lelaki itu ingin menunaikan janji yang pernah ia buat. Menjaga Seroja dan selalu ada untuk wanita itu.

__ADS_1


"Aku sama sekali tidak bercanda, Seroja. Aku benar-benar memiliki sebentuk perasaan yang begitu istimewa untukmu." Fakhru menjeda sejenak apa yang ia ucapkan. Mencoba menghalau segala gejolak rasa yang ada di dalam hatinya. Ia kembali menatap lekat manik mata wanita yang saat ini tengah berada di dalam mode terpaku itu. "Seroja, bersediakah engkau membantuku untuk menunaikan janji yang dulu pernah aku ucapkan? Sebuah janji di mana aku akan selalu menjaga dan selalu berada di dekatmu untuk melindungimu? Dan itu semua bisa aku tunaikan dengan cara menjadikanmu sebagai istriku."


Seroja semakin terhenyak dengan apa yang diucapkan oleh Fakhru. Membawa sejuta rasa dalam dada yang terasa begitu membahagiakan sekaligus mengharukan. Apa yang pernah lelaki itu ucapkan di masa kecilnya, ternyata masih ia ingat dengan lekat. Dan kini setelah puluhan tahun ia kembali dipertemukan, ia berniat baik untuk menunaikan janji-janji itu.


Seroja melemparkan pandangan netranya ke sembarang arah. Berusaha menghindar dari sejuta pesona yang terpancar jelas melalui sorot mata lelaki itu. Ia beranjak dari posisi duduknya, dan memilih untuk berdiri di tepian beranda.


Wanita mana yang tidak berbahagia secara langsung dipinang oleh sosok seorang laki-laki sempurna seperti Fakhru? Sosok seorang laki-laki yang merupakan salah satu wujud manusia yang begitu taat kepada TuhanNya. Di mana setiap pijakan-pijakan kakinya senantiasa berada di dalam ketakwaan. Menjadikan ridho dari sang Maha penggenggam kehidupan untuk menaungi tiap jejak-jejak langkah kehidupannya. Wanita manapun pasti seketika akan menganggukkan kepala, dengan tangan terbuka menerima niat baiknya.


"Aku seorang pendosa, Ru. Tidak pantas untuk mendapatkan cinta dari seorang hamba yang bertaqwa sepertimu."


Kalimat itulah yang terucap dari bibir Seroja. Sebagai rangkaian kalimat awal yang akan membuka rangkaian-rangkaian kalimat berikutnya untuk menceritakan takdir hidup seperti apa yang ia jalani selama ini.


Fakhru sedikit terkesiap dengan jawaban apa yang diberikan oleh Seroja, namun lelaki itu hanya tersenyum simpul dibuatnya.


Ada kegetiran yang tiba-tiba menguasai hati Seroja, kala ia akan mengungkapkan semua yang pernah terjadi dalam hidupnya. Namun, inilah yang harus ia lakukan. Berterus terang akan masa lalunya yang kelam. Jejak masa lalu yang mungkin akan menjadi sesuatu yang memberatkan untuk ia menerima seorang laki-laki yang datang kepadanya.


Hembusan nafas sedikit kasar terdengar lirih keluar dari bibir milik Seroja. Sorot matanya masih nyalang ke depan. Mengedar ke sembarang arah. Meski dadanya terasa begitu sesak, namun ini harus ia lakukan. Pastinya untuk membuka kedua mata Fakhru, bahwa ia tidak sebaik apa yang ada di dalam benaknya.


"Aku seorang pezina dan seorang janda, Fakhru!"

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁


Bulir-bulir kristal bening itu mengiringi rangkaian kata demi kata yang terucap dari bibir Seroja. Di hadapan teman kecilnya, yang saat ini memintanya untuk menjadi pendamping hidupnya, ia menceritakan kepingan-kepingan kisah yang menemani jalan hidupnya. Kepingan-kepingan layaknya kepingan puzzle, yang jika dirangkai tidak akan membentuk sebingkai kehidupan selain bingkai kehidupan yang kelam. Kehidupan yang gelap, di mana tidak ada secercah cahaya pun yang menghampirinya. Yang justru semakin membuatnya terperosok ke dalam jurang nista yang begitu kelam.


Seroja menutup wajahnya dengan telapak tangan. Mencoba menyembunyikan tetes-tetes air mata luka yang mengalir deras dari jendela hatinya. Ada rasa sesak kala ia mencoba untuk membuka kembali lembaran-lembaran hitam yang ada di masa lalunya. Namun, kelegaan itu seketika begitu terasa di saat kini sudah tidak ada lagi yang ia tutup tutupi di hadapan lelaki ini.


Fakhru yang masih duduk di kursi kayu di beranda rumah milik Seroja ini hanya bisa menatap nanar punggung wanita yang saat ini tengah membelakanginya. Wajahnya dipenuhi oleh keterkejutan, bibirnya seakan kelu tak mampu berucap apapun. Hatinya juga terasa tersayat sembilu kala mendengar cerita hidup seperti apa yang dialami oleh Seroja. Tidak pernah ia sangka jika Seroja mengalami kepelikan hidup seperti ini.


"Itulah jalan hidup yang aku jalani, Ru. Aku tidak sesuci dan tidak sebaik yang engkau pikirkan. Di balik kerudung yang aku kenakan ini, ada beberapa titik noda hitam yang sampai kapanpun tidak akan pernah bisa luruh."


Fakhru menghela nafas dalam dan perlahan ia hembuskan. Ia seka bulir bening yang juga lolos dari pelupuk matanya. Dan sekuat tenaga, ia coba untuk menghalau segala sesak dalam dada.


Fakhru mengulas sedikit senyum di bibirnya. Lelaki itu masih menatap lekat punggung wanita yang saat ini masih dalam posisi membelakanginya itu.


"Kita adalah para pendosa dengan jalan kita masing-masing. Dengan lalainya shalat. Dengan zina. Dengan riya'. Dengan kesombongan akan keberhasilan yang telah kita dapatkan. Dengan keangkuhan atas apa yang kita miliki. Dan dengan hal-hal nista yang tanpa sadar telah kita lakukan. Lantas masih pantaskah diri ini merasa suci? Dan merasa jauh lebih sempurna dari orang lain dengan menganggap mereka hina dari diri kita? Namun, sekotor dan sehina apapun diri ini yakinlah bahwa ampunan Allah dan kasih sayangNya jauh lebih besar dari apapun. Dia senantiasa mengulurkan tanganNya untuk membawa kita kembali ke dalam dekapanNya. Memeluk erat tubuh kita dalam rahmat dan kasih sayangNya."


Fakhru menjeda ucapannya tatkala tubuh wanita di hadapannya ini masih tidak memberikan respon sama sekali. Namun ia tidak menyerah. Ia yakin dengan rasa yang ia miliki untuk Seroja. Semua orang memiliki masa lalu, dan siapapun berhak untuk mendapatkan kesempatan kedua untuk memperbaikinya.


"Aku tidak perduli dengan apa yang menjadi masa lalumu, Seroja. Saat ini yang aku tahu, kamu adalah sosok wanita yang taat kepada TuhanNya. Dengan hijab dan pakaian-pakaian panjang yang membalut tubuhmu. Dan seorang wanita yang memiliki sejuta pesona yang dapat membuat lelaki jatuh hati. Dan aku lah salah satu lelaki itu. Aku tetap berada dalam pendirianku. Aku Fakhru Miftahul Haq ingin mempersuntingmu, Seroja Ayu Anjani!"

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Mohon maaf, atas keterlambatan update episode terbarunya ya Kak... Dua part sebelumnya sebenarnya sudah saya upload di hari Sabtu malam, tapi entah mengapa baru hari ini bisa publish. Dan itu jadi ke double-double karena kemarin saya coba-coba terus untuk bisa publish, tapi ternyata masih proses review melulu. Dan giliran bisa publish, eh dua part langsung barengan muncul 😄😄🙏🙏 Semoga bisa tetap menikmati setiap part nya ya kak🥰🥰


__ADS_2