Cahaya Cinta Untuk Seroja

Cahaya Cinta Untuk Seroja
CCUS 35 : Sebuah Keputusan


__ADS_3


Ruang tamu apartement di mana sebelumnya telah terjadi sebuah keributan antara Rosmala, Randy dan Seroja masih di selimuti oleh atmosfer keheningan. Orang-orang yang sebelumnya berkumpul di depan pintu, satu persatu mulai membubarkan diri. Mungkin mereka sudah cukup puas dengan drama rumah tangga yang baru saja mereka lihat secara langsung dan mungkin bisa jadi mereka sudah merasakan kantuk yang mendera, sehingga mereka memilih untuk kembali ke tempat masing-masing.


Randy tetap berada di posisi sebelumnya. Duduk di salah satu sofa dengan raut wajah yang terlihat begitu memilukan. Bukan hanya karena wajah tampannya yang lebam. Namun juga goresan luka hati yang ia rasakan. Luka tak kasat karena wanita yang teramat ia cintai kini telah pergi. Dan pastinya luka itu akan lebih lama mengering dan tetap menganga lebar sebelum ada penawarnya. Siapa lagi yang mampu menjadi penawar selain wanita itu sendiri?


Berkali-kali Randy membuang nafas kasar sembari mengacak rambutnya frustrasi. Aliran mata air dari kedua netra miliknya mungkin sudah terhenti, namun darah luka di hatinya justru semakin deras mengalir, tak terkendali.


Sedangkan Rosmala, ia juga hanya duduk terdiam membisu sembari mencuri-curi pandang ke arah Randy. Ia sadar, bahwa apa yang telah dilakukannya ini memang sudah berada di batas kewajaran. Seharusnya ia bisa sedikit mengendalikan amarah, sehingga tidak sampai terjadi kekacauan seperti ini. Namun, kini semua sudah terlanjur terjadi. Dengan keadaan seperti ini pasti akan semakin sulit untuk mendapatkan perhatian Randy.


Rosmala akui, jika selama lima tahun ia menjalani kehidupan berumah tangga bersama Randy, ia memang sama sekali tidak menaruh hati kepada lelaki itu. Bahkan selama ini, dalam memory otaknya masih dipenuhi oleh bayang-bayang seorang Randa. Dan jeratan cinta Randa itu terlampau kuat menjerat, hingga membuatnya tidak mudah lepas dari lilitan rasa cinta itu.


Satu tahun, dua tahun, tiga tahun menjalani kehidupan bersama Randy, ia sama sekali tidak pernah perduli dengan rumah tangganya. Ia hanya bertahan karena Randy mampu memberikan apa yang ia butuhkan dan pastinya kebutuhan si kembar. Sedangkan untuk hatinya sendiri, diam-diam ia masih sering berhubungan dengan Randa, di belakang istri sah lelaki itu. Dan itu semua hanya dia dan Randa saja yang mengetahuinya. Hubungan itu berjalan kurang lebih selama tiga tahun.


Namun di tahun ketiga, Randa memilih untuk mengakhiri hubungan diam-diam itu. Lelaki itu beranggapan bahwa akan sangat berbahaya jika sampai hubungan terlarang itu sampai ke telinga keluarga besarnya. Hal itulah yang membuat Rosmala larut dalam rasa sepi. Hingga pada akhirnya, ia sadar bahwa ia membutuhkan Randy lebih dari sekedar pemberi fasilitas saja, namun juga membutuhkan dia untuk memenuhi segala kebutuhan biologisnya. Ia pun berupaya untuk mencuri perhatian Randy. Satu tahun ia gunakan untuk mencuri perhatian Randy. Ia sama sekali tidak menyerah untuk bisa mendapatkan lelaki itu seutuhnya. Namun nasib baik sepertinya tidak berpihak kepada Rosmala karena di tahun keempat ia menjalani pernikahan penuh sandiwara ini, Randy ternyata telah berhubungan dengan wanita lain.


"Apa yang kamu harapkan dari rumah tangga yang penuh dengan kepura-puraan dan keterpaksaan ini?"


Ucapan Randy yang tiba-tiba berhasil memecah keheningan yang sempat tercipta. Perpisahannya dengan Seroja, benar-benar berhasil membuat pikirannya buntu. Tidak tahu akan jalan apa yang harus ia pilih.


Rosmala sedikit terkejut dengan pertanyaan Randy. Dari pertanyaan yang dilayangkan oleh lelaki ini seakan tersirat sebuah makna bahwa ia memang sudah tidak bisa untuk mempertahankan pernikahan ini.


"B-bagaimana jika kita mulai dari awal lagi Mas?"


Dahi Randy mengernyit. "Dari awal? Maksudmu?"


"Ya dari awal. Layaknya sepasang suami istri yang menjalani kehidupan berumah tangga."

__ADS_1


Randy yang sebelumnya tidak berekspresi sama sekali ketika berinteraksi dengan Rosmala, kini sedikit tergelak. Baginya usulan wanita ini begitu terdengar menggelitik telinga.


"Sepasang suami istri yang menjalani kehidupan berumah tangga biasanya keduanya sama-sama saling mencintai. Dan kamu berharap itu semua terjadi di rumah tangga kita?"


Rosmala menganggukkan kepalanya. "Tidak ada yang salah dengan apa yang aku katakan itu Mas. Bahkan di novel-novel yang pernah aku baca, banyak sepasang suami istri yang menikah tanpa dilandasi oleh rasa cinta, namun pada akhirnya mereka saling jatuh cinta. Jadi tidak buruk juga jika kita ikut mencobanya, Mas."


Randy sedikit terbahak. Ia bangkit dari posisi duduknya dan memilih untuk berdiri di depan jendela yang dari tempatnya ia berdiri, bisa ia nikmati suasana hujan di luar sana.


"Bahkan selama lima tahun aku menjalani kehidupan berumah tangga bersamamu, setitik pun rasa cinta itu tidak pernah ada untukmu. Aku rasa sia-sia saja jika aku tetap melanjutkan pernikahan ini."


Ucapan Randy benar-benar sesuai dengan ekspektasinya. Bahwa lelaki ini sudah tidak ingin melanjutkan pernikahan ini. Tapi Rosmala tetaplah Rosmala. Ia tidak akan menyerah sampai apa yang ia mau terwujud.


"Aku bisa memperbaiki semuanya Mas. Aku bisa memperbaikinya. Aku bisa belajar untuk menjadi istri yang baik. Aku bisa belajar menjadi seorang wanita dan seorang istri seperti apa yang menjadi kemauanmu. Aku bisa melakukan itu semua untukmu Mas."


Randy semakin tergelak. Tidak menyangka jika Rosmala akan sepercaya diri itu. Ia kembali membuang nafas kasar. Kala bayangan wajah ayu Seroja kembali menggodanya. "Namun selamanya kamu tidak akan pernah bisa menjadi seperti Seroja. Bahkan sikapmu pun tidak akan pernah bisa sama sepertinya. Karena pada kenyataannya, kamu tidak lebih baik dari Seroja. Bahkan mungkin attitude mu jauh lebih buruk dari attitude wanita yang selalu saja kamu teriaki ja*lang itu."


"Haruskah aku ceritakan secara detail? Padahal aku yakin bahwa kamu sangat mengerti apa yang aku ucapkan." Randy menjeda ucapannya dan membalikkan badan untuk bisa menatap lekat wanita yang duduk di depannya ini. "Ohhh ... sekarang aku mengerti. Kamu berteriak ******* di hadapan Seroja, sejatinya hanya untuk menyembunyikan semua perilaku burukmu, bukan?"


Dahi Rosmala mengerut dan kedua matanya menyipit. "Maksud kamu apa Mas? A-aku benar-benar tidak paham."


"Jika kamu mengatakan bahwa Seroja adalah wanita ja*lang karena telah menggodaku, lalu bagaimana dengan kamu sendiri yang diam-diam berhubungan dengan mas Randa di belakang istri sahnya?"


Raut wajah Rosmala mendadak pias seketika. Tidak menyangka jika Randy mengetahui semua rahasia yang ia simpan rapat. "Mas ... i-itu...."


Randy tergelak. Tidak sia-sia selama ini ia memperhatikan gerak-gerik wanita ini. "Bagaimana? Apakah kamu terkejut?"


"Apakah itu yang menjadi alasan kamu berhubungan dengan Seroja? Dengan maksud balas dendam terhadapku?"

__ADS_1


"Hahahaha ... kamu terlalu percaya diri sekali Ros. Aku bahkan tidak perduli apapun yang kamu lakukan. Dan satu lagi yang harus kamu ketahui. Seroja sama sekali tidak pernah menggodaku. Aku yang mendatanginya. Karena memang sejak awal bertemu, aku sudah jatuh hati kepada wanita itu."


Lagi-lagi Rosmala hanya bisa terpaku mendengar penuturan Randy. Kali ini bibirnya terasa begitu kelu, tak mampu berkata apapun. Kini hanya ada rasa malu yang menguasai aura tubuhnya. Ternyata, Seroja tidak pernah menggoda Randy, justru Randy lah yang dengan senang hati mendatanginya.


Raut wajah Randy dipenuhi oleh rasa lega yang begitu kentara. Akhirnya ia bisa membongkar apa yang telah dilakukan oleh Rosmala selama ini.


"Aku rasa pernikahan penuh keterpaksaan ini sudah tidak bisa aku pertahankan lagi. Sama seperti yang aku katakan sebelumnya, bahwa lima tahun adalah yang sangat panjang dan sangat cukup aku berada di dalam belenggu ini." Randy menghela nafas dalam. "Rosmala, aku ceraikan kamu dan mulai saat ini, kamu bukanlah istriku lagi!"


Tubuh Rosmala melemas seketika. Tidak menyangka jika nasibnya sama dengan Seroja. Sama-sama diceraikan oleh lelaki ini.


Randy mulai mengayunkan langkah kakinya. Ia masuk ke dalam kamar yang merupakan kamar pribadinya bersama dengan Seroja. Ia naik ke atas ranjang dan membenamkan tubuhnya di bawah selimut yang biasa dipakai oleh Seroja dan menikmati sisa-sisa aroma tubuh wanita yang begitu ia cintai.


Aku akan berupaya untuk memperbaiki diri, Sayang ... Semoga di saat aku telah menjadi lelaki yang jauh lebih baik dari hari ini, aku bisa kembali memilikimu. Pastinya dalam keadaan yang jauh lebih baik lagi. Seroja Ayu Anjani ... Selamanya, aku akan tetap mencintaimu.


.


.


🍁🍁🍁🍁


Cerita masih puanjaaaangggg ya Kak... Semua bisa terjadi. Untuk yang sudah menebak alur cerita ini seperti apa, saya persilahkan. Tapi itu semua akan terjawab di bagian ending nanti... jadi tetap ikuti kelanjutan ceritanya ya kak😘😘


Jangan lupa untuk like, komentar, favorit, gift poin maupun koin dan juga doa untuk menyemangati author remahan kulit kuaci ini ya Kak... sehingga saya bisa tetap bertahan di platform ini.


Banyak cinta untuk kakak-kakak semua... 🥰🥰


❤️❤️Yakinlah, bahwa setiap tulisan yang ditulis sepenuh hati, pasti akan memiliki tempat di hati masing-masing para pembaca.

__ADS_1


__ADS_2