
Tok.tok.tok.....
"Daren, Bangun nak.!
pekik nyonya Shita. Ia
berulang kali mengetuk pintu kamar, untuk membangunkan Putranya.
Kali ini nyonya Shita datang bersama Sheela yang kini sedang menunggu di ruang tamu.
"Hmmm. Ya, bentar.!
sahutnya lalu membuka pintu sambil mengucek kedua matanya kemudian melototkan matanya agar terbuka dengan sempurna.
"Hai Mom.! Tumben pagi2 udah kesini.!?!"
lanjutnya sembari menatap wajah ibunya.
Darren ingin memeluk ibunya tapi nyonya Shita menghindar karna mencium bau alkohol dari tubuh Daren yang masih melekat sisa dari semalam.
"Ish, kamu.!"
ucapnya nyonya Shita lalu menghela nafasnya serta menggeleng gelengkan kepalanya, karena putranya bangun kesiangan ditambah bau alkohol sangat menyengat keluar dari mulut Darren.
"Pagi2 sekali katamu,
ini sudah pukul 10 lewat loh.!
nech kamu lihat jam tangannya mama.!"
lanjutnya.
Darren menyengir memandangi wajah ibunya.
"Oh iya, aku kesiangan malah."
"Mandi sana.! Hari ini mama mau mengajakmu bersama Sheela untuk mencari cincin pernikahan buat kalian berdua."
ucapnya.
"Kenapa baru ngomong sekarang sech Mom, tau gitu Daren bakal bangun cepat.!"
sahutnya lalu melayangkan pandangannya kearah ruangan tamu, untuk mencari keberadaan Sheela.
Namun Darren tak melihatnya karena saat ini Sheela sedang berada di toilet.
"Sheela nya mana.?!?"
pikir Darren dalam hati.
"Semalam mama nelpon, tapi ponsel kamu nggak aktif.
Gimana sech.!
Mama gak suka bila kamu minum2 lagi, setelah nikah sama Sheela..."
"Iya mama bawel.!
Ntar Daren kurangin dech.!"
sahutnya.
"Issh kamu.!
sudah berani lawan mama ya.!
Mandi sana.! udah bau asem lagi."
ledek nyonya Shita.
"hmmm..."
Dengan wajah memelas.
Setelah ngobrol dengan Darren, nyonya Shita pergi keruangan tamu untuk menghampiri Sheela, yang baru saja kembali dari toilet.
Ketika Nyonya Shita berjalan kearahnya, Sheela pun menyambutnya dengan senyum, dan tentunya Sheela pun melihat Darren yang masih berdiri di pintu kamarnya sembari menatap kearahnya.
Yang kini hanya mengenakan celana pendek, sehingga menampakkan dada bidangnya yang di penuhi roti sobek.
__ADS_1
Sontak Sheela merubah posisi duduknya, lalu memainkan ponselnya.
"Issh, malunya.!"
gumamnya, kini wajah putihnya bersemu memerah seperti buah tomat.
Darren hanya tersenyum tipis dari tempatnya berdiri, lalu menutup pintu kamarnya dan langsung masuk kekamar mandi.
Saat ini, Bi Surti sedang membawa mampan berisi minuman hangat dan sepiring camilan dari arah dapur lalu meletakkannya di atas meja dekat Sheela dan nyonya Shita duduk.
"Silahkan di minum Nya dan ....."
ucapan Bi Surti terjeda karena Ia belum mengetahui nama Sheela.
"Nama saya Sheela Bi.!"
timpal Sheela dengan senyum memperkenalkan namanya.
Bi Surti pun ikut tersenyum, lalu menundukkan kepalanya memohon pamit hendak kembali ke dapur untuk melanjutkan tugasnya.
"Terima kasih ya Bi.!"
ucap Sheela.
"Iya Non Sheela.!"
jawabnya dengan ramah.
Sambil menunggu Daren selesai mandi, Nyonya Shita dan Sheela ngobrol di ruang tamu, terlihat ke akraban layaknya seorang ibu dan anak.
Tak butuh waktu yang lama, kini Daren sudah rapi dengan baju jalannya. Lalu keluar dari kamar menuju meja makan, untuk meminum kopi yang sudah di siapkan oleh Bi Surti..
Kemudian berjalan menghampiri mama dan calon istrinya.
"Sudah siap Nak..?"
"Udah ma.!"
"Ayo Sheel."
ajak nyonya Shita
"I..iya ma."
Tapi Sheela bisa mengimbanginya dengan wajah juteknya.
Nyo.Shita berjalan duluan kearah pintu keluar apartement Darren dan di ikuti oleh Sheela bersama Daren dari belakang.
"Hati-hati di jalan nyonya, Non dan Tuan Daren."
ucap Bi Surti
Iya bi.!
jawab Sheela yang di ikuti anggukkan dari Daren dan nyonya Shita.
Bi Surti pun melanjutkan pekerjaan dan bersiap untuk kembali kerumah kontrakannya.
Semenjak Daren tinggal di Apartemen, Nyo.Shita menyuruh Art kepercayaannya,
yaitu Bi Surti.
Ia membantu Daren untuk mengurus Apartemennya. Usianya kini 45 tahun, suaminya hanyalah kuli bangunan.
Tapi dia hanya bekerja stengah hari, dari pagi hingga jam 1 siang. Karna dia juga punya keluarga yang harus diurus dirumah ke dua anaknya masih duduk di bangku Sekolah Dasar..
Dengan adanya Bi Surti yang membantu Daren mengurus pekerjaan rumah, mama Shita merelakan anaknya untuk tinggal di Apartemen..
Karena kebahagiaan anak2-nya adalah kebahagiaan juga buat dirinya...
Walaupun Dia merasa kesepian di rumah yang indah nan megah..
Mereka bertiga naik ke atas mobil, Setelah Daren membuka pintu depan dan belakang buat ibu dan calon istrinya. Sheela duduk di Samping Daren yang mengemudikan mobil sedangkan Nyonya Shita duduk di belakang.
Kendaraan pun melaju dengan kecepatan sedang, menuju Toko Perhiasan yang terkenal di Kota tersebut.
Tidak terasa mereka sudah tiba di Toko tersebut, karna jaraknya dari Apartemen sekitar setengah jam kalau tidak ada kemacetan di jalan.
Kedatangan Mereka sudah di sambut ramah dan sopan oleh karyawan toko bahkan seorang Sales Manager.
__ADS_1
Mereka sudah kenal betul dengan Nyo.Shita, pelanggan tetap mereka.
"Selamat siang nyonya dan Tuan..!
sambut sales manager dengan ramah.
"hmmmm, siang juga."
jawab nyonya Shita sedangkan Darren dan Sheela hanya tersenyum.
Sambil melangkah menyusuri lemari kaca tempat menyimpan perhiasan, dengan berbagai model yang sangat mewah dan berharga fantastis.
"Silahkan anda melihat-lihat Nyonya." kata karyawan setempat.
"Ada yang bisa saya bantu Nyonya...?" kata S.manager yang melihat Nyonya Shita kebingungan...
"Saya lagi mencari sepasang cincin Pernikahan buat anak dan menantu saya.."
sahutnýa.
Sedangkan Daren duduk di sofa khusus untuk tamu VVIP yang berkunjung. Saat itu, tidak ada pengunjung yang datang selain mereka. Sengaja di kosongkan untuk mereka agar lebih nyaman dan leluasa dalam memilih perhiasan.
"Yang ini terlihat bagus Nyonya dan merupakan keluaran terbaru saat ini.!"
Sepasang cincin yang mewah dan indah, tampak berkelas.
Cincin wanita dihiasi dengan batu berlian berwarna biru yang cukup terkenal di dunian sedangkan cincin pria terlihat polos tapi sangat elegan.
"Wah sangat elegan.
Gimana menurutmu Nak Sheela..?"
"Memang sangat cantik Ma, tapi ini tidak pantas buat saya Ma.!"
ucap Sheela.
"Mama mau pesan yang ini.
Pak, Saya pesan yang ini.!"
ucap nyonya Shita
"Baik Nyonya."
sahut sales manager.
"Ren... gimana menurut kamu...?"
Nyonya Shita
"Apa pun yang mama pilih, Daren akan terima."!!
sahutnya lalu
melanjutkankan membaca majalah yang ada di meja dan menikmati minuman dan camilan yang telah di siapkan untuk mereka.
"Tapi ma.! "
dengan wajah cemberut...
"Please Sheel.
Kali ini saja kamu jangan tolak hadiah dari mama okey.!"
ucap Nyonya Shita.
"Huh, mama dan anak sangat kompak.!" umpat Sheela dalam hati.
Mau tidak mau, Sheela haru menerima pemberian Calon mertuanya itu yang sedikit keras kepala.
Sedangkan Daren hanya tersenyum melihat wajah Sheela yang cemberut
kelihatan lucu baginya.
Dengan cekatan Karyawan mengukur jari tangan Daren dan Sheela.
*******
Bersambung......
__ADS_1
Jangan lupa beri vote, like and komennya.
Thank you.