
Darren bergegas turun dari mobilnya saat anak buahnya berhasil menghadang kendaraan yang di tumpangi oleh Helena dan Sarah.
Darren berlari menghampiri anak buahnya kedepan yang sudah siap dengan senjata di tangannya dan menodongkannya ke arah mobil Helena yang jaraknya hanya beberapa meter saja.
Darren yakin, jika mobil yang di hadang anak buahnya itu, ada Helena dan Sarah di dalamnya.
"Turun kau Helena..!
teriak Darren dengan lantang dan berdiri tepat di depan mobil Helena dan Sarah, sedangkan anak buahnya yang berjumlah 2 orang sedang berdiri di belakang Darren, masing2 memegang pistol untuk berjaga2 dan melindungi bos mereka.
"Apa kau dengar...! cepat turun dari mobil, kalau tidak..!"
lanjutnya sambil mendekat ke mobil Helena dan Sarah.
Dalam mobil, Helena dan Sarah nampak kelabakan, panik dan gelisah. Mereka tidak tahu, apa yang harus mereka lakukan. Begitu pun dengan bodyguardnya yang berada di balik kemudi sambil menunggu perintah dari Helena dan Sarah yang tak kunjung datang.
"Apa yang harus kita lakukan nona..."
tanya bodyguardnya itu.
"Tabrak saja dia..."
perintah Helena.
Tanpa aba2, bodyguardnya itu langsung menancap gas melaju kedepan dan hampir menabrak Darren dan anak buahnya.
Sontak Darren menghindar dengan cara membuang tubuhnya sambil berguling dibawah aspal.
Anak buah Darren langsung menembaki mobil Helena dan Sarah dari belakang
Namun tidak tepat sasaran karena mobilnya mereka melaju begitu kencangya, hingga mereka berhasil lolos dari jangkauan Darren dan anak buahnya.
"kurang ajar..."
pekik Darren dengan geram lalu bergegas naik ke mobilnya untuk melanjutkan pencarian isterinya.
Anak buah Darren pun turut serta membantu Darren mencari keberadaan Sheela yang entah di mana karena lokasi yang mereka tempati saat ini sangat gelap dan jauh dari penerangan cahaya listrik.
Setelah beberapa menit mengendarai mobilnya, di tengah jalan mereka berpapasan lagi dengan dua orang preman yang membantu Helena dan Sarah untuk menyekap Sheela di gudang.
Ke dua preman itu berlari sambil ngos-ngosan, terlihat dari sorotan lampu mobil Darren dan tiba2 berhenti berlari. Mereka sangat terperanjat ketika melihat Darren turun dari mobil dan menghampiri ke dua preman itu.
Namun preman itu berlari kocar kacir dan berpencar tanpa arah tujuan yang pasti di tengah gelapnya malam yang sangat mencekam.
Dengan sigap anak buah Darren mengacungkan pistolnya kearah salah satu preman itu dan langsung menembak hingga mengeluarkan timah panasnya tepat sasaran pada lutut pria bertato yang hampir mencium Sheela sebentar tadi. Preman tersebut ambruk ke semak2 belukar yang tak jauh dari posisi Darren dan anak buahnya berdiri.
Sedangkan preman yang satunya lagi, berhasil lolos.
Ke dua anak buah Darren langsung memapah preman itu dan memaksanya naik ke atas mobil mereka.
Darren menghampiri preman itu dengan cepat dan mencari tau tempat penyekapan isterinya sesudah preman itu mengakui jika dirinya adalah orang suruhan dari Helena dan Sarah.
Tanpa menunggu lama, Darren langsung mengendarai mobilnya dan mengikuti mobil anak buahnya dari belakang menuju tempat penyekapan Sheela.
Sesampainya di gudang tempat penyekapan Sheela dan pak Budi, Darren tergesa-gesa turun dari mobilnya dan langsung masuk ke gudang itu namun tidak ada sesiapa pun didalamnya.
Hati Darren jadi sedih tatapannya sangat nanar saat melihat bekas darah di lantai tanah, lalu menghampiri preman tersebut yang di apit oleh kedua anak buahnya. Kemudian Darren mencengkram kerah baju preman itu dengan kuat dan sedikit mengangkatnya ke atas sehingga preman itu terlihat berjinjit.
"Dimana isteriku..! kalian sembunyikan dimana Dia...?!"
pekik Darren dengan keras dan sangat geram karena tidak menemukan isterinya dalam gudang itu.
Apalagi saat melihat bekas darah Sheela dibawah tanah.
__ADS_1
Preman itu pun terheran heran karena tadinya Sheela dan pak Budi masih berada di gudang tersebut.
"Bagaimana mungkin mereka hilang secepat itu..? apalagi Sheela dalam keadaan pingsan.."
pikir preman dalam keadaan berdiri. Kedua lengannya di pegang oleh anak buah Darren. Preman itu meringis kesakitan dengan satu tumpuan kaki kirinya saja karena karena lutut kaki bagian kanannya terluka kena tembakan timah panas milik anak buah Darren.
"Apa kau tuli..! cepat katakan, dimana isteri saya sekarang...?"
pekik Darren melengking dengan tatapan tajamnya melototi preman itu.
Preman itu ketakutan, tubuhnya bergetar begitu hebatnya. Sangking takutnya, Ia mengencingi celana panjangnya hingga mengalir ke tanah.
"Ampun tuan, saya tidak bohong. Sebentar tadi mereka masih ada disini..
Tadinya Isteri anda dalam keadaan pingsan di sini.."
lanjutnya sembari menunjuk lantai tempat Sheela terjatuh.
Tanpa Darren minta, preman itu menjelaskan semua kronologi, dari awal pingsannya Sheela. Semua itu karena perbuatan Sarah, membuat Darren semakin berang dan melepas cengkramannya dari leher preman itu.
********
"Bagaimana keadaan majikan saya mbah..?"
tanya pak Budi kepada mbah Akung yang sedang memeriksa dan mengobati Sheela saat ini.
Mbah Akung ini adalah seorang kakek yang ahli dalam pengobatan tradisional dan serba bisa dalam mengobati pasiennya.
Mbah akung juga orangnya taat ibadah dan selalu membantu pasiennya tanpa imbalan. Dia ikhlas menolong orang2 yang membutuhkan bantuannya.
"Keadaan majikan anda baik2 saja. Untung saja anda cepat membawanya kemari, kalau tidak nyawa majikan anda dan bayinya tidak akan terselamatkan lagi.."
jelasnya sembari meracik bahan2 herbal yang akan di berikan kepada Sheela nantinya, apabila Ia sadar dari pingsannya.
Ia bersyukur karena Sheela dan bayi dalam kandungannya selamat.
Sesudah meracik obat, mbah Akung dan pak Budi keluar dari dalam kamar, meninggalkan Sheela sendirian yang masih terbaring diatas ranjang rotan beralaskan tikar seadanya.
Di teras rumah, Mbah Akung dan pak Budi sedang berbincang-bincang tentang peristiwa yang pak Budi alami bersama majikannya, sehingga mereka bisa berada di kampung Mbah Akung, sebuah desa yang jauh dari keramaian.
Pak Budi menceritakan semua peristiwa yang dia alami bersama majikannya itu, mulai dari awal kejadian.
Terutama saat Sheela tergeletak ke lantai, hingga dirinya bingung harus berbuat apa.
Mengingat kejadian dua jam yang lalu, saat itu pak Budi kalang kabut, Ia berlari mengelilingi gudang sembari berteriak, namun tidak ada sesiapa pun yang mendengar.
Dia pun tak habis akal. Saat itu, dirinya sedang berlari di samping gudang dan Ia menemukan sebuah gerobak bekas milik petani yang di gunakan untuk memuat hasil panen dari kebun dan sawah masa itu.
Sesudah mengangkat Sheela keatas gerobak, tanpa pikir panjang, pak Budi langsung mendorong gerobak itu menuju sebuah rumah warga yang jaraknya kurang lebih 1 km jauhnya dari gudang.
Walaupun dalam keadaan gelap gulita, pak Budi tak patah semangat. Ia hanya menggunakan cahaya sorot dari lampu ponselnya untuk menerangi jalannya sambil berlari mendorong gerobak.
Untung saja rumah yang pak Budi tuju itu adalah rumah milik Mbah Akung.
Pak Budi sangat bersyukur kepada Sang Maha Pencipta. Tuhan tidak pernah meninggalkan orang yang sedang kesusahan.
Selalu memberi kemudahan dan petunjuk bagi orang2 yang betul2 membutuhkan pertolongan-Nya.
Hingga dirinya bertemu dengan orang baik seperti Mbah Akung yang menyelamatkan majikannya saat ini.
Saat mereka tengah berbincang, isteri Mbah Akung tiba2 muncul dari arah dapur sambil membawa mampan ditangannya yang berisi dua gelas teh hangat didalamnya.
"Silahkan di minum tuan..."
__ADS_1
kata isteri Mbah Akung mempersilahkan setelah meletakkan dua gelas keatas meja, dengan senyum diraut wajahnya yang sudah terlihat keriput, namun masih terlihat kuat dan sehat.
Tersungging senyum malu2 di bibir pak Budi.
"Trima kasih..., jadi merepotkan Mbah sekeluarga..
Panggil pak Budi aja mbok.."
ucapnya sambil menundukkan kepalanya dan memandangi Mbah Akung dan isterinya secara bergantian.
"Ngga perlu sungkan pak Budi..
Silahkan di minum tehnya sebelum dingin..."
ucap isteri Mbah Akung lalu pamit ke dapur untuk menyiapkan makan malam buat pak Budi dan Sheela jika tersadar dari pingsannya.
********
Di jalan besar. Kendaraan yang ditumpangi oleh Sarah dan Helena tiba2 berhenti ditengah jalan karena di kepung oleh beberapa kendaraan milik petugas kepolisian yang sedang bertugas untuk mengejar Helena dan Sarah.
Sebelumnya, Kepala kepolisian sempat menguping percakapan Darren dengan orang yang ada di balik telpon, yang tak lain adalah anak buah Darren.
saat itu juga, Kapolri itu langsung menghubungi bawahannya yang sedang berpatroli di jalan, Ia tugaskan untuk mengikuti mobil Darren dari belakang.
Dalam mobil, Sarah dan Helena mengangkat kedua tangannya masing2 tanpa adanya perlawanan. Begitu pun dengan anak buahnya yang berada di balik kemudi.
Sebab di samping kanan kiri, depan belakang mobil mereka, ada mobil patroli sedang mengepung mereka.
Mereka bertiga langsung di bekuk dan dibawah kekantor polisi hingga di jebloskan kedalam penjara.
********
Saat ini Darren bersama anak buahnya berada di sebuah penginapan kecil yang tak jauh dari perkampungan tersebut.
Preman yang mereka bekuk, ikut serta bersama mereka.
Karena Malam semakin larut yang kira2 jam 2 pagi saat ini. Mereka beristirahat sejenak.
Rencananya, besok pagi baru mereka melanjutkan pencarian Sheela.
Namun saat ini Darren sangat sulit untuk memejamkan matanya diatas kasur. Kemudian Ia bangun lalu duduk sofa.
Dipikirannya hanya ada Sheela semata.
Tak henti2nya Ia berharap dan berdoa kepada Tuhan, agar isterinya dan pak Budi selamat dan besok pagi dirinya bisa menemukan isteri tercintanya itu.
Beberapa menit kemudian ketika dirinya hendak duduk bersandar di sofa yang ada didalam kamar tempatnya menginap, tiba2 ponselnya berdering.
Tanpa menatap layar ponselnya, Darren langsung mengangkat telponnya itu.
Ternyata orang yang menghubungi dirinya adalah dari pihak petugas kepolisian.
Setelah sambungan telponnya berakhir,
Tanpa menunggu lama, Darren langsung berdiri dan beranjak dari sofa untuk mengambil jaket kulitnya yang tergantung di pintu kamar lalu segera mengenakannya.
Darren tergesa-gesa keluar dari kamarnya menuju lantai bawah tempat memarkir mobilnya.
Sebelum mengendarai mobilnya, Darren menghubungi anak buahnya terlebih dahulu agar tetap berada di penginapan untuk mengawasi preman yang mereka sekap saat ini.
Bersambung....
Bantu author dengan memberi vote, komen and likenya ya...
__ADS_1
Thank you sebelumnya...