Calon Istri Yang Manja

Calon Istri Yang Manja
Bab 78


__ADS_3

Tiba di rumah sakit, Sheela langsung di larikan keruangan IGD dan segera di tangani oleh dokter spesialis kandungan disana.


Kini hampir dua jam lamanya dokter belum juga keluar dari ruangan IGD itu.


Membuat Darren sangat uring uringan di tempatnya.


Sebentar duduk kemudian berdiri lagi.


Berjalan mondar mandir,


Berulang kali Ia lakukan seperti itu.


Wajahnya sangat tegang dan nampak prustasi sekali. Rambutnya sudah tak tertata dengan rapi lagi, terlihat sangat kusut dan sangat berantakan.


Begitu pun dengan Sasa. Ia sangat gelisah di tempat duduknya dan tiada hentinya Ia bermohon kepada yang maha kuasa, akan kesembuhan Sheela dan bayinya.


Apalagi saat ini, para perawat sedang berlari memasuki ruangan IGD itu untuk membantu dokter dalam melakukan tindakan operasi pengangkatan janin Sheela yang sedang sekarat dan mungkin tak tertolong lagi.


Sembari menunggu dokter keluar dari ruangan IGD, Darren menyempatkan diri untuk menghubungi kedua orang tuanya dan juga orang tua dari isterinya.


Biasanya Darren selalu merahasiakan masalah dalam rumah tangganya dari kedua orang tua mereka masing2.


Karena tak ingin membuat ke dua orang tua mereka itu ikut risau dan terbebani.


Namun kali ini, Darren memberitahukan kepada kedua orang tua mereka.


Karena masalah ini sudah sangat serius dan tak bisa Darren tutup tutupi lagi.


Hanya butuh waktu 20 menit lamanya, tuan Vincent dan nyonya Shita sudah tiba di rumah sakit dan kini sudah berjalan ke arah Darren dan Sasa.


Nyonya Shita berjalan begitu tergesa gesa.


Wajahnya nampak risau dan sedikit panik.


"Sayang...!"


sontak Darren menoleh lalu berdiri dan memeluk ibunya yang kini berada di hadapannya.


"Bagaimana keadaan isteri kamu nak..!?"


Isak tangis Darren pecah terdengar begitu nyaring di pundak ibunya.


Membuat


nyonya Shita ikut bersedih dan merasakan rasa sakit hati dan penyesalan yang di alami oleh anaknya saat ini.


Karena nyonya Shita sangat jarang mendengar keluhan dari anaknya itu dan bahkan baru pertama kali beliau mendengar isak tangis anaknya pecah semenjak beranjak dewasa.


"Maafin Darren Ma...!!"


sahutnya tersedu sedu di pundak ibunya.


"Iya sayang, mama dan papa udah maafin.!"


bujuk nyonya Shita agar Darren berhenti menangis.


Tuan Vincent pun ikut terharu melihat putranya itu.


Kemudian Beliau juga mengelus pundak anaknya sehingga Darren beralih memeluk ayahnya itu dengan erat.

__ADS_1


Kata maaf tiada hentinya terucap dari mulut bibir Darren yang sudah nampak pucat dan bergetar.


Sasa pun turut merasakan penyesalan Darren saat ini.


Namun Sasa rasa, ini menjadi pelajaran dan cobaan besar buat Darren agar lebih menghargai dan mencintai isterinya lagi ke depannya, ketika Sheela selamat.


pikirnya.


"Amin, ya Tuhan..!"


ucap Sasa tiada hentinya berharap Sahabatnya itu selamat dan kembali seperti semula.


Tuan Vincent dan isterinya sangat penasaran dengan apa yang di alami oleh menantunya.


Namun Ia masih sungkan untuk menanyakan hal itu.


Melihat keadaan putra mereka sekarang ini sedang terlihat prustasi.


Karena Darren tak menjelaskannya secara terperinci tentang apa yang di alami menantu mereka saat ini,


ketika Darren menghubungi mereka tadi.


Setelah menenangkan hati dan perasaan putranya, nyonya Shita merangkul Sasa dan membawanya ke dalam pelukan hangatnya.


Nyonya Shita tahu, jika Sasa turut merasakan kepedihan dengan apa yang di alami oleh anak mantunya itu.


Nyonya Shita sudah mengenal sosok Sasa yang begitu akrab dengan menantunya dan mengenalnya begitu dekat ketika Sheela dan putranya pindah kerumah baru mereka.


Sasa pun meneteskan air matanya.


Ia membalas pelukan nyonya Shita dengan erat.


Dokter spesialis kandungan pun keluar dari ruangan IGD.


Darren yang menyadari kemunculan dokter itu, segera beranjak dari duduknya dan menghampiri dokter itu.


"Bagaimana keadaan isteri dan anak saya Dok...!


apakah mereka dapat di selamatkan..?"


tanya Darren terburu buru dengan wajah paniknya karena sangat risau.


Tuan vincent , nyonya Shita dan Sasa pun serempak berdiri dan ikut menghampiri dokter yang memeriksa Sheela.


Mereka ikut penasaran dengan keadaan Sheela.


Dokter itu tersenyum tipis dan ramah kearah mereka.


"Bayi anda selamat.!"


Darren sangat terharu mendengar berita itu.


Begitu pun dengan kedua orang tuanya serta Sasa sahabat Sheela.


"Tapi.!"


ucap dokter terjeda membuat Darren


penasaran dan sangat tidak sabar untuk mendengar penjelasan dari dokter itu.

__ADS_1


"Isteri anda sedang dalam masa kritis karena dia kehilangan begitu banyak cairan dan darah.!"


Namun kami sudah berusaha semaksimal mungkin,


agar isteri anda bisa selamat.!"


lanjutnya dan menjelaskan semuanya secara detail.


Wajah Darren langsung berubah menjadi pucat dan kaku.


Tadinya Ia sangat senang mendengar putra mereka lahir dengan selamat.


Namun ketika mendengar isterinya sedang kritis, membuat hatinya begitu hancur dan terpukul begitu hebatnya.


Sasa tak kalah sedihnya dari Darren.


Ia sangat berharap sahabatnya itu cepat pulih dari komanya.


Kemudian dokter itu beranjak dari hadapan mereka untuk menangani pasien pasien yang lainnya.


Kini Sheela di pindahkan ke ruangan inap.


Sebuah kamar VVIP yang lumayan luas dan sangat nyaman.


Agar Sheela dan bayinya merasa aman dan leluasa dalam kamar itu.


Setelah mengantar isterinya ke ruangan ranap, Darren melepas penatnya dan membasuh dirinya dalam kamar mandi ruangan isterinya di rawat.


Nyonya Shita menyuruhnya untuk pulang istirahat sejenak ke rumahnya, namun Darren menolaknya dan ingin selalu berada di samping isterinya.


Darren tak ingin meninggalkan isterinya sebarang 5 menit pun.


Sehingga pak Budi lah yang harus bolak balik ke mansion untuk mengambil segala keperluan yang di butuhkan oleh Darren selama


isterinya belum sadarkan diri.


Setelah memastikan Darren, Sheela dan cucunya merasa aman dan nyaman dalam ruangan itu,


Tuan Vincent dan nyonya Shita kembali ke rumah mereka untuk istirahat dan kembali lagi besok hari.


Sedangkan Sasa sudah pulang lebih awal.


Ia membiarkan Darren dan sahabatnya itu beristirahat dengan nyaman bersama putra mereka.


Selang beberapa menit setelah kepergian tuan Vincent dan nyonya Shita,


Tuan Hardi dan nyonya Jeslin tiba di rumah sakit.


Mereka berdua langsung berangkat dari kota Bandung ke Jakarta setelah mendengar kabar kecelakaan yang di alami oleh putri mereka.


Di sisi lain mereka sangat terharu dan bahagia karena di sambut oleh tangisan cucu pertama dari putri tungggalnya itu.


Namun hati mereka sangat sedih dan remuk ketika melihat putri mereka sedang terbaring lemah dan tak sadarkan diri.


Ya. Begitulah hati dan perasaan kedua orang tua yang melahirkan kita kedunia ini, di saat kita mengalami kesusahan dan masa masa kesulitan yang di alami oleh buah hati tercinta mereka berdua.


********


Bersambung......

__ADS_1


See u......


__ADS_2