
Malam hari pun tiba, penghuni Apartement saat ini masih sibuk dengan aktifitas masing-masing,
sejak pagi hingga malam mereka hanya diam membisu, tidak ada tegur sapa di antara mereka...
Setelah menyiapkan makan malam buat suaminya,
Sheela langsung masuk ke kamar untuk beristirahat,
Hatinya sedikit gelisah karena mengingat kejadian pagi tadi,....
bukan maksud hati ingin menghindar dari suami-nya,
Sebagai isteri, Sheela pun ingin membuat suaminya bahagia dan memberikan apa yang seharusnya menjadi hak miliknya seorang.
Namun hatinya masih ragu...
akankah Daren mencintainya dengan tulus atau hanya mempermainkan dirinya saja...
Ia pun mengingat kejadian tadi saat Daren tiba2 mengecup bibirnya, jantungnya seakan mau melompat keluar dari tubuhnya, karena itu adalah ciuman pertama bagi dirinya...
Kini Ia senyum2 sendiri di atas tempat tidur sambil mengelus bibirnya yang manis,
"Kenapa kau senyum2 sendiri...!
apa kau sudah gila.....?"
ucap Daren membuyarkan hayalan Sheela, lalu beranjak ke kamar mandi dengan seringai di bibirnya...
Sheela tersentak kaget, berulang kali dirinya di buat jantungan oleh suaminya sendiri...
"Cih....
siapa yang gila...."
umpatnya saat Daren sudah masuk ke kamar mandi....
"aahh.....
malunya....."
Ia seperti hantu saja tiba2 ada di kamar.."
ujar Sheela lalu mengambil selimut dan menutupi tubuh hingga kepalanya...
Daren pun keluar dari kamar mandi dan mengganti bajunya dengan baju tidur,
kemudian duduk dan bersandar di sandaran kasur..
"Apa Ia kedinginan...?"
gumamnya dalam hati,
gue kerjain aja...
gumamnya lagi dengan seringai licik..
Daren pun mengambil remote Ac lalu menurunkan suhunya....
kemudian ikut berbaring di sisi Sheela,
menghadap ke langit2 kamar...
tangan kanannya Ia letakkan di kepalanya dan yang kiri di perut...
"badan gue kok tiba2 jadi gerah gini ya....."
gumam Sheela pelan,
Ia mulai gelisah dan mulai mengintai dari balik selimut, seperti kura2....
__ADS_1
Sheela ingin memastikan kalau Daren sudah tidur apa belum...
"Mungkin saja Ia sudah tidur..."
pikirnya, kemudian dengan pelan2 Sheela
menyingkapkan selimut dari tubuhnya....
Daren saat ini hanya pura2 ter tidur, agar Sheela mau berbagi selimut dengan dirinya dan Ia mau menampakkan wajahnya tidak seperti kura2 yang bersembunyi di balik tempurungnya.
Sheela pun mulai duduk dan mengambil botol air minum dari atas nakas yang ada di sampingnya, kemudian meneguknya sampai habis karena tenggorokan yang sudah kering.
"Ah... leganya....."
desisnya pelan
perlahan Sheela
berjalan ke arah nakas samping Daren, untuk mencari remote yang biasanya tersimpan di laci.
bahkan tadi Ia sempat menyimpannya di situ, setelah menyalahkan Ac,
posisi lemari nakas ada di kedua sisi tempat tidur ya guys...
"Tadi kan gue letak di sini...!"
gumamnya lagi sambil bengong dan memandangi wajah Daren yang tidurnya cukup tenang....
"Jangan2....."
pikir Sheela curiga kalau Daren yang sengaja menurunkan suhunya dan menyembunyikan remote darinya...
Sheela pun beranjak dari kamar membawa botol air minumnya untuk di isi ulang...
tak mengambil waktu yang lama, Sheela kembali ke kamar sambil membawa botolnya yang sudah ter isi penuh.
Suhu udara di kamar sudah mulai kembali normal seperti sebelumnya...
bahkan Daren sudah memakai selimut yang menutupi sebagian tubuhnya.
"cih, dasar es balok..."
gerutunya saat melihat Daren sudah memakai selimut dan pura2 ter tidur dengan pulas, seakan terbawa dalam mimpi yang indah, bahkan
remotenya pun sudah ada di posisi semula.
Sheela pun mulai naik ke tempat tidur, perlahan Ia menyingkap selimut di sisi Daren kemudian menyelinap masuk ke dalamnya...
meskipun ruang kamar sudah mulai dingin, Sheela masih merasa gerah dan nafasnya terasa sesak serta jantungnya berdegup dengan kencang, seakan melompat lompat...
Kini Sheela mulai memejamkan matanya dan mengatur nafasnya secara perlahan saat mendengar suara dengkuran halus dari mulut Daren...
Malam pun semakin larut, kedua insan terlelap dalam tidurnya dan terbawa dalam mimpi yang indah,
terdengar suara desiran angin di luar sana,
di sertai hujan yang lebat dan petir yang memancarkan cahaya kilatnya dari balik jendela...
Sheela pun terbangun dari tidurnya, tubuhnya tersentak kaget saat mendengar suara halilintar yang dasyat seakan membela bumi...
tiba2 saja Sheela merasakan kehangatan yang melingkupi tubuhnya, Ia menolehkan kepalanya dan melihat Daren tertidur pulas di sisinya sambil memeluk erat dirinya..
Diam2 Sheela memandangi
wajah Daren yang adem dan hangat saat tertidur, tidak seperti biasanya Ia selalu menampakkan wajahnya yang dingin dan kaku.
terdengar detak jantung Daren di telinganya serta aroma tubuhnya menenangkan hati dan pikiran Sheela...
Ia sangat nyaman berada di pelukan suaminya kini...
__ADS_1
Ia pun mulai memejamkan matanya, namun
tiba2 Daren mengecup bibirnya..
Sheela sangat kaget dan risih karena malu, Daren terus saja memandangi wajahnya sambil mengelus bibirnya dengan jemari tangannya...
Jantung Sheela terasa copot dan memompa aliran darahnya hingga ke ubun2...
Ia berusaha mengelak namun Tubuhnya sudah berada dalam genggaman Daren..
Ia hanya bisa pasrah,
Daren pun memulai aksinya saat tidak ada perlawanan dari Sheela,
Ia kembali mengecup bibir isterinya ber ulang kali,
wajah Sheela semakin memerah,
Daren merapikan rambut isterinya yang menutupi dahi dan telinganya, kemudian mengecup keningnya dengan lembut dan hangat...
Sheela hanya menutup mata karena malu,...
Lalu tanpa menunggu lebih lama, Daren mencium bibir Sheela yang merekah menggoda,
dan Ia sangat menikmatinya lebih lama lagi bibir kenyal milik Sheela...
kemudian Daren melepas ciumannya karena melihat Sheela nampak susah untuk mengatur nafasnya... Ia sudah terlihat ngos-ngosan...
"Apa ini yang pertama buat mu...!?"
goda Daren sambil melap sisa air liur di bibir Sheela serta menyingkapkan rambut ke telinganya.
Sheela hanya mengangguk pelan kemudian menutup wajahnya dengan kedua tangannya...
Aku ingin melakukannya....
bisik Daren di telinganya,
Jantung Sheela semakin melompat lompat tidak karuan... keringatnya mulai mengalir di tubuhnya...
tubuhnya merinding saat mendengar ucapan Daren di telinganya...
namun Ia menyadari statusnya saat ini dan sebagai isteri Ia berkewajiban melayani suaminya di atas ranjang...
tanpa menunggu lama Daren memulai aksinya perlahan tapi pasti karena sudah ada sinyal dari Sheela, kalau Ia siap melakukannya..
Ia memulainya dari kiss mark di leher,
"ahh, sakit...."
Sheela mendesis kesakitan karena mendapat cap stempel kepemilikan dari Daren...
Daren menyetubuhi isterinya dengan lembut, dan memperlakukannya dengan penuh kasih sayang...
kini Daren mencapai klimaks dan suara erangan pun terdengar keras di kamar itu,
Sekujur tubuhnya berkeringat,
kemudian mengecup kening isterinya lalu membaringkan tubuhnya di samping Sheela..
Terlihat Sheela yang sudah tidak berdaya dan mengatur nafasnya karena seakan menempuh perjalanan yang jauh sambil berlari...
seperti itulah gambaran Sheela saat ini, kemudian Ia tertidur dengan pulas dan terbawa dalam mimpi yang indah...
Daren pun segera membersihkan tubuhnya ke kamar mandi,
dan kembali tidur di sisi Sheela...
Ia pun terlelap dalam tidurnya sehabis melakukan malam pertama yang panjang, penuh dengan kenikmatan birahi...
__ADS_1