Calon Istri Yang Manja

Calon Istri Yang Manja
Bab 30


__ADS_3

Hari lepas hari, bahkan berganti bulan yang di lalui oleh Sheela sebagai isteri pengusaha yang sukses dan sekaligus jadi mahasiswa kedokteran,


Sheela pandai mengatur waktu antara kuliah dan menjalani tugasnya sebagai isteri,


kini Sheela dan Sasa sahabatnya sedang sibuk mengurus berkasnya dan siap menjalani ujian prakteknya di sebuah Rumah Sakit swasta yang ada di Kota Jakarta, Ia menjalani prakteknya sebagai Dr. Spesialis Anak.


Jam istirahat pun tiba, sebagian perawat dan dokter pergi ke kantin yang ada di dalam area rumah sakit untuk makan siang,


Sheela dan Sasa pun pergi ke kantin tersebut.


Saat berjalan memasuki kantin, beberapa rekan dokter senior memperhatikan mereka dari jauh terutama Sheela yang menjadi perhatian


oleh semua kaum pria...


"apa dia orangnya..., mahasiswa yang baru magang di rumah sakit ini...?"


tanya Raka kepada rekan kerja yang ada di sebelahnya,


"ya.., sangat cantik bukan...?"


jawab Andi rekannya,


"lumayan juga....?"


sahut Raka lalu meneguk segelas kopi yang ada di tangannya,


Raka dan Andi merupakan seorang dokter muda yang ada di rumah sakit tersebut dan ke duanya masih jomblo.


Raka sebagai Dokter spesialis anak sedangkan Andi Dokter spesialis kandungan.


"Sheel..., kalau tiap hari kaya gini liat wajah2 ganteng, gue mah betah aja magang di sini.."


ucap Sasa lirih,


"dasar loe Sa.., cowok aja yang jadi incaran...."


sahut Sheela menggelengkan kepalanya,


"Pasti dong..., gue kan masih jomblo gitu.. jadi bebas Lah..."


ujar Sasa,


"Loe aja yang suka milih2 cowok.., padahal banyak yang naksir loe di kampus.."


ucap Sheela,


"banyak sech... tapi...,


nggak sesuai dengan kriteria gue..."


sahut Sasa,


"Gue pengen nya seperti loe yang tiba2 di jodohkan sama cowok yang tampan sejagat dan pengusaha yang kaya raya.., suami idaman banget...."


sambungnya


di sertai dengan senyum manis di bibirnya dan matanya di kedip-kedipkan seperti lampu yang ada di diskotik..😄


Sheela hanya geleng2 kepala mendengar celoteh Sasa sahabatnya,


sesaat Ia pun teringat dengan suaminya yang dingin dan belum pernah mengungkapkan perasaan cintanya kepada dirinya..


Di hati kecilnya, Ia sangat berharap mendengar ungkapan rasa cinta yang langsung dari mulut suaminya.


"Giliran di atas ranjang aja dia manis2 gitu..."


pikir Sheela dalam hati sambil memonyongkan mulutnya,


"napa loe manyun gitu....?"


tanya Sasa yang kini membuyarkan pikiran Sheela,


"mm..., nggak kenapa2 kok..."


sahutnya,


saat asyik ngobrol, pesanan mereka pun sudah datang dan di hidangkan di atas meja,


mereka pun menyantap makanan yang di sajikan oleh pelayan kantin,


"uhm..., lumayan enak sech..."


komentar Sasa pada makanan yang ada di piringnya,


"iya Sa..."


sahut Sheela yang sedang asik menikmati hidangan gado2 mereka.


Setelah makan, Sheela dan Sasa kembali ke ruang praktiknya...


di dalam sudah ada dokter Radit yang sedang menunggu kedatangan mereka.


tok.tok.tok


"Masuk..."


kata dokter Radit yang sedang sibuk menandatangani berkas yang ada di mejanya.

__ADS_1


"Slamat siang dok...."


sapa Sheela saat membuka pintu ruangan,


"siang...."


sahut dokter Radit dengan senyum yang menawan,


sedangkan Sasa masih melongo melihat ketampanan pria di hadapannya,


dokter Radit hanya tersenyum melihat Sasa yang menatap dirinya begitu lekat,


"Sa..."


tegur Sheela menyenggol lengan Sasa,


"eh.., slamat siang dok...."


Sasa menyapa dokter Radit dengan sedikit gugup.


Kebetulan dokter Radit yang jadi mentor mereka, walaupun masih muda namun kualitasnya sebagai dokter anak tidak di ragukan lagi...


bukan hanya tampan, Ia pun sangat ramah dan bersahabat bagi semua orang..


banyak perawat di rumah sakit ini yang terpukau dan kagum akan karisma yang di miliki oleh Radit.


Jadi Radit sudah terbiasa dengan wanita yang mengaguminya dan menggoda dirinya.


"Perkenalkan nama saya Radit...."


ucap Radit memperkenalkan dirinya pada Sheela dan Sasa dengan berjabat tangan.


"Sasa..."


ucap Sasa mendahului Sheela,


"Sheela..."


ucap Sheela dengan senyum manisnya yang di paksa


karena risih dengan sahabatnya yang tidak biasanya seperti itu di hadapan seorang cowok.


Radit menatap Sheela dengan penuh arti, hanya Ia dan Tuhan yang tau perasaannya saat ini...


Baru kali ini jantung Radit berdegup kencang di hadapan seorang wanita, Ia sangat terpikat dengan kecantikan yang di miliki oleh Sheela.


Sasa pun tak kalah cantiknya dari Sheela namun hatinya hanya di tujukan pada Sheela seorang.


Dokter Radit pun mulai menerangkan teorinya dan menceritakan pengalamannya sebagai dokter anak karena hari ini hari pertama Sheela dan Sasa jadi Ia hanya menjelaskan dan memberi arahan apa saja yang menjadi tugas mereka satu bulan ke depan.


Beberapa jam kemudian, waktunya bagi Sheela dan Sasa untuk pulang ke rumah masing2..


ucap Sasa saat tiba di parkiran rumah sakit dan sudah duduk di balik kemudinya..


"Okey...."


sahut Sheela yang baru ingin naik ke mobil nya,


"Sheela..."


panggil dokter Radit yang juga berada di tempat parkir,


"Dokter Radit..."


gumam Sheela saat menoleh ke arah yang memanggil namanya,


"ada apa dok...."


tanya Sheela saat Radit menghampirinya,


"hmm..., nggak papa Sheel..."


cuman pengen nawarin kamu sesuatu..."


ucap dokter Radit ragu,


Sesuatu.., apa itu Dok....?


tanya Sheela penasaran,


"kalau boleh hari ini aku ingin traktir kamu biar kita lebih saling kenal dan mungkin jadi sahabat Kalau bisa...?"


jawabnya penuh harap,


sorry Dok..., hari ini saya harus pulang lebih awal karena di tunggu mama di rumah...


jawab Sheela,


lain kali aja ya dok...


tambahnya lagi agar Radit nggak kecewa,


"toh sebatas teman aja, kenapa tidak..."


pikir Sheela,


namun hari ini mami nya baru tiba di Jakarta setelah menempuh perjalanan dari bandung yang ingin berkunjung ke Apartemennya..

__ADS_1


Setelah pernikahannya dengan Daren sebulan yang lalu, ini pertama kalinya bagi Nyonya Jeslin datang berkunjung ke Apartement anak menantunya dan bertemu dengan sang putri tercintanya.


jadi Ia harus cepat pulang dan menolak ajakan dokter Radit.


"Okey..., nggak jadi masalah...."


sahutnya dengan senang hati karena Sheela masih bisa dia traktir di lain waktu.


"Aku duluan ya dok..."


pamit Sheela lalu naik ke mobilnya,


"okey..., hati2..."


ucap Radit melambaikan tangannya..


Mobil Sheela pun melaju dengan kecepatan sedang menyusuri jalan raya yang lumayan padat hari ini, hingga tiba di apartement dengan selamat.


*****


Di kantor Daren sedang sibuk dengan kerjaannya, namun hari ini Ia akan usahakan agar kerjaannya cepat kelar dan bisa pulang lebih awal karena hari ini mertuanya akan datang mengunjungi mereka.


tok.tok.tok.


"Masuk...."


ucap Daren,


"permisi Tuan Muda..."


kata Sek. Haris


"ada apa Ris...."


tanya Daren penasaran dengan apa yang ingin di sampaikan oleh Sekertarisnya.


"Barusan saya mendapat informasi dari kantor polisi bahwa mereka sudah menemukan saksi di balik dalang pencurian di perusahaannya Tuan Muda.."


jawab Sek. Haris dengan jelas,


"apa yang di katakan oleh saksi tersebut...?"


tanya Daren...


"katanya kejadian tersebut ada hubungannya dengan perusahaan yang di pimpin oleh Miss Helena.."


jawab Sek. Haris


"Sudah ku duga..., ternyata memang dia pelakunya..."


ujar Daren dengan seringai jahat di bibirnya,


"kurang ajar kau Helena..., bisa2 nya dia mempermainkan aku..."


sambungnya dengan geram sambil mengepalkan ke dua tangannya..


"Bagaimana tindakan tuan selanjutnya...!?"


tanya Haris,


"Kau hancurkan perusahaannya sampai tuntas..."


perintah Daren dengan ber api2


"baik Tuan Muda..."


sahut Sek. Haris,


"saya permisi dulu..."


sambungnya lalu keluar dari ruangan dan segera melaksanakan perintah Tuan Mudanya..


Haris merupakan tangan kanan Daren, Ia sangat paham dengan sifat dan karakter tuannya.


Dalam ruangan kerjanya di kantor, Daren


mengingat pertemuannya dengan Miss Helena satu tahun yang lalu...


Saat itu Helena mengungkapkan perasaannya pada Daren, namun Daren menolaknya mentah2 karena Daren tau kalau Helena hanya ingin menguasai perusahaan miliknya.


Hingga dua minggu sebelum pernikahan Daren pun, Helena pernah mengundangnya makan malam dengan dalil ingin melakukan kerja sama, namun sekali lagi Daren menolaknya


dan


mengutus Sek.Haris yang menggantikan dirinya untuk menghadiri undangannya tersebut.


Dia wanita pekerja keras dan kadang menggunakan cara yang kotor untuk menyelamatkan perusahaannya dari ambang kehancuran, hingga kini perusahaannya menjadi sukses karena kelihaiannya untuk menipu.


"Dia mencoba bermain api denganku..."


gumam Daren dan duduk bersandar di kursi putarnya menghadap kaca jendela ruang kerjanya...


Kini waktu menunjukkan pukul 6 sore,


Daren bersiap-siap untuk pulang ke Apartementnya,


Ia mampir di sebuah supermarket untuk berbelanja buah tangan untuk menyambut mertuanya nanti.

__ADS_1


Kini Ia menyusuri jalan besar dan menembus keramaian di sore hari hingga


Lampu2 di jalan pun sudah siap menerangi gelapnya malam di Kota Metropolitan.


__ADS_2