Calon Istri Yang Manja

Calon Istri Yang Manja
Bab 57


__ADS_3

Hai para riderS sekalian. Kalian yang udah terlanjur baca bab sebelumnya , pasti merasa aneh dan heran membaca kelanjutan bab ini. Karena ngga nyambung.


Jika berkenan baca ulang ya, diakhir episode. Karena masih ada kelanjutan dari bab tersebut. Thank you all.


Setelah acara meeting selesai, Darren dan Pak Richard segera keluar dari ruangan itu menuju ruangan kerja Darren.


Mereka berjalan beriringan sembari berbincang- bincang sedangkan Emelly mengikuti mereka dari belakang dan hanya turut menyimak perbincangan ayahnya bersama Darren.


Disusul oleh sebagian karyawan Darren yang mengikuti meeting sebentar tadi, lalu mereka kembali keruangan kerja masing2.


Termasuk Sek. Haris dan Sek. Rara.


Sebelum Darren masuk keruangannya, Pa Richard ingin mengajak Darren untuk makan malam bersama, di sebuah hotel berbintang malam ini.


Namun


Darren menolaknya secara halus karena Ia ingin segera kembali ke mansion.


Dengan alasan, isterinya sedang menunggu dirinya dirumah untuk makan malam bersama.


Pak Richard pun memakluminya dan segera ingin kembali ke hotel bersama putrinya.


Tapi


sebelum pak Richard dan putrinya pergi, Darren berjanji akan mengundang mereka untuk makan malam bersama di mansion, sebelum Pak Richard kembali ke negaranya, yang tinggal beberapa hari lagi.


Sekalian ingin memperkenalkan isterinya kepada Pak Richard dan Emelly.


Sedangkan Emelly masih tinggal di Jakarta selama tiga bulan lamanya. Karena Ia masih ingin belajar banyak dari Darren mengenai pengalamannya dan bagaimana cara mengelola perusahaan dengan baik, hingga bisa sesukses ini sampai sekarang.


Selama itu, Emelly akan bekerja di perusahaan Darren sebagai karyawan magang.


Jika lulus, Emelly akan kembali kenegaranya untuk mengambil alih sebagian perusahaan ayahnya.


Karena


Pak Richard merasa tidak mampu untuk mengurus semua perusahaannya yang memiliki cabang dimana- mana kecuali Indonesia.


Namun suatu saat Pak Richard akan membuka cabangnya di Indonesia, setelah Emelly memiliki pendamping hidupnya.


Kini jam sudah menunjukkan pukul 06.00 sore. Darren bergegas turun dari ruangan kerjanya menuju lantai bawah dan langsung ke tempat parkiran mobilnya.


Setelah Ia duduk di balik kemudinya, Darren segera melajukan kendaraannya menembus jantung ibu Kota Jakarta.


Namun dipertengahan jalan, mobilnya terjebak oleh kemacetan lalu lintas.


Untuk menghilangkan rasa jenuhnya didalam mobil, Ia memutar musik favoritnya.


Sembari bersenandung mengikuti nada dari lagu tersebut.


Sesekali Ia mengecek layar ponselnya yang di letakkan di saku kemejanya.


Kemudian Ia menyimpannya kembali.


Ada rasa kecewa yang terpampang jelas diraut wajahnya.


Karena sedari tadi, Ia menunggu balasan weChatnya dari Sheela. Sebelum masuk keruang meeting siang tadi, Ia sempat mengirim pesan menanyakan keadaan isterinya serta mengingatkan isterinya untuk makan siang.


Namun sampai sekarang Sheela belum membalas pesannya.


Setelah beberapa menit, kendaraan didepannya sudah mulai berjalan dengan lancar.


Darren pun melanjutkan perjalanannya menuju mansion miliknya bersama Sheela.

__ADS_1


Setibanya di mansion, Darren langsung berjalan ke lift menuju kamarnya.


Didalam kamar, Sheela sedang asyik ngobrol dengan seseorang melalui ponselnya sembari duduk di sofa dalam kamar


Seketika Sheela mengakhiri obrolannya saat melihat Darren memasuki pintu kamar.


"Papi udah pulang..!?"


sambutnya menghampiri Darren dan mengambil tas kerja Darren dari tangannya.


Darren hanya menganggukan kepalanya sambil berjalan memasuki kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya.


Tanpa menoleh sedikit pun ke arah Sheela.


"Ada apa dengannya..!? tumben telat pulangnya."


gumam Sheela dalam hati.


"Mungkin banyak kerjaan di kantor."


lanjutnya tanpa berprasangka buruk pada suaminya dan untuk menghibur dirinya sendiri.


Ketika Darren sedang mandi, Sheela menyiapkan baju ganti Darren.


Sesudah itu, Ia keluar dari kamar menuju lantai bawah untuk mengecek makan malamnya bersama Darren.


Apakah sudah siap atau belum.


Terlihat olehnya beberapa pelayan sedang mondar mandir dari arah dapur, sibuk menghidangkan makanan diatas meja.


Pelayan2 itu hanya tersenyum ke arah Sheela.


Mereka sangat mengagumi kecantikan majikannya yang sangat jarang mereka lihat.


Karena Sheela sangat jarang turun ke lantai bawah untuk makan bersama suaminya.


Menu makanan hari ini lumayan banyak dengan berbagai macam lauk pauk dan itu sangat menggugah selera makan Sheela.


Akhir2 ini, porsi makan Sheela bertambah, karena masa idamnya sudah lewat.


Tidak terasa usia kandungannya kini sudah menginjak 5 bulan.


Sambil menunggu Darren di meja makan, Sheela memeriksa wechatnya yang lumayan banyak dan belum sempat Ia baca.


Seketika Ia melongo dan membulatkan matanya setelah membaca pesan Darren yang sedari tadi siang.


"Pantesan aja Dia pulang dengan wajah dinginnya.."


pikir Sheela dalam hati.


Dirinya tidak sempat membuka wechatnya.


Karena ponselnya lowbet dan belum sempat Ia menchargernya sebelum tertidur dan itu bukan alasan yang tepat untuk Darren.


"Darren ngga bakalan percaya.."


gumamnya sembari mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Kini Ia bingung, harus berkata apa pada suaminya nanti dan alasan apa yang harus Ia katakan agar Darren mau memaafkannya.


Saat dirinya tengah memikirkan alasan yang tepat. Darren berjalan dari arah samping Sheela dan langsung duduk disebelah Sheela, membuat Sheela sedikit kaget karena tidak menyadari kedatangan suaminya.


Kemudian Sheela mengisi piring Darren dengan nasi beserta lauk pauk kesukaan suaminya itu.

__ADS_1


Lalu mengisi piringnya sendiri.


Mereka pun mulai makan, diam dalam bisu. Darren menyantap makanannya begitu lahap.


Namun tidak bagi Sheela.


Dia makan sembari memikirkan sesuatu alasan yang tepat.


"Apa makanannya tidak enak..!? besok papi akan ganti kepala koki dirumah ini.."


ancam Darren lalu melanjutkan santapannya.


"Ngga perlu pi..! makanannya enaak kok."


sahut Sheela dengan cepat. Lalu segera menghabiskan makanannya sampai habis.


Sheela memohon agar suaminya itu tidak memecat kepala koki mereka. Ia sangat berharap ucapan suaminya itu hanya sekedar ancaman saja.


Tersirat senyum tipis dibibir Darren. Ia sangat senang, jika isterinya makan dengan lahap dan menghabiskan makanannya.


Sesudah makan, Sheela kembali ke kamarnya.


Begitu pun Darren, Ia menyusul isterinya kekamar saat dirinya kembali dari taman belakang rumahnya untuk mencari angin segar dan setelah menghabiskan dua batang rokoknya.


Saat Darren masuk kekamar, Sheela sudah berbaring diatas kasur.


Darren berjalan terus ke arah kamar mandi untuk membasuh wajahnya dan menyikat giginya.


Karena


Sheela tidak tahan mencium bau asap rokok yang melekat pada rambut dan mulut Darren.


Dengan alasan kesehatan bayi mereka dan Darren pun mengerti akan hal itu. Hingga


Ia berangsur- angsur menghentikan mengisap rokoknya.


Namun,


disaat dirinya sedang banyak beban pikiran.


Darren hanya akan menghabiskan dua batang rokoknya saja.


Tidak seperti sebelum- sebelumnya, bisa habis sampai 1 bungkus rokok dalam sehari.


Sehabis melakukan rutinitasnya di kamar mandi, Darren kembali kekamar.


Ia mengganti baju rumahnya dengan baju tidurnya.


Setelah itu, Darren beranjak ke tempat tidur dan berbaring disamping isterinya.


Tanpa mengucapkan satu kata pun.


membuat hati Sheela sedikit terluka karena suaminya seakan tidak perduli dengannya.


Pulang dari kantor pun, Darren tidak mengecup keningnya. Seperti biasanya saat mau kekantor dan saat pulang dari kantor.


Bersambung....


Maafkan author karena ngga sempat membalas satu persatu komen dari kalian ya...


Tapi author sangat antusias membacanya.


Catatan kecil:

__ADS_1


Author juga berharap, agar Darren selalu menjaga hatinya untuk Sheela dan tidak melirik wanita lain.


Wanita mana sech... yang ingin diduakan.


__ADS_2