
1 Tahun kemudian.
"Daddy.!"
panggil Jaden pada ayahnya sambil berlari.
Ketika Darren baru saja turun dari mobilnya saat pulang kerja.
Sore itu, Jaden sedang bermain di taman samping rumah bersama ibunya.
Walau pun usianya baru menginjak 1 tahun 3 bulan.
Namun Jaden sudah terlihat sangat aktif dan cara bicaranya sudah lancar.
Darren tersenyum sambil berjalan menyambut putranya,
yang kini sudah berada di gendongannya.
"Jagoan daddy lagi main apa sama mommy.?"
ujar Darren.
"Main pelosotan dad."
jawab Jaden membuat Darren merasa gemes.
Karena putranya itu sudah sangat fasih dalam berbicara dan pandai menjawab pertanyaannya.
Berulang ulang Darren mencucukkan hidungnya ke bagian kedua pipi Jaden, lalu berpindah lagi ke bagian ketiaknya.
"No Daddy.!"
pekik Jaden sambil tertawa kegelian.
Sheela pun ikut tersenyum sumringah saat mendengar tawa dan pekikan putranya.
Ia segera menghampiri putra dan suaminya, yang jaraknya hanya dua meter dari taman bermain.
Taman bermain itu di rancang khusus oleh Darren buat putra kesayangannya.
Di lengkapi dengan berbagai macam tempat bermain di dalamnya.
Yaitu satu set permainan yang berupa perosotan, ayunan dan banyak lagi.
Layaknya taman bermain yang berada di taman kota.
"Sayang.!"
ucap Darren lalu mengecup bibir Sheela dengan lembut.
Namun spontan Jaden memisahkan kedua bibir ayah dan ibunya.
"No.!"
pekik Jaden sambil mengangkat dan menggoyangkan jari telunjuknya sebagai tanda, jika dirinya tak suka bila ayahnya itu mencium bibir ibunya.
"Mommy.!"
panggil Jaden.
Lalu berpindah ke gendongan ibunya.
"Why.!"
ucap Darren.
"She is my wife.!"
sambung Darren.
Jaden tak membalas pertanyaan ayahnya.
Jaden hanya sibuk mengecup bibir Sheela dan sengaja menghalang halangi ayahnya agar tak menciumi ibunya.
Darren mengernyitkan dahinya sambil mengangkat kedua pundaknya.
Dirinya hanya bisa pasrah dengan kelakuan putranya.
Darren merasa tak bebas lagi untuk memeluk dan menciumi isterinya di saat putranya ada di samping mereka.
Darren baru bisa bermesraan dengan Sheela di saat Jaden sudah terlelap dalam tidurnya pada malam hari.
Sheela paham betul dengan perasaan Darren.
Jemari lentiknyalah yang bergerak untuk mengelus lembut dada Darren agar lebih bersabar lagi dalam menghadapi tingkah putranya yang menurutnya terlalu menggemaskan.
"Baiklah jagoan kecil, kamu yang slalu jadi pemenangnya."
ucap Darren lalu
menggigit bokong putranya dengan pelan membuat Jaden terkekeh kegelian.
Sedangkan kedua tangan Darren berkesempatan meremas sebentar kedua bokong isterinya.
Kebetulan tidak ada orang di sekitar mereka.
Jadi Darren mengambil kesempatan itu.
Lalu segera masuk ke dalam rumah tanpa menanggapi ekspresi wajah Sheela yang sedikit nampak kesal dengan kelakuan Darren.
__ADS_1
Selang beberapa detik.
Sheela menyusul suaminya masuk kedalam rumah.
Sheela merasa risih dengan kelakuan Darren yang sering kali menyentuh daerah sensitifnya di luar kamar pribadi mereka.
Apalagi di saat siang bolong begini, pikir Sheela.
Baik itu di dapur, ruangan keluarga, taman dan masih banyak lagi tempat2 lainnya.
Tapi
sebelum Darren melakukan hal itu, Ia sudah memastikan jika di sekitar mereka tidak ada orang2.
Selain dirinya bersama isteri dan putranya.
Itupun di saat Jaden sedang sibuk bermain.
Begitulah kehidupan rumah tangga yang di jalani oleh Darren dan Sheela selama ini.
********
Tidak terasa waktu berlalu begitu saja.
Dua hari lagi, Sheela akan merayakan hari kelulusannya dari sebuah University tempatnya berkuliah dengan gelar lulusan kedokteran spesialis terbaik tahun ini.
Segala persiapan sudah Ia siapkan.
Termasuk dalam mempersiapkan pidato yang akan ia ucapkan nantinya di acara kelulusannya itu.
Dirinya terpilih mewakili seangkatannya untuk berpidato di upacara wisudanya nanti.
*******
Hari yang di nantikan pun sudah tiba.
Seluruh mahasiswa seangkatan dengan Sheela sudah memenuhi ruangan gedung.
Mereka sangat antusias merayakan hari kelulusan mereka.
Keluarga dari masing masing mahasiswa pun sudah berdatangan dan kini duduk di kursi yang di sediakan khusus buat mereka.
Para keluarga yang mewakili putera puteri mereka pun tak kalah antusiasnya.
Terutama dari keluarga yang baru pertama kali menghadiri atau merayakan kelulusan anak mereka.
Mereka berharap kedepannya putera puterinya menjadi anak yang sukses dan membanggakan keluarga, bahkan mengharumkan nama bangsa.
Darren bersama kedua orang tua Sheela juga sudah tiba dan kini sedang berjalan bersama memasuki pintu gedung.
Darren berjalan di bagian belakang sembari menggendong puteranya.
Sehingga seluruh mata tertuju kepadanya.
Mereka semua merasa takjub dengan ketampanan seorang Darren.
Tak banyak yang tahu hubungan Sheela dan Darren selama ini, hanya Sasa dan beberapa pihak kampus saja.
Sehingga mahasiswa seangkatan Sheela merasa penasaran
dan bertanya tanya.
Mereka saling berbisik antara satu dengan yang lainnya.
Karena selama ini, yang mereka ketahui dari seorang Darren adalah sebagai pengusaha yang terkenal dengan kesuksesannya.
Mereka tahu hal itu dari pertelevisian saat Darren di undang dan di wawancarai sebagai pengusaha nomor satu di kalangan pengusaha lainnya.
"Apakah dia itu puteranya.!?!
Lalu siapa ibu dari putera yang di gendongnya.?"
bisik2 para mahasiswa seangkatan Sheela.
Selama ini Darren menjadi salah satu penyumbang terbesar untuk mendanai fakultas kedokteran bagi orang2 yang kurang mampu, namun sangat berprestasi dalam bidang kedokteran.
Rasa penasaran mereka akhirnya terjawab sudah.
Sesaat setelah Darren berdiri di podium untuk sekedar menyampaikan satu dua kata sebagai penyemangat dan memberi ucapan selamat bagi para wisudawan.
Kemudian untuk mengakhiri ucapannya itu.
Darren juga memperkenalkan sosok isteri yang mendampinginya selama ini dan sangat Darren cintai.
Lalu mempersilahkan Sheela naik ke atas panggung bersama putera tercinta mereka.
Seketika suasana menjadi heboh dan riuh.
Mereka tak menyangka jika Sheela adalah isteri dari seorang Darren yang tampan nan kaya raya itu.
"Beruntung sekali dia.!"
ucap mahasiswi yang lainnya.
Mereka sangat iri dengan Sheela.
Yang lebih heboh lagi teman sekelas Sheela dan Sasa.
Mereka cukup tercengang.
__ADS_1
Tak menyangka jika Sheela adalah isteri dari seorang Darren.
Rendi, teman sekelas Sheela yang sempat naksir kepadanya, hanya bisa melapangkan dadanya dan mengiklaskan segalanya.
Baginya Sheela adalah masa lalunya.
Asalkan Sheela bahagia.
Rendi pun sudah merasa puas dan senang.
Acara wisuda pun berlalu.
Seluruh mahasiswa berfoto bareng keluarga dan mengucapkan salam perpisahan kepada para dosen dan teman2 mereka di kampus.
Akhirnya, Sheela menjadi lulusan terbaik tahun ini.
*********
Setelah beberapa bulan lulus kuliah.
Sheela akhirnya memulai praktiknya sebagai seorang dokter spesialis anak di rumah sakit besar.
Yang Darren sudah siapkan selama ini.
Rumah sakit tersebut sengaja Darren bangun khusus untuk isteri tercintanya.
Agar Sheela bisa membagi waktunya antara keluarga dan pekerjaannya.
Walaupun posisi Sheela sebagai pemilik rumah sakit.
Namun Ia pun akan turun tangan untuk membantu para dokter2 yang di pekerjakan di rumah sakit miliknya itu.
Rumah sakit tersebut
juga di bangun untuk menampung pasien anak anak yang kurang mampu dan itu merupakan impian Sheela selama ini.
Sheela merasa puas dan senang apabila dirinya bisa membantu dan menolong pasien anak2 yang kurang mampu.
Sebenarnya Darren tak ingin jika Sheela harus bekerja setelah lulus dari university.
Namun Sheela tetap bersih kukuh dalam pendiriannya untuk tetap bekerja.
Sheela berjanji, akan membagi waktunya dengan baik, antara pekerjaan dan keluarga tercintanya.
Dirinya akan lebih banyak meluangkan waktu untuk suami dan puteranya.
Hal itulah yang membuat hati Darren menjadi luluh dan mau menuruti keinginan Sheela.
Sehingga Darren membangun rumah sakit tersebut.
*********
Sasa sahabat Sheela pun sudah bekerja di rumah sakit milik keluarga suaminya.
Namun karena dirinya menjalani cuti melahirkan.
Jadi beberapa bulan ke depan dirinya menjalani perannya sebagai ibu rumah tangga saja.
Sasa di karuniai seorang puteri yang sangat cantik.
Sehingga menambah kebahagiaan dalam kehidupan rumah tangganya.
******
Dira adik Darren juga sudah lulus kuliah.
Kini dirinya membuka sebuah usaha yang sesuai dengan keahliannya dan bidangnya.
Walau pun Darren menawarinya untuk bekerja di perusahaannya dan akan di berikan posisi yang terbaik.
Namun dira menolaknya karena ingin merintis kariernya dari nol dan belajar untuk mandiri.
Darren dan kedua orang tuanya hanya bisa mendukung.
Semoga usaha yang dirintis oleh Dira semakin maju dan sukses kedepannya.
...................... TAMAT .....................
***********
Hi......
Bagi pembaca novelku ini.
Terima kasih saya ucapkan buat kalian semua ya.
Maaf bila novel yang saya buat ini tidak sesuai dengan perkiraan dan keinginan para reader sekalian.
Bahkan tidak memuaskan dihati kalian.
Sekali lagi maaf ya.
Terima kasih buat dukungannya selama ini.
Like, vote dan komennya yang sangat membangun buat author.😘😘😘
Semoga karya saya yang lain, ke depannya bisa lebih bagus lagi.
See u next........
__ADS_1