Calon Istri Yang Manja

Calon Istri Yang Manja
Bab 21


__ADS_3

Sehabis sarapan Daren mengajak Sheela kembali ke Apartementnya dan tanpa adanya penolakan dari Sheela....


Kalau bisa, kita mampir ke Apartemenku sebentar, untuk mengambil beberapa barang2ku....


ujar Sheela sembari naik ke mobil dan memasang seatbeltnya


Gak perlu....."


Sek.Haris sudah mengurus semuanya...


"What.....


Kapan.......?"


Sheela terperangah mendengar ucapan Daren...


"Kemaren......."


ucapnya tanpa menoleh kearah Sheela


"Tanpa se izin dariku.....?"


protesnya dan mengalihkan pandangannya keluar kaca jendela mobil karena kesal....


"Dia bertindak sesuka hati tanpa persetujuan dariku....."


gerutu Sheela pelan


Kini suasana dalam mobil nampak sepi, dua insan diam dalam bisu....


menembus keramaian kota yang sangat hiruk pikuk dengan suara kendaraan di jalan raya besar.


Tiba di Apartement, Daren membawa koper milik Sheela ke dalam kamar tidurnya....


Sheela nampak bingung karena apartement sebesar ini hanya memiliki 1 kamar tidur....


"Kenapa bengong....?"


ujar Daren saat melihat Sheela yang hanya berdiri di depan pintu kamar.


"Masuklah dan istirahat di sini....."


perintahnya


"Hmmm..."


angguk Sheela.


Kalau kamu butuh sesuatu, katakan saja pada Bi Surti...


ujarnya kemudian berlalu dari hadapan Sheela setelah mengambil jas dari lemari bajunya...


Sheela hanya bengong menanggapi ucapan Daren....


Apalagi saat Daren pergi begitu saja tanpa pamit dan entah kemana perginya.


Hatinya terasa sakit karena menurutnya,


Daren sengaja menghindar darinya..


Namun Ia hanya pasrah dengan keadaannya kini, berusaha tegar... Dia akan berusaha menjadi isteri yang bijak.


Perjalanan biduk rumah tangga memang tidak selamanya berjalan dengan mulus,


dan ini masih awal dari pernikahannya bersama Daren.


Sheela hanya duduk merenung dan memperhatikan setiap sudut dan sisi kamar Daren...


kamarnya cukup nyaman dan terasa hangat, tidak sesuai dengan sifat dan karakter dari yang empunya kamar yang super dingin menurut Sheela.


Dirinya cukup lelah setelah mengeluarkan pakaiannya dari dalam koper dan menyusunnya ke dalam lemari baju.


"Ah lelahnya...."


desahnya kemudian merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur....


Dari luar Bi Surti mengetuk pintu,


Tok.tok.tok...


"Permisi Nyonya....."


Bi ina memanggil dari luar pintu


"iya Bi...."


Sahutnya lalu duduk diatas tempat tidur...


'Nyonya,.. makan siangnya sudah saya siapkan......"


"Iya Bi....."


Sheela berdiri dan membuka pintu kamar


"Maaf Nyonya.... karena mengganggu istirahat siangnya...."


ucap Bi Surti dengan sopan,


"nggak papa Bi....,


dan ingat.... Panggil nama Sheela aja yach...."


ucap Sheela,


"Mmm..


baik Nyo eh.... Non Sheela....."

__ADS_1


ucap Bi Surti ragu


"Bi Surti lagi masak apa hari ini..?"


"Ayo Non...,


Bibi lagi masak sayur capcay dan ayam kukus...."


jawab Bi ina.


"Kelihatannya enaak..."


puji sheela sambil duduk di kursi meja makan


"Selamat makan Non....."


ucap Bi Surti yang hendak ke dapur,


"Bibi makan juga ya...."


"Iya Non..."


ntar saya makan di belakang aja...


"Di sini aja Bi..., sama Sheela makannya...."


berharap Bi Surti menemani dirinya duduk makan di atas meja yang sama.


"Nggak usah Non...


Saya permisi mau ke belakang....."


ucap Bi Ina lalu pergi meninggalkan Sheela dengan cepat karena merasa kurang pantas bila sehidangan meja dengan isteri tuannya.


"Mungkin karena Bi Surti belum terbiasa kali ya dan aku masih baru di sini..."


Pikir Sheela...


Sheela memang tidak suka membeda-bedakan status seseorang, semua sama baginya..


Sesaat Sheela mengingat momen kebersamaannya dengan Bi Ina saat di Apartemennya kemaren, selalu makan bersama....


Sayangnya Bi Ina harus kembali ke kampung halamannya di Kota B, untuk membantu putrinya merawat cucunya yang masih bayi.


Selesai makan Sheela bersantai di depan tv,.. hanya beberapa menit Ia sudah merasa bosan, lagian tidak ada siaran tv yang menarik baginya....


Tiba2 teringat olehnya sesuatu hal....


Perlengkapan bulanannya kini hampir habis, maklum seorang wanita..


mumpung lagi santai di rumah


pikirnya.


Karena besok dia sudah mulai


masuk kuliah lagi karena ijinnya hanya 2 hari saja.


"Kunci mobil gue di mana sech.....!"


gerutunya


"Mungkin Bi Surti tau kali ya...."


pikirnya lalu mencari Bi Surti


"Bi Surti....."


"Iya Non..., ada apa.....?!?"


berlari pelan dari arah kamar mandi.


"Kemaren Sekertarisnya Tuan ada titip kunci mobil saya nggak sama Bibi.....?"


tanya Sheela,


"Saya nggak tau Non.....


Mungkin Sekertarisnya Tuan ngantar barangnya Non saat malam hari ya...


Karena saya kerjanya dari pagi hingga siang aja Non.."


Ucap Bi Ina menjelaskan...


"Oh gitu...."


ucap Sheela sambil berfikir,


"Apa gue harus telfon dia ya....,


tapi..... takutnya dia lagi sibuk....


mending gue naik taksi ajalah..."


gumam Sheela...


"Maaf...


Non Sheela mau kemana ya...,


takutnya Tuan Muda tiba2 nelpon...."


Bi Ina khawatir karena Tuannya sudah berpesan untuk mengetahui segala aktifitas Nyonya Muda.


"Bilangin aja saya lagi ke supermarket..


Bentar aja kok...

__ADS_1


Lagian Tuan pulangnya agak kemalaman..."


"m..baik Non..., Hati-hati di jalan"


sahut Bi Surti sungkan dan merasa tidak enak hati karena harus mengawasi isteri dari tuannya.


"Iya Bi....."


Sheela kemudian berlalu dari hadapan Bi Ina


******


Daren saat ini berada di kantor mengurus masalah yang sempat tertunda kemarin.


Di malam hari saat acara pernikahannya,


seseorang sempat membobol kantornya , hingga cctv pun rusak dan hancur semua.


Berkas2nya berceceran di mana-mana.


Beberapa file dokumennya hilang....


Namun menurutnya hanya berisi proyek kecil, tapi Ia harus tahu siapa dalang dari pencurian ini dan menjobloskannya ke dalam penjara biar ada efek jera.


Polisi masih menyelidiki apa motif sebenarnya dari pembobol tersebut...


Daren yakin orang tersebut sudah merancang rencananya dari jauh2 hari..


Sembari memikirkan pencurian di kantornya pandangan matanya tajam menembus kaca dinding yang ada di belakang meja kerjanya.


Tok.tok.tok...


Lamunan Daren buyar seketika, dan memutar kursi putarnya menghadap ke depan


saat Sek.Haris masuk kedalam ruangannya.


"Ada informasi apa Ris....?"


tanya Daren,


"Begini Tuan,


menurut kabar dari polisi pencurinya sudah di tangkap tapi dia tiba2 bunuh diri.."


jawab Haris,


"Maksudnya.....!?"


dengan raut wajah penasaran


"Sebelumnya terjadi kejar-kejaran untuk menangkap si pelaku pencurian tapi pencuri tersebut lari ke jalan raya dan sengaja menabrakkan tubuhnya ke mobil yang melintas saat itu.."


kata Sek.Haris dengan jelas


"Jika Tuan ingin melihatnya secara langsung, bisa langsung ke Rumah sakit..."


sambung Haris.


"Ayo...."


segera menghentikan ucapan Sek.Haris dan memakai jasnya.


Mobil pun melaju di jalan raya menuju Rs.Kencana, dan di kemudikan oleh sekertarisnya.


Sampai di Rs.tersebut, Daren di sambut oleh seorang polisi yang bertugas saat itu dan langsung masuk ke dalam ruangan untuk melihat jasad tersebut, namun ia sama sekali tidak mengenalinya.


"Saya yakin pak, si korban hanyalah orang suruhan dari pelaku sebenarnya.."


ucap Daren kepada polisi saat keluar dari ruangan tersebut.


"Baiklah pak, kami akan menyelidiki kasus ini lebih dalam lagi, namun sangat rumit dan butuh waktu yang lama karena saksinya sudah meninggal.."


sahut polisi yang menangani kasus yang menimpa perusahaan Daren.


"Terima kasih pak,


Cepat atau lambat pelaku tersebut harus di tangkap.."


ucap Daren sembari berjabat tangan dan segera naik ke mobil.


Saat di jalan Daren sepintas melihat Sheela duduk di kafe pinggir jalan bersama seorang pria...


"Berani sekali dia keluar tanpa pamit dariku..."


gerutunya dalam hati.


Sek.Haris pun lihat dan segera menoleh ke arah kaca spion untuk melihat reaksi Tuan mudanya sembari mengurangi kecepatan mobilnya.


Namun Daren memberi isyarat agar segera ke kantor karena masih banyak tugas yang harus dia tangani.


*******


Hai para readersku..... Mohon maaf karena Updatenya agak lambat ya....


Soalnya Saya harus membagi waktu untuk mengurus keluarga tercinta suami dan anak2....


Bila ada tulisan dan kata-katanya yang kurang di pahami, mohon di maklumi ya.....


karena ini Novel perdana dariku....


masih amatiran dan masih banyak belajar.


Selamat membaca......


dan mohon dukungannya ya....


Comen dan likenya...

__ADS_1


jangan lupa VOTEnya 😊☺🀭


Thank you...... for all 😘


__ADS_2