Calon Istri Yang Manja

Calon Istri Yang Manja
Bab 33


__ADS_3

Saat ini Sheela dan Sasa sedang berada di ruangan bayi mendampingi Dr. Raka untuk memeriksa keadaan bayi yang baru lahir.


Suasana dalam ruangan itu di penuhi dengan suara tangisan bayi yang sedang kelaparan karena membutuhkan asi eklusif dari ibunya..


Karena Dr. Raka menyarankan agar setiap bayi yang lahir, harus di beri ASI ekslusif kecuali benar2 terpaksa maka akan di beri susu formula.


Seorang perawat yang di tugaskan untuk menjaga di ruangan bayi pun dengan sigap mengambil bayi dari box lalu di antar ke ruangan ibunya, karena ibunya masih menjalani pemulihan pasca caesar.


dan dua perawat yang lainnya pun silih berganti mengajarkan seorang ibu muda yang baru belajar untuk menyusui bayi pertamanya.


Sheela merasa terharu sekaligus bahagia karena mendengar suara tangisan bayi, Ia sangat menyukai anak2 apalagi seorang bayi mungil yang baru lahir.


Lucu sekali...


ucap Sheela dengan gemasnya kemudian Ia menggendong bayi tersebut dengan lihainya..


Sedangkan Rara masih terlihat kaku dan sedikit ragu saat ingin mengambil bayi yang lainnya dari dalam box...


Dr. Raka pun tersenyum ke arah mereka dan terkagum-kagum melihat Sheela yang sudah lihai menggendong seorang bayi sehingga bayi tersebut terlihat sangat nyaman berada di dalam pelukannya.


Setelah memeriksa seluruh bayi dalam ruangan tersebut Dr. Raka pun keluar dan di ikuti oleh Sheela dan Rara dari belakangnya.


Tak sampai di situ, Dr. Raka juga mengajak mereka untuk memeriksa beberapa pasien anak yang ada di beberapa tempat yaitu mulai dari kamar kelas 3 hingga ke ruangan Vip..


Beberapa jam kemudian, waktunya bagi Sheela dan Sasa berganti shift dengan mahasiswa yang lain yang turut serta dalam menjalankan ujian praktek di rumah sakit tersebut.


"Waktunya Pulang......"


ucap Sasa dengan senang saat mengambil tasnya dari dalam locker.


Sheela juga mengambil tas miliknya lalu keluar bersama Sasa dari dalam ruangan khusus untuk menyimpan barang2 pribadi bagi mereka yang menjalani ujian praktek saat ini.


Saat keluar dari dalam ruangan tersebut, mereka bertemu dengan Dr. Raka dan Dr. Andi di pintu keluar dari rumah sakit,


kebetulan mereka juga ingin pulang karena waktunya pergantian shift.


"apa kalian ingin pulang....?"


tanya Dr. Raka kepada Sheela dan Sasa dengan ramah,


"Iya dok...,"


jawab Sasa dan Sheela sembari tersenyum ke arah mereka,


"oh iya..., kenalin ini Dr. Andi spesialis kandungan...."


ucap Dr. Raka memperkenalkan sahabatnya.


"hai..., namaku Andi....?"


ujar Andi kembali memperkenalkan dirinya.


"Sheela....."


sahut Sheela,


"dan saya Sasa"


timpal Sasa...


kemudian mereka menuju tempat parkiran yang ada di depan rumah sakit,


"Gue duluan ya..."


pamit Dr. Andi kepada mereka bertiga saat tiba di tempat parkiran.


okey..., Andi...ntar malam gue tunggu ya...

__ADS_1


teriak Dr. Raka saat Andi naik ke mobilnya.


Andi hanya mengangkat jempol di balik kemudinya lalu meninggalkan mereka bertiga....


saat Sheela dan Sasa hendak pergi ke mobil masing2,


Dr. Raka mengeluarkan 2 amplop dari dalam tas kerjanya dan memanggil ke duanya...


Tunggu....


panggil Dr. Raka sambil menyodorkan dua buah amplop berwarna emas di tangannya.


Sheela dan Sasa terheran-heran karena menerima amplop dari Dr. Raka...


"Amplop..., Ini apa dok....."


tanya Sasa penasaran,


"bukalah......."


jawabnya dengan senyum tersungging di bibirnya.


"undangan....."


ucap Sasa,


Sheela pun masih bengong di tempatnya, yang ingin mendengar penjelasan Dr. Raka.


Ntar malam adalah acara ulang tahun pernikahan ke dua orang tua saya dan saya harap kalian bisa hadir malam ini.


ucapnya dengan memohon.


"Kalau nggak ada halangan kami pasti akan hadir dok..."


ucap Sheela melirik ke arah Sasa,


timpal Sasa.


"Baiklah..., kalau gitu saya pamit duluan dan aku harap kalian benar2 bisa hadir malam ini."


ucap Dr. Raka lalu naik ke mobilnya.


"Iya dok....."


sahut Sasa dan Sheela hanya tersenyum di sampingnya.


Sheel..., ntar malam kita pergi yuk...?


tanya Sasa berharap,


Gue nggak janji Sa..., Daren pastinya nggak bakalan ngijinin dech...


jawab Sheela dengan wajah lemas...


Iya juga sech..., kali aja laki loe beri ijin..biar kita pergi barengan


harap Sasa...


nggak bakalan Sa....


jawab Sheela yakin karena Ia tau betul dengan sifat suaminya yang posesif.


Sasa sedikit kecewa mendengar perkataan sahabatnya namun Ia juga menyadari posisi Sheela saat ini, yang sudah menjadi isteri seorang pengusaha ternama jadi tidak boleh pergi seenaknya saja tanpa di beri ijin oleh suaminya.


"kita pulang yuk...."


ucap Sheela kemudian naik ke mobilnya, begitu pun dengan Sasa sahabatnya.

__ADS_1


Setengah jam kemudian Sheela tiba di parkiran apartemennya, Ia melihat mobil Daren sudah terparkir dan tepat berada di samping mobilnya kini.


Tumben Dia cepat pulang....?


gumam Sheela,


Kemudian Sheela menaiki lift hingga ke lantai 5, Ia menghela nafasnya terlebih dahulu di depan pintu lalu membuka pintu dan masuk ke dalam..


Saat Ia masuk, Sheela melihat Daren sedang duduk di sofa depan tv sambil memainkan ponselnya.


Ia berlalu begitu saja tanpa menyapa suaminya dan itu membuat hati Daren tidak tenang.


Kemudian Daren menyusul isterinya ke ke dalam kamar miliknya,


Sheela terkejut namun Ia pura2 tidak peduli jika Daren sudah memperhatikan dirinya.


"Apa yang membuat mu begitu marah padaku..., sehingga kau melewati ku begitu saja..?"


tanya Daren dengan wajah dinginnya,


Sheela masih terdiam dan hendak ke kamar mandi.


"Hey...., apa kau tuli....?"


teriak Daren sedikit meninggi..


"Siapa yang tuli...."


jawab Sheela sembari menatap ke arah Daren dengan kesal.


Daren pun mendekati Sheela dan memegang dagu Sheela hingga sedikit ter angkat ke atas...


Sheela tersentak kaget saat Daren mengangkat dagunya hingga kakinya sedikit terjinjit.


"apa kau sudah berani melawan ku...?"


tanya Daren dengan nada geram...


"Kenapa ini..., aku kan hanya membela diri..bukan maksud untuk melawannya.."


gumam Sheela dalam hati.


"Ti..tidak Tuan....."


jawab Sheela ketakutan


"Tuan....."


ucap Daren meninggi...


"tidak Sayang....., saya minta maaf suamiku...."


ucap Sheela dengan cepat agar kemarahan Daren mereda...


hmmm..., baiklah kali ini saya maafkan..


ucap Daren dengan seringai di bibirnya lalu melepas dagu Sheela.


"Kenapa ini..., Dia ingin aku memanggilnya dengan kata sayang...tapi dia memanggilku dengan kata Hey..."


ucapnya dalam hati sambil mengelus dagunya yang terasa sakit..


Tidak terasa buliran air mata Sheela terjatuh hingga menetesi wajah cantiknya,


Daren pun keluar dari kamar dan meninggalkan Sheela yang masih bersandar di dinding dekat pintu kamar mandi.


Kemudian Ia naik ke tempat tidur dan membaringkan tubuhnya yang sedikit lelah bercampur dengan hati yang terluka...

__ADS_1


tidak terasa, Ia pun tertidur dengan pulas hingga sore menjelang malam..


__ADS_2