Calon Istri Yang Manja

Calon Istri Yang Manja
Bab 26


__ADS_3

Malam hari pukul 8, Sheela langsung masuk ke kamar saat usai menyiapkan makan malam untuknya dan Daren.


Sambil menunggu,


Dia pun mengambil ponsel miliknya yang sudah di cas penuh, mencari nomor yang sempat menelponnya siang tadi.


Tapi saat Sheela hubungi, nomornya sudah tidak aktif.


Ia pun duduk merenung di sofa dalam kamar dekat jendela


menatap indahnya lampu2 di setiap sudut bangunan yang ada di Kota J.


Untuk menghilangkan rasa jenuhnya, Ia pun menyalakan tv dan menyaksikan drama favoritnya.


Di sela2 nonton, Ia sesekali melirik ponsel dan menatap jam dinding di kamarnya....


Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 10 malam,


perasaan Sheela semakin tidak karuan dan semakin uring-uringan karena tidak ada kabar dari Daren suami-nya...


Pikirannya pun sudah di hantui rasa takut dan gelisah,


pertama kalinya Ia sendirian di malam hari.


Untuk mengatasi rasa lapar di perutnya, Sheela meneguk air putih yang selalu Ia sediakan di kamar.


Kemudian naik ke tempat tidur dan menutupi tubuhnya dengan selimut hingga ke leher...


Tidak terasa Sheela tertidur dengan pulasnya dan terbawa dalam mimpi yang buruk....


Sheela pun terbangun dari tidurnya dan segera duduk bersandar di sandaran kasur, Ia melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 4 subuh.


Tidak terasa air matanya mengalir di wajah cantiknya, karena Daren suaminya belum pulang.


Dalam mimpinya, Ia melihat Daren tidur berdua dengan wanita yang pernah Ia temui di Resto hotel waktu itu.


Rasa benci, gelisah, takut, dan rindu bercampur aduk dalam pikirannya kini....


Sheela merenungi nasibnya yang menjadi isteri dari pria yang tidak mencintainya,


akan kah hubungannya dengan Daren akan bertahan lama.


Namun Ia menyadari bila pernikahan yang sudah di per satukan di hadapan Tuhan, tidak bisa di pisahkan oleh manusia dan hanya boleh di pisahkan oleh maut saja.


Ia akan berusaha tabah dan ikhlas dalam menjalani bahtera rumah tangga nya yang baru ini.


********


Daren saat ini sedang menyiapkan berkasnya untuk bahan meeting dengan rekan bisnisnya sebentar dan segera beranjak dari kamar hotel mewah tempat nginap mereka


saat ini yang ada di Negara J


Sek.Haris turut serta di sampingnya,


Selalu setia mengikuti ke mana arah tujuan Daren selama berada di Luar Negeri.


Daren dan Sekertarisnya pun tiba di depan meeting room hotel, mereka berpapasan dengan James sahabatnya sekaligus rekan bisnisnya dan di samping James ada Sarah mantan kekasihnya dulu.

__ADS_1


"Hello brother..."


Sapa James semangat sambil bersalaman dengan Daren..


Daren pun menyambutnya dan merasa heran dengan kehadiran Sarah saat itu,


"Kenalin ini Sarah sekertaris aku.."


Ucapnya lagi memperkenalkan Sarah kepada Daren karena melihat Daren memandangi Sarah.


Sarah pun tersenyum genit ke arah Daren, namun Daren tidak menanggapinya...


Kemudian James mempersilahkan Daren untuk masuk duluan bersama Sek.haris dan di disusul olehnya dari belakang bersama Sekertarisnya.


Saat masuk, nampak beberapa lawan bisnisnya sedang menanti kedatangan Daren dan James,


Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya Daren memenangkan sebuah tender proyek yang sangat besar karena ke lihaiannya dalam menghadapi lawan bisnisnya.


Di antara lawan bisnisnya, yang baru mengenal Daren saat itu merasa takjub dan tercengang dengan kecerdasan yang di miliki oleh Daren dan cara Ia bisa memenangkan tender dari mereka.


Namun yang sudah mengenal siapa Daren sebenarnya merasa iri dan jengkel karena sudah beberapa kali, Daren yang selalu memenangkan tender2 yang besar...


Daren pun keluar dari ruangan tersebut dan di ikuti Sekertarisnya, setelah beberapa lawan bisnisnya memberi ucapan selamat buat dirinya.


Sek.Haris pun sangat bangga mempunyai bos yang sangat handal seperti Daren...


Haris, hari ini kita langsung terbang ke Jakarta...


ucapnya tiba2 saat hendak memasuki kamar hotel miliknya.


Baik pak....


Namun cuaca sore itu sangat tidak mendukung, sehingga penerbangan di tunda sampai hari esok.


Daren hanya bisa pasrah dengan keadaan saat itu, namun Ia sedikit gelisah karena memikirkan Sheela isterinya yang tidak tahu keberadaan dirinya saat ini.


Kemudian Ia mengambil ponsel dari saku bajunya hendak menelpon Sheela, tapi tiba2 ponselnya berdering duluan


Ia pun segera mengangkat telponnya,


"Halo James...."


sapa Daren


"Hey bro, apa kamu sibuk hari ini...?"


sahut James di balik telpon,


"Ada apa memangnya...?"


tanya Daren penasaran,


"Aku ingin mentraktir mu minum wine malam ini..."


ujar James memohon,


"Baiklah...."

__ADS_1


jawab Daren setuju dengan ajakan sahabatnya


"okey, aku menunggu mu di bar hotel..."


ucap James mengakhiri panggilannya..


Malam hari, Daren sudah memasuki pintu Bar dan di sambut oleh James dan Sarah...


Mereka pun duduk di pojok bar sambil menikmati beberapa botol minuman wine di hadapan mereka..


Sarah ber ulang kali menuang minuman ke gelas James dan Daren secara bergantian...


Di sela2 ke asyikan mereka, James pamit ingin ke toilet untuk buang air kecil,


dan ini menjadi kesempatan yang bagus buat Sarah untuk mengerjai Daren mantan kekasihnya...


Sarah pun dengan sigap menuang obat perangsang dalam gelas Daren, saat pandangan Daren ter alihkan oleh seseorang yang terjatuh di belakang kursinya karena mabuk,


Daren pun meneguk wine di hadapannya dan segera ingin beranjak dari bar karena dirinya sudah mulai lelah.


tapi kepalanya tiba2 pusing dan sekujur tubuhnya mulai panas,


dengan cepat Sheela memapah tubuh Daren untuk membantunya berdiri,


"Sayang aku antar ke kamar ya..."


rayu Sarah, namun Daren spontan mendorong tubuh Sarah agar menjauh darinya...


Daren mulai curiga kalau wine yang Ia minum sudah di campur dengan obat perangsang..,


Dengan cepat Ia berjalan ke arah pintu keluar dengan langkah sempoyongan,


Sarah pun tak putus asa dan terus mengikuti Daren dari arah belakang,


Daren pun terjatuh, kakinya sudah tidak mampu menyanggah tubuhnya...


Sekujur tubuhnya mulai bergetar, jiwa kelakiannya sudah terbangun...


Ia sudah tidak bisa menolak ajakan Sarah yang ingin memapahnya ke kamar miliknya,


namun Haris tiba2 muncul di hadapan mereka dan mengambil alih untuk memapah tubuh tuan muda ke kamarnya.


"Sial..."


umpat Sarah karena gagal dengan rencananya yang ingin menjebak Daren agar kembali jatuh dalam pelukannya dan segera beranjak dari tempatnya saat ini dengan rasa kesal..


***Ceritanya saat itu, Haris sedang mencari keberadaan Daren di bar karena ada informasi penting yang harus Ia sampaikan secara langsung kepadanya,


untung saja sebelum ke bar, Daren sudah memberitahu Haris kalau Ia ingin ke bar bersama James dan ingin mengajak Haris ikut bersama dirinya namun Haris menolaknya karena masih ada kerjaan yang harus Ia selesaikan sebelum kembali ke Indonesia***.


Sampai di kamar, Haris langsung membawa ke kamar mandi atas permintaan Daren...


Haris mengisi bathtub dengan air dingin agar suhu tubuh Daren kembali normal...


Hampir sejam Daren berendam di kamar mandi,


kini Ia sudah berada di tempat tidur setelah reaksi obatnya benar2 hilang,

__ADS_1


Haris pun kembali ke kamarnya setelah Tuan Muda-nya sudah tertidur dengan pulas.


__ADS_2