
Malam kian menjemput hingga
Kesunyian malam pun mulai mencekam, menemani Sheela yang sedang duduk di kursi putarnya sembari menyelesaikan beberapa tugasnya dari kampus.
Namun hati dan pikirannya nampak melayang.
Ia sangat terganggu dengan wangi parfum di baju kerja suaminya tadi.
Sheela sangat penasaran dengan wangi parfum tersebut.
Saat Darren keluar dari dalam kamar menuju ruangan kerjanya, Sheela sempat memeriksa kemeja suaminya dan mengecek sesuatu di sana.
Hatinya sedikit lega karena tidak ada bekas lipstik yang menempel di kemeja suaminya.
Seperti halnya di drama2 korea yang sering Ia tonton, mengenai drama tentang perselingkuhan.
Selalu saja meninggalkan sesuatu atau jejak agar isteri sang pria dirumah merasa terganggu dan segera menceraikan suami mereka.
Namun tetap saja hati dan perasaannya merasa tergganggu sampai detik ini.
pikirannya jadi kacau entah kemana sehingga kerjaan dari kampusnya belum kelar2 juga.
Ketika Darren memasuki kamar pun, Sheela tak menyadarinya.
Darren baru saja menyelesaikan kerjaannya di ruang kerjanya karena banyak proyek yang harus Ia tangani saat ini dan beberapa bulan kedepan.
Sheela baru saja tersadar saat Darren memeluk tubuhnya dari belakang.
Kemudian,
Darren menutup buku dan menyuruh Sheela untuk segera tidur karena hampir larut malam.
Sekitar jam 10 lewat.
Darren tak ingin isterinya terlalu capek, stress dan lelah, apalagi kandungannya sudah semakin membesar dan sekitar satu bulan lagi Sheela akan melahirkan.
Sheela sempat menolaknya karena tugas kampusnya belum kelar dan besok hari harus di kumpul.
Namun Darren tetap memaksanya dan pada akhirnya, Sheela menuruti perkataan suaminya.
Sebelum Sheela berbaring, Darren mengurut kaki isterinya terlebih dahulu.
Kegiatan itu, hampir tiap malam Darren lakukan.
Karena Sheela seringkali mengeluhkan kakinya yang sering keram.
Setelah itu, Darren ingin mengurut punggung isterinya, namun Sheela menolaknya dengan halus.
Kemudian Sheela berbaring menyamping dan memunggungi suaminya yang ikut berbaring di belakangnya.
Namun malam ini, Darren terlihat gelisah.
Ia sangat susah untuk memejamkan matanya.
Sedari tadi adik kecilnya meronta ronta ingin di beri jatah.
Namun isterinya terus menghindar darinya.
Kemudian Ia memeluk tubuh isterinya dari belakang serta mengelus perut buncit isterinya dengan lembut.
Tubuh mereka saling menempel hingga tak ada celah sedikit pun.
Sheela hanya terdiam dan menutup kedua matanya seakan tertidur dengan pulas.
Namun Ia sedikit merinding dan tersentak pelan saat bokongnya seakan di sundul oleh sebuah benda kecil yang sangat keras, padat dan sedikit tumpul tepat mengarah ke sela2 bokongnya.
Darren terdiam sejenak. Hanya lengan dan jemari jemarinya yang bergerak, sedang mengelus perut buncit isterinya.
Memutar melingkar mengikuti arah bentuk perut buncit Sheela.
"Apa mami udah tidur..?"
ucapnya lirih tanpa menghentikkan aktifitas jemari tangannnya.
Namun Sheela tak meresponnya dan tak bergeming sedikit pun.
Walau tubuhnya tak sejalan dengan pikirannya yang sedang di landa rasa curiga sejak mencium aroma parfum seorang wanita dari baju kerja Darren.
__ADS_1
"Apa papi ada salah hari ini..?"
tambahnya.
Darren tahu isterinya belum tertidur.
Ia menopang kepala dan sebagian tubuhnya menggunakan sikut tangannya yang di letakkan diatas kasur.
Dagunya Ia sandarkan di lengan dekat bahu isterinya sembari mengelus lengan Sheela menggunakan jenggotnya yang sedikit menghiasi dagunya.
Lalu mulai menggigit pelan bahu Sheela, Karena Sheela masih terdiam dalam bisu.
Spontan Sheela merintih kesakitan dan membuka kedua kelopak matanya.
"Papi.....!
sakit tau.....!"
Darren terkekeh pelan dan merasa gemas melihat raut wajah isterinya yang sedikit meradang karena ulahnya.
"Abis..., dari tadi papi manggil2 ngga di ladeni...!"
Sheela mendecak kesal melihat suaminya terkekeh.
"Bobo sana.!
Mami udah ngantuk bangat..!"
sahutnya lirih, lalu menutup kedua matanya kembali.
Sontak Darren membaringkan kepalanya di bagian lengannya yang Ia gunakan sebagai bantal.
Darren merasa heran dengan sifat isterinya akhir2 ini, yang suka berubah ubah tanpa Darren tahu sebabnya.
Terkadang lembut, marah2, dan manja.
Saat matanya mulai terpejam, tiba2 Darren teringat sesuatu dan bertanya kepada isterinya.
Perlengkapan baby udah mami siapin blum.?
rasa2nya papi udah ngga sabar pengen lihat jagoan kecil kita lahir."
Perlahan Sheela membuka kedua matanya dan memutar tubuhnya menghadap suaminya.
Sheela menatap mata suaminya dan kembali bertanya.
"Minggu ini papi ada waktu ngga.?
mami pengen papi yang temani mami pergi belanja keperluan baby kita nantinya.?"
ucapnya penuh harap membuat Darren ikut
menatap mata isterinya begitu lekat.
"Papi akan nyuruh Harris besok untuk ngatur ulang jadwal minggu ini,
Mungkin saja ada waktu yang luang.!
Tapi papi akan usahakan, biar bisa temani mami saat belanja hingga satu hari full.
Okay...!
sahutnya menjelaskan.
Sheela hanya mengangguk pelan.
Sheela merasa lega karena Darren peduli dan mau membahas keperluan baby mereka dan berusaha mau menemaninya untuk berbelanja nantinya.
Tak banyak yang mereka perbincangkan.
Sebelum ada bukti yang jelas, Sheela tak ingin membahas dan terlalu curiga mengenai parfum wanita yang melekat di baju kerja Darren sore tadi.
Namun saat Darren benar2 terbukti melakukan hal yang benar2 melukai hatinya, Sheela akan pergi meninggalkan Darren seorang diri.
Ia rela hidup menjanda dan mengurus anak mereka nantinya.
Begitulah arah pikirannya saat ini.
__ADS_1
Saat ini Sheela sudah menguap beberapa kali, rasa ngantuknya sudah tak tertahankan lagi,
membuat Darren mengurungkan niatnya untuk mengutarakan hasrat birahinya.
Apalagi saat Sheela memejamkan kedua matanya, hingga benar benar tertidur dengan pulasnya.
Beberapa menit kemudian, Darren pun ikut memejamkan kedua matanya dan ikut tertidur pulas di samping isterinya.
********
Waktu terus bergulir hingga pagi menjemput sang mentari pagi yang begitu cerah.
Walau pun jarum jam baru menunjukkan pukul 7.30 pagi.
Darren kini tengah bersiap2 hendak pergi ke kantor.
Ia dan isterinya baru saja sarapan pagi bersama di ruang makan yang berada di lantai paling dasar dalam rumah mereka.
Saat ini Sheela mengantar suaminya hingga ke teras rumah.
Setelah Darren berangkat kerja, Sheela pun kembali ke kamarnya untuk bersiap siap hendak kekampus.
Setelah rapi dengan baju gaun hamilnya, Sheela berangkat kekampus dengan segera.
Sesampainya di kampus, Ia di sambut oleh sahabatnya Sasa.
Keduanya pun langsung masuk ke dalam ruangan belajar mereka.
Sheela belum membatalkan perjanjian mereka kemarin yang hendak berbelanja baju bayi untuk Sheela.
Karena menurutnya, mungkin saja Darren tak ada waktu untuk menemaninya dalam minggu ini.
Sebagai isteri dari pengusaha sukses, Sheela tidak bisa memaksakan kehendaknya sendiri.
Apalagi suaminya sedang menangani beberapa proyek di perusahaannya.
Saat ini mereka
sudah berada di dalam ruang kelas.
Sheela melanjutkan tugasnya yang semalam sembari menunggu dosen mata kuliahnya yang pertama.
*********
Darren saat ini sedang berbincang dengan sekertarisnya.
Mereka sedang membahas jadwal kerjaannya minggu ini.
Namun terlihat dari mimik wajah Darren yang nampak kurang semangat,
bahwa dalam minggu ini jadwalnya begitu padat,
tak ada waktu luang bahkan sehari pun untuk menemani isterinya berbelanja perlengkapan bayi mereka.
Bahkan dalam minggu2 ini, Darren akan bepergian keluar kota dan akan menghabiskan waktunya di kantor untuk manangani proyek2 besarnya.
Setelah membahas jadwal kerjaan Darren minggu ini, Darren menyuruh Harris keluar dari ruangannya karena Ia akan melanjutkan kerjaannya yang sedikit menumpuk di meja kerjanya.
Namun sebelum Harris keluar dari ruangan itu, Ia menyampaikan pesan Emelly,
jika hari ini Emelly kurang enak badan dan ingin beristirahat sebentar di apartemennya.
Setelah itu Harris keluar dan kembali keruangannya untuk melanjutkan tugasnya.
Meninggalkan Darren yang sedang merasa bengong di kursi kerjanya.
"Sakit.!"
Darren menarik nafasnya lalu menghembuskannya dengan kasar.
Namun Ia kembali mengerjakan kerjaannya itu dan tak ingin berpikir terlalu jauh.
Namun Ia berharap keadaan Emelly baik baik saja.
******
Bersambung.......
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak.....
See u all.........