Calon Istri Yang Manja

Calon Istri Yang Manja
Bab 39


__ADS_3

Tidak terasa usia kandungan Sheela sudah menginjak satu bulan.


Daren pun menyiapkan hadiah khusus buat isteri dan calon anaknya.


Pagi2 sekali Ia terbangun dari tidurnya karena Kebetulan hari ini adalalah hari week end jadi Ia akan memberi kejutan itu pada isteri tercintanya.


Ditatapnya wajah sang isteri yang masih tertidur pulas di sampingnya, kemudian Ia memberi kecupan pada kening Sheela dengan lembut.


Ia pun segera beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Hanya butuh waktu 25 menit, Daren pun keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang segar bugar dan wangi semerbak sampoo dari rambutnya.


Daren pun berjalan ke arah tempat tidur dan melihat isterinya yang masih tertidur dengan pulas.


Bagaimana tidak, semalam Ia membuat Sheela ngos-ngosan dan mendesah berkepanjangan karena pertempuran mereka di tempat tidur hingga larut malam.


Sejak kehamilan Sheela, nafsu birahinya semakin menjadi-jadi.


Hampir tiap malam Ia bersenggama dengan isterinya.


Namun Ia melakukannya dengan penuh kelembutan dan atas dasar suka sama suka.


Seperti tadi malam, saat dirinya tak kunjung mencapai orgasmenya karena stamina seorang Daren di atas rata2 di antara pria yang lain.


Daren


membiarkan Sheela yang menguasai dan menunggangi tubuhnya hingga ke duanya menggapai puncak kenikmatan yang tiada taranya.


Tersirat senyum mengembang di raut wajah Daren, Ia mengingat betul kelihaian Sheela semalam yang menguasai tubuh kekarnya dan itu merupakan kepuasan tersendiri buatnya.


Kemudian Daren duduk di tepi kasur samping Sheela berada.


Daren hanya mengenakan handuk yang di lilitkan ke pinggangnya, perlahan Ia merapikan helai demi helai rambut Sheela yang menutupi wajah cantiknya dan menyelipkannya di balik telinganya.


"Sayang..., ayo bangun......"


bisik Daren sembari mengelus pipih isterinya.


Sheela pun terbangun dan memandangi wajah suaminya yang begitu menyejukkan hatinya.


Satu kecupan pun mendarat di keningnya dari suami tampannya.


"Morning honey...."


sapa Daren kemudian.


"Morning too honey...."


balas Sheela dengan lirih karena malu dirinya masih bau asem sedangkan suaminya sudah wangi.


"Mandi sana.... udah bau asem...."


goda Daren serta menarik selimut yang menutupi tubuh polos isterinya yang molek.


Dengan cepat Sheela duduk dari tidurnya dan ingin meraih selimut dari tangan suaminya yang nakal mengerjai dirinya.


Namun Daren lebih cepat lagi sambil berdiri dan menyembunyikan selimut di belakang tubuhnya.


Rona malu terpampang jelas di wajah cantik Sheela karena tubuhnya nampak polos yang tidak mengenakan sehelai benang pun menutupi tubuhnya.


Dengan spontan Sheela meraih handuk yang di kenakan oleh Daren dan berlari kecil ke arah kamar mandi sambil melilitkan handuk Daren di dadanya.


Sheela terkekeh dengan puasnya dan menghilang di balik pintu kamar mandi.


Sedangkan


Daren hanya diam melongo di tempatnya dengan mulut mangap karena tidak menyangka Sheela akan meraih handuk dari pinggangnya.


Kemudian Daren menyeringai dan menggelengkan kepalanya ber kali-kali karena ulah Sheela yang sudah berani membalas kejahilannya.


Daren pun mengambil baju dari dalam almari miliknya lalu mengenakannya.


Hari ini Ia mengenakan baju kemeja yang lengannya di lipat tidak beraturan di padukan dengan celana kain pendek selutut.


Ia nampak sangat memukau dan semakin tampan setelah merapikan rambut hitamnya yang tebal.


Kemudian Ia beranjak dari kamar menuju dapur karena perutnya sudah mulai keroncongan.


Saat dirinya tengah asyik menyantap nasi goreng buatan Bi Surti, Sheela menghampirinya dengan senyum manisnya.


"Maaf sayang..., aku sudah sarapan duluan karena perutku mulai keroncongan."


ucap Daren sambil mengangkat ke dua tangannya agar Sheela duduk di pangkuannya.

__ADS_1


"Hmmm..., seharusnya aku bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan untukmu.."


balas Sheela dengan wajah cemberut karena merasa bersalah dan kini Ia duduk di pangkuan suaminya.


"Nggak masalah honey..., yang penting kamu selalu siap melayaniku di tempat tidur..."


goda Daren sambil menancapkan


hidung mancungnya ke pipi isterinya ber ulang-ulang.


lagi2 wajah Sheela memerah karena perkataan suaminya barusan, Ia tahu betul keperkasaan suaminya di tempat tidur.


Daren pun sangat gemas dengan wajah isterinya yang malu2 seperti kucing di hadapannya kini.


Bi Surti yang tidak sengaja melintas di hadapan mereka pun ikut senang dan sedikit risih karena melihat kemesraan majikannya saat ini.


Terdengar jelas di pendengaran Bi Surti saat


Sheela terkekeh geli karena Daren terus saja menggoda dirinya hingga suara tawanya memenuhi seisi ruangan di dapur.


Sontak Sheela berdiri ketika melihat Bi Surti melintas di hadapan mereka.


Namun Bi Surti terus saja berjalan sambil menenteng keranjang cucian bersih di tangannya yang siap untuk di jemur dan pura2 tidak tahu keberadaan tuan dan nyonya mudanya kini.


"Ada apa....."


tanya Daren dengan heran karena isterinya turun dari pangkuannya.


"Nggak papa honey......, cuman nggak enak di liatin Bi Surti tadi..., kita sarapan yuk...."


jawab Sheela sembari mengelus perutnya yang masih rata.


"Oh..., kirain kamu liat hantu..."


canda Daren lalu melanjutkan sarapannya.


Mereka pun makan dengan lahapnya untuk mengisi energi mereka yang terkuras habis tadi malam.


Setelah sarapan Daren kembali ke kamar untuk mengambil kunci mobil dan dompetnya lalu menghampiri isterinya yang sedang asyik menyaksikan drama favoritnya di ruang tamu.


"Mau kemana....?"


tanya Sheela sedikit heran karena melihat kunci mobil yang menggelantung di tangan Daren.


jawab Daren.


"Hah..., jalan2...., aku ganti baju dulu ya....."


seru Sheela demgan senang.


"Nggak usah..., apa pun yang kamu kenakan tetap cantik...."


rayu Daren.


Sheela pun bergegas berdiri dan menyambut jemari suaminya yang sedari tadi melambai di hadapannya.


Mereka pun beranjak pergi sambil bergandeng tangan.


"Tunggu.... aku lupa mengambil dompetku...."


ucap Sheela yang hanya membawa ponsel di tangannya.


"Nggak perlu...., hari ini kan aku yang mengajakmu keluar.."


jawab Daren.


"Hmmm.., benar juga..."


ucap Sheela lirih.


Sampai di lantai Dasar, beberapa orang yang melintas di hadapan mereka, merasa kagum akan ketampanan Daren dan kecantikan wajah Sheela.


"Mereka sangat serasi...."


ucap ibu2 yang lewat di hadapan mereka.


"Iya jenk..."


sahut ibu yang lain..


"Padahal si wanitanya hanya menggunakan dress rumahan tapi kok tetap terlihat cantik gitu ya..."


bisik ibu2 rempong.

__ADS_1


"Coba aku yang pakai dressnya itu..., pastinya aku tambah keliatan jelek.. xi.xi"


tambahnya.


Sheela hanya tersenyum ke arah mereka, sedangkan Daren terus berjalan sambil mengeratkan genggamannya di jemari isterinya.


Sampai di parkiran mobilnya, Daren mempersilahkan isterinya naik ke atas mobil layaknya permaisuri.


Kemudian Ia naik ke mobil dan duduk di balik kemudinya.


Mobil Lamborghinya pun melaju dengan kekuatan sedang meninggalkan apartement hingga menyusuri jalan menuju lokasi yang cukup asing buat Sheela.


"Kita mau kemana..."


tanya Sheela penasaran.


"Surprise...."


jawab Daren tanpa menoleh.


"Hah..., surprise...."


gumam Sheela.


Sheela pun terdiam hanya menatap ke arah jendela dan tidak sabar ingin sampai di tempat tujuan yang masih rahasia baginya.


Kali ini mereka memasuki area yang jauh dari kebisingan kota. Terlihat bangunan2 rumah yang megah dan pohon2 rindang di setiap sisi jalan mengiringi kendaraan mereka.


Sheela semakim penasaran, perkiraannya Daren akan mengajaknya ke mall atau ke pantai layaknya pasangan muda bila hari week end tiba.


Saat memasuki pekarangan yang luas dan taman yang indah terpampang jelas bangunan megah di hadapannya yang berlantai tiga dan bercat putih bercampur ungu warna kesukaan Sheela.


Rumah ini di pesan khusus untuk isterinya karena Ia tahu betul warna kesukaan isterinya dari sahabat Sheela yang bernama Sasa.


"Surprise......."


sambut Sasa yang di susul oleh Nyo. Shita dan Nyo. Jeslin di belakangnya yang sudah menanti kedatangan mereka dari tadi.


"Sasa....., mami dan...."


gumam Sheela namun Sasa sahabatnya cepat memeluk tubuh Sheela dengan erat.


"Selamat ya..., bentar lagi aku punya ponaan yang menggemaskan...."


ujar Sasa dengan senang.


"Thanks ya Sa...."


sahut Sheela membalas pelukan sahabatnya.


Sheela sedikit penasaran dengan keberadaan sahabatnya saat ini namun masih ada waktu yang lain untuk menanyakan hal itu pikirnya.


"Selamat ya sayang..., bentar lagi mama punya cucu.."


ucap Nyo. Shita memeluk serta mengelus perut anak mantunya dengan lembut.


"Sehat selalu..."


sambungnya.


"Iya ma..."


balas Sheela dengan senyum.


Kemudian menyambut pelukan sang mami yang sudah menunggu giliran di belakang mertuanya.


Nyo. Jeslin sangat senang mendengar kehamilan putri satu2nya, makanya Ia nekat dari Kota Bandung untuk bertemu sang putri, walaupun hanya sehari.


"Papi nggak ikut...."


tanya Sheela pada maminya.


"Nggak sayang..., papi lagi sibuk..."


jawab Nyo. Jeslin...


"Ayo masuk......"


timpal Nyo. Shita untuk mengajak mereka masuk ke rumah baru milik Sheela, hadiah dari suami tercintanya.


Mereka pun sangat bahagia, terutama Sheela yang tidak menyangka kehadiran Sasa dan kedua orang tua mereka.


walaupun tanpa kehadiran papinya dan papa mertuanya di sisinya.

__ADS_1


__ADS_2