
Saat ini Darren sedang berada di serambi/teras rumah sakit tempat isterinya di rawat.
Ia mencoba menghubungi sekertaris Haris namun ponsel milik Haris tidak dapat di hubungi, karena sedang tidak aktif.
"Seharusnya mereka sudah tiba di Bali.."
gumam Darren.
Selang beberapa menit ponsel Darren bergetar, Ia tatap sebentar layar ponselnya, lalu menjawab panggilan telepon.
"Hmmm.., ada apa..?"
tanya Darren datar.
"Maaf tuan muda, Saya baru sempat menghubungi anda karena ponselku sedang lowbet tadi.."
ucap Sek. Haris dari seberang telpon.
"Kau buang saja ponselmu itu..,
Sungguh tidak berguna.."
bentak Darren kesal.
"Maaf tuan muda.., Sekali lagi saya mohon maaf..
Saya tidak akan mengulangi kesalahan ini lagi.."
ucap Sek. Haris karena Ia sudah tahu sifat bosnya itu yang tidak suka menunggu lama dan mengulur- ulur waktu jika berhubungan dengan masalah kerjaan.
"Hmmm.., bagaimana keadaan disana.."
tanya Darren kemudian dan emosinya mulai mereda.
"Keadaan disini baik2 saja. Pembangunan proyek sepertinya berjalan sesuai dengan rencana dan tidak ada kendala sama sekali tuan muda..:
jawab Sek. Haris menjelaskan.
"Namun.., tadi saya sempat melihat Sarah melintas di depan hotel bersama Helena, dari gerak geriknya sepertinya mereka ingin melakukan rencana jahat disini.."
tambah Sek. Haris.
"Mungkin kah mereka masih berani membuat onar kepadaku..!, tapi kau harus selalu waspada dan tetap selidiki mereka, jangan sampai mereka lolos dari pantauanmu.."
ucap Darren geram lalu menutup telponnya dan bergegas menemui isterinya karena hari ini isterinya akan kembali ke rumah.
Sesampainya di kamar rawat Sheela, Darren langsung menghampiri isterinya yang sedari tadi menunggu kedatangannya. Bahkan Sheela sudah berganti kostum dan bersiap2 untuk pulang kerumah sembari ngobrol dengan sahabatnya di sofa depan Tv.
"Sudah siap...?"
tanya Darren lalu duduk di sebelah isterinya.
"Iya honey..."
__ADS_1
jawab Sheela dengan senyum manisnya.
Sasa yang menyadari kehadiran Darren, bergegas pamit untuk melanjutkan tugas praktik kuliahnya.
Kalau gitu, gue pergi kerja dulu ya.., mungkin Dr. Raka udah nungguin gue..
pamit Sasa karena hampir satu jam, Ia membesuk Sheela.
Seringai nakal mulai tersungging di bibir Sheela disertai anggukan yang ingin menggodai sahabatnya itu.
"Loe harus bisa dapatin hati Dr. Raka.."
bisik Sheela di telinga Sasa sembari menahan kedua bahu Sasa yang ingin berdiri. Seketika raut wajah Sasa
memerah dan membuatnya salah tingkah. Ternyata sahabatnya itu memahami perasaannya selama ini, jika dirinya sangat menyukai Dr. Raka.
"Apaan sech loe..."
sahut Sasa dengan senyum malu2nya.
Sedangkan Darren hanya menyimak sambil memainkan ponselnya.
"Kerja yang benar ya..."
teriak Sheela saat Sasa sudah berada di pintu dan hendak keluar.
"Okey..."
sahut Sheela sembari mengangkat jari jempolnya.
seru Sheela sembari duduk di pangkuan suaminya yang sedang sibuk dengan ponselnya. Seketika Darren menyimpan ponselnya ke dalam saku bajunya lalu mengeratkan pelukannya serta mengecup bibir Sheela.
"Kenapa dengan raut wajahmu ini honey.., apa ada masalah di kantor..?"
tanya Sheela dengan manja sambil menatap wajah suaminya dengan lekat.
"Nggak ada masalah apa2 sayang.., ayo kita pulang.."
sahut Darren lalu mengangkat tubuh isterinya dan hendak menggendong isterinya keluar dari kamar namun Sheela menolaknya dengan alasan malu di liatin orang2 di luar sana.
Sebagai gantinya, Sheela bergandeng di lengan suaminya sampai ke tempat parkiran mobil Darren.
Saat berjalan melewati lorong2 rumah sakit, beberapa pasang mata memandangi Darren dan Sheela. Mereka merasa iri dan turut senang melihat kebahagiaan dua sejoli yang melintas di hadapan mereka sembari bergandengan tangan menuju pintu keluar dari rumah sakit.
Dr. Raka juga sempat melihat kemesraan Sheela dan Darren dari balik kaca di ruangan praktiknya.
Hatinya sedikit sakit, namun Ia mengikhlaskan semuanya demi kebahagiaan Sheela dan tidak ingin mengganggu kebahagian rumah tangga orang lain..
Sesampainya di parkiran rumah sakit, Darren membukakan pintu mobil untuk Sheela dan mempersilahkan Sheela naik layaknya sang putri yang ingin menaiki kereta. Sesudah itu, Darren bergegas naik ke mobilnya dan duduk di balik kemudinya.
Senyum bahagia Sheela selalu terpancar dari raut wajahnya yang cantik dan memperlihatkan lesung pipinya yang manis.
"Apa yang membuat hatimu sesenang ini..?"
__ADS_1
tanya Darren saat mobilnya melaju meninggalkan lokasi parkir rumah sakit, dan sesekali menoleh ke samping isterinya.
"Hmmm, Aku senang karena hari ini kita akan pulang ke rumah honey..."
sahut Sheela sedikit menyembunyikan hatinya yang sedang berbunga2 dan mengalihkan pandangan keluar kaca jendela mobil.
"Oh ya.., tapi menurutku bukan itu yang membuatmu tersenyum manis tadi.."
goda Darren menyeringai.
Sheela hanya terdiam mendengar ucapan suaminya dan masih menoleh ke samping jendela mobil lalu menyenderkan kepalanya sembari menutup kedua bola matanya yang indah.
Sheela enggan menoleh ke arah suaminya yang tak hentinya menggodai dirinya hingga membuatnya tersipu malu.
"Apa kau tertidur..."
tanya Darren saat Sheela tidak merespon ucapannya.
"Mungkin dia lelah.."
gumamnya dalam hati.
Tidak terasa mereka tiba di mansion.
Darren mengangkat tubuh isterinya yang sedang tertidur di jok mobil hingga membawanya ke kamar mereka lalu membaringkannya di tempat tidur.
Setelah membaringkan isterinya di atas tempat tidur, Darren masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah mulai gerah.
Selepas mandi, Darren kembali ke kamar lalu mengenakan baju rumahnya dan beranjak dari kamar menuju ruangan kerjanya.
Saat Darren baru duduk di kursi putarnya, ponsel miliknya bergetar tanda pesan masuk dari sekertaris Haris.
Seketika raut wajahnya berubah bingas sambil mengeratkan kedua giginya menahan rasa geramnya setelah membaca pesan masuk tersebut...
"Kau tetap awasi mereka.."
ucap Daren dengan singkat membalas pesan sekertarisnya itu.
******
Di sebuah hotel yang ada di Bali, tempat Sarah dan Helena menginap.
Sarah dan Helena nampak geram karena rencana mereka gagal hari ini.
Untung saja mereka dapat lolos dari cengkraman para preman2 yang menghadang dan menghalangi rencana Sarah dan Helena untuk menghancurkan pembangunan proyek milik Darren.
"Sial rencana kita hari ini gagal..."
ucap Helena dengan geram, saat dirinya mengingat kegagalan mereka siang tadi sembari menyenderkan tubuhnya di sofa
"Kita harus menjalankan misi kedua.."
ucap Sarah pada Helena..
__ADS_1
Bersambung....