
Setelah seharian beraktifitas dan berkutat dengan pekerjaan yang lumayan banyak.
Darren pun langsung pulang ke mansion miliknya untuk beristirahat.
Hari ini Darren pulangnya agak kemalaman.
Saat Ia pulang, isterinya sudah tertidur pulas di atas sofa kamar.
Perlahan Darren masuk kekamar mandi untuk membasuh tubuhnya.
Setelah itu Darren kembali kekamarnya dan segera mengenakan baju tidurnya.
Sesudah itu, Darren hendak mengangkat tubuh isterinya.
Namun Sheela tiba tiba tersadar.
Sheela merasa tidak enak jika Darren harus mengangkat tubuhnya saat ini,
karena dirinya sedang hamil besar.
Tentunya sangat berat pikirnya.
Kemudian mereka berjalan beriringan ke arah tempat tidur dan segera berbaring di atas kasur, dengan posisi saling berhadapan namun mereka di pisahkan oleh sebuah bantal guling, yang sedang berada di pelukan Sheela.
Perlahan Darren meraih dan menggenggam tangan isterinya.
Malam ini Ia benar2 memohon maaf karena dalam minggu ini, dirinya tidak ada waktu luang untuk menemani isterinya berbelanja keperluan baby mereka.
Sheela sedikit kecewa namun Ia juga tidak boleh egois dan Sheela sangat paham betul dengan posisi suaminya saat ini.
Kerja keras suaminya itu semata mata buat keluarga kecil mereka dan sebagai penopang hidup bagi seluruh karyawannya yang bekerja di perusahaan2nya.
*******
Pagi hari pun tiba.
Seperti biasanya hari ini Darren baru saja berangkat kerja.
Begitu pun dengan Sheela, Ia bergegas masuk kekamarnya setelah menemani dan mengantar suaminya ke teras depan rumah mereka.
Sheela juga bersiap siap hendak pergi ke kampus.
Pagi ini Sheela bangunnya agak kesiangan karena semalam Ia dan suaminya sedang berolahraga malam di atas ranjang panas mereka.
Setelah membasuh tubuhnya di kamar mandi, Sheela mengenakan bajunya kemudian segera beranjak pergi ke kampus.
Sesampainya di kampus, Sasa selalu setia menanti dirinya di depan taman.
Sembari berjalan masuk ke dalam ruangan belajar mereka,
Sheela dan Sasa berbincang tentang rencana mereka untuk pergi berbelanja.
Sasa pun mengusulkan jika hari ini pun, Ia siap menemani sahabatnya itu pergi berbelanja bila Sheela menyetujuinya.
Karena hari ini mata kuliah mereka cuma satu, hingga mereka ada waktu luang.
__ADS_1
Sheela pun merasa senang dan langsung menyetujui usulan Sasa sahabatnya.
Begitu pun dengan Sasa.
Senyum sumringah terpancar jelas dari raut wajahnya.
Dirinya sudah tidak sabaran untuk pergi berbelanja perlengkapan bayi sahabatnya.
********
Pagi ini, Darren sedang berada diruangan rapat.
Emelly dan Harris pun berada di ruangan rapat tersebut.
Rapat mereka pun berjalan sekitar tiga puluh menit.
Setelah itu mereka kembali keruangan masing masing.
Emeelly yang baru saja ingin keluar dari ruangan rapat, tapi tiba2 di panggil oleh Darren.
Emeelly pun menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Darren.
Tanpa di beri aba2, Harris keluar dari ruangan rapat itu karena hari ini, banyak kerjaan yang Harris harus kerjakan dan tak bisa di tunda tunda lagi.
Emelly menyandarkan tubuhnya di meja rapat, dan menoleh kearah jendela yang mengarah ke arah gedung2 perkantoran.
"Bagaimana keadaanmu sekarang.?"
tanya Darren memulai perbincangan mereka.
lalu kembali lagi menoleh ke arah jendela kantor.
"Kata Harris, besok hari kau ingin kembali ke Jerman,
benarkah itu....?"
tanya Darren dan ikut menoleh kearah luar jendela sembari memutar kursi putarnya.
Darren merasa sedikit heran karena Ia tiba tiba mendapat kabar dari Harris jika Emelly akan kembali ke negaranya dan tak akan kembali lagi.
Karena masa magang Emelly masih dua minggu lagi.
Menurutnya Emelly terlalu terburu buru untuk mengambil keputusan.
Emelly pun menoleh ke arah Darren.
"Mmmmm..."
angguknya.
"Daddy sedang sakit.
Mau ngga mau, aku harus kembali ke Jerman besok.!"
jelasnya.
__ADS_1
"Baiklah.!
mungkin sudah waktunya kamu kembali untuk membantu daddy mu mengurus perusahaan2nya.!"
ucap Darren.
Darren merasa lega setelah mendengar penjelasan Emelly.
Darren pikir, jika Emelly pergi karena marah dan benci padanya.
Emelly mengangguk dan tersenyum tipis ke arah Darren.
Emelly berterima kasih kepada Darren karena selama ini sudah membimbing dan mengajarkan banyak hal mengenai cara2 untuk mengurus dan mengembangkan perusahaan.
Pengalaman dan pengetahuan Emelly semakin bertambah selama bekerja di perusahaan Darren.
Walau pun hanya tiga bulan lamanya. Pengalaman itu sangat berharga bagi dirinya serta bekal di masa depannya nanti.
untuk membantu ayahnya mengurus perusahaan perusahaan milik keluarganya yang akan di wariskan kepada Emelly.
Setelah berterimah kasih, Emelly juga meminta maaf dan menyadari kesalahannya.
jika dirinya sudah khilaf karena sudah berani menggoda Darren dan ingin merebut Darren dari Sheela.
Darren pun memaafkan kesalahan Emelly.
Darren menganggap jika sifat Emelly menjadi dewasa dari hari sebelumnya.
Sebelum keluar dari ruangan tersebut, Darren menawarkan sesuatu kepada Emelly.
Hadiah apa yang di inginkan oleh Emelly sebagai tanda kenang kenangan selama bekerja di perusahaan miliknya.
Spontan Emelly mengatakan jika hari ini Emelly ingin pergi berbelanja oleh oleh buat keluarganya di Jerman.
Emelly ingin jika Darren yang menemaninya untuk pergi berbelanja.
Itulah yang Emelly inginkan sebagai hadiah dan kenang kenangan dari Darren saat ini.
Darren pun menyetujuinya dan segera kembali keruangannya untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Emelly merasa sangat senang, karena Darren mau mengabulkan permintaannya kali ini.
Walau pun tak bisa merebut hati Darren, namun mereka bisa menjadi sahabat dan menganggap Darren sebagai abangnya.
Karena Emelly memanglah anak satu satunya dari ke dua orang tuanya.
Emelly menyadari jika, cinta tak bisa di paksakan dan seenaknya mau merebut hak dan milik orang lain.
Seperti halnya barang barang branded yang bisa Ia dapatkan dengan begitu mudanya.
Setelah itu mereka langsung berangkat ke pusat perbelanjaan yang ada di kota Jakarta.
Dengan mengendarai mobil lamborghini milik Darren.
*********
__ADS_1
Bersambung.......