Calon Istri Yang Manja

Calon Istri Yang Manja
Bab 64


__ADS_3

"Silahkan masuk nyonya, tuan Darren sudah menunggu anda didalam.."


ucap sekertaris Rara dengan sopan sambil menunjuk kearah pintu masuk ruangan Darren.


"Makasi ya.!"


sahut Sheela lalu memutar gagang pintu hingga pintunya terbuka dengan lebar.


Pandangan matanya langsung tertuju kearah sekertaris Haris dan Emelly yang sedang sibuk dan duduk disofa ruang tamu milik Darren.


Sheela sempat kaget dan heran dengan keberadaan Emelly di kantor suaminya.


Apalagi saat ini Emelly sedang berada di dalam ruangan kerja Darren.


Namun Sheela sangat pandai menyembunyikan rasa penasarannya itu.


Seketika sekertaris Haris dan Emelly menyapa dan tersenyum kearahnya.


Sheela pun membalas senyum mereka dengan senyuman manisnya, hingga membuat sekertaris Haris merasa kagum akan kecantikan isteri tuan mudanya itu.


"Hmmmm.!"


tegur Darren tiba2 dari arah meja kerjanya, sembari melotot ke arah sekertaris Haris, dalam sekejap sekertaris Haris memalingkan wajahnya dari Sheela dan segera melanjutkan kerjaannya.


"Huh, Jantung gue hampir copot."


gumam sekertaris Haris dalam hati.


Emelly hanya ikut menyimak namun pandangannya hanya tertuju ke meja yang berisi berkas2 diatasnya.


Kini Darren beranjak dari tempat duduknya untuk menyambut kedatangan isterinya yang sedang berjalan kearah meja Darren.


Dengan sigap Darren meraih tas yang ditenteng oleh Sheela.


"Pak Budi kemana..?


Mami kan sedang hamil, mana boleh ngangkat yang berat berat."


tanya Darren karena merasa cemas melihat Sheela membawakan tasnya yang berisi beberapa pasang baju didalamnya.


"Mami suruh Dia nungguin di mobil Pi.!


Lagian tasnya ringan aja kok."


sahut Sheela dengan lirih dan manja.


"Yawudah mami duduk sini aja.


Makasi yach uda mau ngantarin baju papi."


bisik Darren sembari mengelus perut buncit Sheela dengan lembut, lalu mengecup kening Sheela dan menyuruhnya duduk di kursi kerjanya.


Dari balik sofa, Emelly sesekali melirik dan menyaksikan kemesraan Darren dengan Sheela saat dirinya sedang mengumpulkan berkas2 dari atas meja.


Karena berkas yang mereka telah siapkan dan kerjakan saat ini, sudah rampung semua.

__ADS_1


Entah kenapa, rasa iri tiba- tiba timbul dibenaknya.


Ia tak tahan melihat kemesraan Darren dan Sheela.


Emelly bergegas membereskan kerjaannya itu lalu segera keluar dari ruangan milik Darren,


setelah pamit dengan alasan ingin membereskan perlengkapan pribadinya yang akan Ia perlukan nantinya disana.


Sheela pun menyadari akan hal itu, kekuatirannya kini semakin bertambah.


Selang satu menit,


sekertaris Haris pun menyusul Emelly keluar.


Sekertaris Haris sempat pamit, namun Darren tidak menanggapinya.


Ia hanya sibuk menjahili isterinya dengan memberinya kecupan demi kecupan.


"Tuan - tuan, selain pamer kau juga sangat pandai membuat jiwa jombloku meronta- ronta.!"


gumam sekertaris Haris lalu menutup pintu dengan rapat.


Sebelum beranjak dari tempatnya, sekertaris Haris memperingatkan sekertaris Rara agar tidak mengijinkan siapa pun masuk kedalam ruangan Darren.


Tentunya, sekertaris Rara sangat paham karena dirinya juga sudah memiliki pasangan hidup dan dikaruniai seorang anak laki2.


Darren kini melancarkan aksinya setelah kepergian sekertaris Haris dari ruangannya kerjanya.


Kecupan demi kecupan tiada hentinya Darren daratkan di kening dan bibir Sheela.


Entah apa yang membuatnya segemas itu.


Lain halnya dengan Sheela, kini pikiran dan hatinya sedang gelisah.


"Mami sangat cantik hari ini."


goda Darren sembari memeluk tubuh isterinya dari belakang kursi, namun Sheela hanya terdiam dan tak bergeming sedikit pun.


Ketika Darren ingin ******* bibir Sheela, tiba2 Sheela menghindar dan beranjak dari kursi Darren.


Sheela melayangkan pandangannya ke arah kaca jendela yang berada tepat dibelakang meja kerja Darren, sembari menyilangkan kedua lengannya diantara dada dan perutnya.


Posisi Sheela saat ini tengah memunggungi Darren.


Darren menjadi heran dan terlihat bengong di tempatnya saat ini.


"Ada apa Mi.., kenapa mami tiba tiba menghindar dari papi.!"


tanya Darren dengan cemas sambil duduk di kursinya menatap tubuh isterinya dari arah belakang.


Perlahan Sheela berbalik kearah Darren dan menatap wajah Darren dengan seksama dan begitu lekat.


"Sejak kapan wanita itu bekerja di kantor papi dan sampai kapan..??"


tanya Sheela tiada henti disertai dengan tatapan dinginnya.

__ADS_1


Karena Sheela tahu jika ayah Emelly memiliki beberapa perusahaan dan kenapa harus bekerja di perusahaan suaminya.


Begitulah yang ada di pikirannya saat ini.


"Wanita itu.! siapa...? Emelly.!


gumam Darren menjawab pertanyaannya sendiri.


Ia kurang mengerti karena Sheela tiba2 menyebut wanita itu yang tak lain adalah Emelly.


"Iya Wanita itu yang barusan keluar dari ruangan papi.!"


ucapnya dengan kesal saat mendengar gumam Darren.


"Oh., mami cemburu ya.!"


candanya membuat wajah Sheela memerah dan kesal.


"Siapa yang cemburu coba.!


Mami hanya ngga suka, bila wanita itu selalu ada di dekat papi.!"


pekik Sheela lalu berjalan kearah sofa.


Darren pun mengikutinya dari belakang.


Ketika Sheela duduk,


Darren juga ikut duduk disamping Sheela.


Kemudian Darren menjelaskan semuanya secara terperinci.


Selain itu, Darren juga mengatakan jika hari ini Emelly akan ikut bersamanya saat mengunjungi anak2 perusahaannya.


Darren pun berjanji jika Ia tidak akan berpaling dari Sheela dan akan selalu menjaga kepercayaan Sheela padanya.


Untuk saat ini Sheela dapat memahami dan mau mendengarkan penjelasan suaminya.


Sebagai isteri seorang Ceo dari sebuah perusahaan raksasa, Ia harus sabar dan menjadi seorang isteri yang pengertian dan bijaksana dalam menghadapi setiap badai dan cobaan dalam rumah tangganya.


Namun Sheela akan selalu waspada dan mengawasi gerak gerik Emelly.


Ia juga akan sering berkunjung ke kantor suaminya pikirnya dalam hati.


Bersambung.....


See u all...


Thank you ya, buat semuanya yang mendukung dan menantikan karya Author.


Jangan lupa like, komen, Share and sarannya....


Maaf jika Author nggak sempat membalas komen kalian satu persatu.


Author tetap antusias membaca komen dan saran kalian.

__ADS_1


__ADS_2