
Tepat pukul 07.00 malam,
Pak Richard dan Emelly sudah tiba di mansion.
Mereka disambut oleh beberapa pelayan yang ada dimansion dan pelayan2 itu, mempersilahkan mereka berdua duduk di ruangan tamu menunggu kedatangan Darren dan Sheela.
Bi Surti yang melihat tamu majikannya sudah tiba, Ia berjalan menuju tangga serta bergegas menapaki anak tangga itu satu persatu hingga sampai kelantai paling atas.
Saat dirinya hendak menuju kamar majikannya, Bi Surti berpapasan dengan Darren yang baru saja keluar dari dalam kamar.
"Ada apa Bi...?"
tanya Darren menghentikan langkahnya sambil memperhatikan keadaan Bi Surti yang sedikit ngos- ngosan saat mendekat kearahnya.
"Anu tuan, tamu anda sudah datang dan sedang menunggu diruangan tamu.!"
ucapnya dengan sopan sambil menundukkan kepala dan sedikit ngos- ngosan.
"Hmmmm."
angguk Darren mengiyakan perkataan Bi Surti, namun terlihat kasian sekaligus kesal karena Bi Surti tidak mematuhi aturannya.
"Bibi naik tangga lagi ya.?!?"
Bi Surti hanya menganggukkan dan masih menundukkan kepalanya karena merasa bersalah.
"Aku kan udah bilang Bi, kalau mau naik kesini itu, harus naik lift.!"
"Iya tuan, Maafkan bibi.!
jawabnya lirih dan sopan."
"Hmmm.
Kalau begitu,
bibi terus aja kedalam kamar. Kebetulan isteri saya sedang mencari Bi Surti dari tadi dan tolong sampaikan agar lebih cepat karena tamu sedang menunggu di bawah sana."
ucapnya lalu bergegas menuruni lift.
"Baik tuan."
sahut Bi Surti lalu segera masuk ke kamar majikannya.
Sebelum masuk kekamar, Bi Surti mengetuk pintu terlebih dahulu dan Sheela pun mempersilahkannya masuk.
"Permisi nyonya. Apa nyonya mencari saya..?"
"Iya Bi. Ayo sini.! Bibi bisa ngga, kepangin rambut aku..?"
tanyanya sambil duduk dan sedang menyisir rambut panjangnya di depan cermin riasnya. Karena semenjak kehamilannya, Sheela tak pernah memotong rambutnya yang sudah mulai panjang hingga ke bokongnya.
"Bisa Nya."
sahutnya dengan semangat lalu mulai mengepang rambut Sheela dengan lihai dan terlihat sangat rapi.
Sheela sempat memuji kecekatan Bi Surti saat mengepang rambutnya.
Membuat Bi Surti tersipu malu di belakang Sheela.
"Bagus banget Bi, rapi lagi.! "
__ADS_1
serunya dengan sumringah.
"Makasi ya."
tambahnya.
"Iya Nya. itu sudah rutinitas yang bibi lakukan tiap harinya, saat anak bibi hendak kesekolah."
ucapnya sambil tersenyum.
"Oh ya..?! anak Bi Surti sudah kelas berapa sekarang.?"
tanya Sheela sambil memandangi wajah Bi Surti melalui kaca riasnya.
"Udah kelas 2 SMP Nya."
sahutnya membuat Sheela termanggut manggut menanggapi ucapan Bi Surti.
Lalu bergegas memoles wajah cantiknya dengan sedikit riasan dan itu pun terlihat sangat tipis.
Bi Surti hanya memperhatikan dari balik kaca dengan senyum khasnya, sambil mengagumi serta memuji kecantikan Sheela.
Nyonya cantik sekali malam ini.!
seru Bi Surti membuat Sheela tersenyum sambil mengerlingkan kedua matanya menatap mata Bi Surti melalui cermin.
"Nyonya itu, udah cantik dari sononya. Walaupun ngga pakai make up sekalipun, nyonya itu tetap terlihat sangat cantik."
tambah Bi Surti, seakan mengetahui maksud Sheela dan tiada hentinya Ia mengagumi kecantikan majikan perempuannya itu.
Sheela hanya terkekeh pelan di buatnya.
"Oh iya bi. Tamu kita udah datang belum ya.?!?"
"Ya Allah, bibi sampai lupa ya.!
Maksud kedatangan bibi kemari itu hanya untuk kasih tahu nyonya, jika tamu anda dan tuan sudah tiba saat bibi kesini Nya.!
Tuan Darren pun berpesan agar nyonya cepat2 turun kebawah.!:
kata Bi Surti panjang lebar, menyadari kesalahannya.
Maaf Nya, pasti tuan Darren akan marah besar nantinya.!
Ngga papa Bi. Yawudah kita kebawah yuk.
ucapnya dengan cepat sambil tersenyum tipis.
Namun tetap was2 dan sedikit kuatir, jika tamunya itu sudah menunggu dirinya terlalu lama.
Terutama kepada suaminya yang tentunya saat ini sudah tidak sabaran lagi menunggu kemunculannya.
Di lantai bawah, Darren sedang gelisah namun tetap duduk tenang di sofa dengan menyilangkan kedua kakinya, sambil berbincang- bincang dengan Pak Richard.
Sedangkan Emelly hanya menyimak sambil mengutak atik tombol ponselnya, untuk memeriksa wechatnya dan sesekali ikut tersenyum menanggapi obrolan Darren dan ayahnya.
Ketika mereka sedang asyik ngobrol, Sheela keluar dari dalam lift dan
sedang berjalan menuju ke ruangan tamu depan, tempat suami dan tamunya berada.
Ia berjalan begitu anggun, sambil tersenyum manis kearah suami dan tamunya itu.
__ADS_1
Walaupun dalam hatinya bertanya- tanya, siapa wanita itu dan sejak kapan suaminya kenal dengan wanita tersebut.
Apalagi saat ini, Emelly sedang tersenyum manis kearah suaminya.
"Mereka terlihat sangat akrab."
gumam Sheela dalam hati.
Sheela sama sekali tak mengenali sosok pria dan wanita yang berkulit putih di depannya serta berambut coklat.
Darren menyambut isterinya dengan menampakkan senyum lucu diwajahnya.
Ini pertama kalinya, Ia melihat isterinya dengan rambut dikepang dan itu terlihat unyu2 dan menggemaskan di mata seorang Darren.
Wajah mungil Sheela nampak cantik.
Sheela merasa lega, karena Darren tidak menampakkan wajah dinginnya saat ini kepadanya.
"Maaf sudah membuat kalian menunggu terlalu lama."
ucap Sheela dengan senyum manisnya,
membuat pak Richard melongo sambil mengagumi kecantikan Sheela dan
Pak Richard hanya tersenyum menanggapi ucapan Sheela.
Begitu pun dengan Emelly, Ia ikut mengagumi kecantikan Sheela dalam hati, sambil tersenyum menyambut serta membalas salaman dari Sheela.
Setelah menyapa dan menyalami kedua tamu mereka, Sheela duduk disamping suaminya.
Darren pun menyambutnya dengan menyenderkan lengannya di belakang Sheela, sehingga Sheela duduk sambil bersandar dilengan suaminya.
Beberapa menit setelah kedatangan Sheela diruang tamu itu, seorang pelayan datang dari arah belakang dan segera mempersilahkan mereka ke
meja makan untuk makan malam.
Tanpa menunggu lama, Darren berdiri lalu mempersilahkan kedua tamunya itu pergi ke meja makan.
Begitu pun dengan Sheela saat suaminya berdiri, ia juga ikut berdiri serta ikut mempersilahkan kedua tamunya itu.
Saat ini, Sheela dan Emelly berjalan duluan kearah meja, di susul oleh Darren bersama pak Richard dari arah belakang sambil berjalan beriringan.
Sesampainya di meja makan, Sheela mempersilahkan Emelly dan Pak Richard duduk berhadapan dengan Darren,
Kemudian, Sheela ikut duduk disamping suaminya.
Posisi mereka saat ini, yaitu mereka duduk berhadapan yang hanya di pisahkan oleh meja makan saja.
Darren mulai mempersilahkan kedua tamunya itu, untuk mengambil makanan yang sesuai dengan selera mereka masing2.
Kini Sheela mulai melayani suaminya. Ia mengisi piring Darren dengan nasi serta lauk pauk kesukaan Darren.
Hidangan di atas meja terlihat sangat banyak. Berbagai macam menu, makanan tradisional yang disuguhkan malam ini.
Mulai dari Sabang sampai Merauke.
Sesuai permintaan dan pesanan pak Richard, yang ingin mencoba dan menikmati kuliner tradisional yang ada di negara kita yang tercinta ini.
Bersambung....
tunggu kisah selanjutnya ya...
__ADS_1
thank you all....
jangan lupa dukungannya ya...